Kehidupan
adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran
kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai.
Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justeru itu,
manafaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat.
Sentiasalah kita beringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggung
jawabkan pada kemudian hari.
Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan
kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa
kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali.
Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat
jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog
sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan
penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun,
dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan
akhlak dan jati diri insani.
Bunga dilahirkan di sebuah rumah kumuh. Rumah tanpa cahaya. Rumah yang hanya berdiri dengan tumpukan-tumpukan sampah bekas. Kardus dan seng-seng bekas yang penuh lubang. Penuh dengan binatang melata. Tanpa sebuah penerangan dari lentera atau lilin. Dingin, pengap dan tak sedikitpun menjadi rumah impian anak-anak seperti dirinya. Tak jarang dia menemukan beberapa tikus menggerogoti bajunya yang kumal. Lalat-lalat bangkai bersarang di sisa-sisa makanan busuk dari gubuk reot peninggalan orangtuanya. Kecoak dan cacing tanah juga ikut berkerumun di sana. Terkadang dia benci dengan malam. Sebab malam membuat dia kedinginan dan memaksanya untuk mencari tempat berteduh. Bunga benci siang. Karena siang memaksa dirinya mencari nafkah di jalanan. Angin malam membuat tubuh kecilnya menggigil. Matahari siang membuat kulitnya terbakar. Bunga tidak pernah bermimpi akan dilahirkan di sebuah gubuk reot yang penuh dengan sampah. Bau busuk. Bau bangkai. Bau-bau itu membuat dia mau muntah, tapi lama-kelamaan dia terbiasa dengan bau-bau itu. Bau yang membuat orang meludahi bumi. Bau yang membuat orang menutup hidung sekuat-kuatnya. Bau yang membuat orang muntah dan menjijikan. Bunga juga tidak pernah bermimpi dilahirkan menjadi anak orang kaya yang penuh dengan barang-barang mewah. Mainan bagus dan balutan kasih-sayang dari seorang ibu. Ibu menitipkan dirinya pada paman, adik ibunya. Sedangkan ayahnya? Bunga tak pernah tahu siapa ayahnya. Mereka menyebut Bunga anak haram. Anak diluar nikah tanpa status yang jelas. Bunga, gadis kecil itu terlahir dengan sebuah kekerasan. Kekejaman dunia yang mencabik-cabik masa kecilnya. Merobek-robek mimpi dan mencarut-marutkan masa depannya. Ayah dan ibunya tidak meninggalkan warisan apapun kepadanya. Mereka hanya meninggalkan kepiluan, kemiskinan, kepedihan dan penderitaan. Meninggalkan sakit yang terus merujam. Kelaparan yang berkepanjangan hingga tubuhnya kurus kering kurang makan. Penyakit acap kali hinggap di tubuhnya. Koreng dan penyakit kulit lainnya. Sebuah kehidupan yang tragis harus dia arungi. Dimana anak-anak seusianya tengah menikmati masa kanak-kanak yang indah, Bunga justru mencari nafkah demi menutupi sejengkal perutnya. Dimana anak-anak tengah asik bermain, Bunga justru terhempas dari semua itu. Dimana semua anak bersenda gurau, Bunga justru menangis sedih. Setiap malam dia kedinginan. Lapar yang terus melilit membuatnya tak sanggup menghadapi semua ini. Bunga tidak tahu ayah dan ibunya dimana. Dia hanya mendengar berita dari tetangga kalau ayah dan ibunya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Bunga tidak tahu apa penyebab mereka meninggal dunia. Ibunya sakit kronis hingga tubuhnya kurus kering. Penyakit itu menggerogoti kekebalan tubuh ibunya. Penyakit yang sangat ditakuti di dunia. Penyakit itu menjadi momok nomor satu kerena belum ada obatnya. Ayahnya overdosis dan tewas di sebuah sudut jalan sepi. Dia pecandu narkoba dan minuman keras. Bunga tidak perduli. Dia hanya berharap segera keluar dari mimpi-mimpi buruknya. Bunga, gadis kecil itu baru berusia enam tahun. Bunga sering sakit-sakitan. Bila musim dingin dan penghujan tiba, Bunga deman dengan suhu tubuh yang sangat tinggi. Flu dan diare selalu menjadi penyakit langganannya. Diare sampai berhari-hari bahkan berminggu. "Ibu, pernahkah kau mengerti tentang hidupku.." Bunga selalu bergumam saat suhu tubuhnya meninggi. Pamannya hanya membiarkan Bunga tergolek di lantai tanah. Meresapi tubuhnya yang menggigil kedinginan. Bunga merasa seluruh persendiannya sakit tiada terkira. Bunga merengek karena tak tahan dengan penyakit yang diderita. Lagi-lagi paman dan bibinya tidak menggubris rengekkan pilu dari bibir Bunga. Mereka hanya menyumpah-serapahi Bunga. Menendang dan memukul Bunga bertubi-tubi. Memaksa Bunga mengemis di jalanan padahal dia sedang sakit-sakitan. ‘Oh…aku tidak sanggup, Paman.’ isaknya dalam hati. "Anak sial! Kau selalu saja membuat sial di keluargaku! Mampus saja kau!" sergah paman dengan penuh amarah. Mata Bunga berkaca-kaca mendengar ocehan pahit darinya. "Dasar anak haram! Pergi saja kau melonte! Seperti ibumu yang sundel itu!" Bunga tertunduk. Bunga tidak tahu perkataan itu. Dia hanya seorang bocah kecil yang meratap pilu. Bunga tidak pernah perduli semua itu. Dia hanya inginkan pertolongan dari paman dan bibinya. Bunga terbatuk dan batuk itu mengeluarkan darah. Kondisi tubuhnya semakin memburuk. Apalagi saat penyakit-penyakit lain menyerangnya. Kulitnya penuh koreng bernanah karena kurang gizi. Koreng itu menimbulkan bauh amis yang memuakkan. Paman dan bibinya semakin berang ketika mencium bauh itu dari tubuh Bunga. "Aku sudah tidak sanggup! Aku tidak tahan dengan bauh busukmu! Lebih baik kau pergi dari rumahku!" bentak bibi ketika itu. "Kemana aku harus pergi, Bik…" ratap Bunga sedih. "Kemana saja kau mau! Itu bukan urusanku! Warga Kampung juga sudah tidak tahan dengan penyakitmu. Bauh busuk badanmu! Mereka takut tertular penyakitmu." "Biiikk…" rengek Bunga menangis. "Pergi kau!" Bunga terhempas diantar serambi pilu. Mengapa orang-orang membenci dirinya dan mengusirnya? Mengapa mereka tidak merasa iba melihat tubuh kecil Bunga yang tak berdaya. Bunga tertatih di antara gerimis. Langkahnya gontai dan terseret-seret. "Tuhan…dimanakah kasih sayang-Mu kepada hamba-Mu." Bunga bergumam pilu. Tuhan tak mendengar bisikannya. Buktinya dia ditendang dari kehidupannya. Orang-orang menelantarkan dirinya begitu saja. Bunga tersaruk-saruk di jalanan. Pandangannya membayang, buram dan tiba-tiba saja gelap. Bunga terjatuh. Bunga melihat ibu memanggil-manggil dirinya dari kejauhan. Bunga tidak tahu apakah itu wajah ibunya atau hanya mimpi saja. Bunga tidak tahu dimana dirinya. Saat terjatuh Bunga melihat sebuah kegelapan di sekelilingnya, lalu dia melihat sebersit sinar di kejauhan. Bunga melihat batu-batu besar dan anak sungai mengalir jernih. Suara gemericik airnya membuat lamunan Bunga lupa akan ketidak berdayaannya. Ibu memeluk Bunga erat. "Maafkan ibu, Nak… Ibu tidak bisa menjagamu dan memberimu kebahagiaan," gumamnya sendu. Bunga menangis dipelukan ibu. Ibu membelai tangan Bunga lalu pergi begitu saja. "Ibuuuuuu………" teriak Bunga keras. Bunga terbangun. Matanya terbuka perlahan. Bunga melihat di sekelilingnya. Semuanya serba putih. Bunga tidak menemukan sosok ibu di sampingnya. Kini Bunga berada di sebuah tempat tidur dengan perlatan yang tidak dia tahu. Bunga melihat seorang perempuan memakai baju putih dan membawa semangkuk bubur hangat padanya. Ia memakai masker dan sarung tangan. Memakai seragam putih-putih. Dia seorang perawat. Pereawat itu menyodorkan mangkuk berwarna putih. "Dimakan dulu buburnya, Dik…" katanya ramah. Meletakkan mangkuk itu di sebelah tempat tidur Bunga. Tubuhnya masih lemah. Dengan berat Bunga bangkit dari tempat tidur. Suster itu menyuapinya dengan lembut. Mmm…nikmat sekali… Bunga melahap habis bubur yang belum pernah dimakannya itu. "Aku di mana, Kak?" tanyanya ingin tahu. "Kamu berada di rumah sakit," ucapnya. "Rumah sakit?" Bunga terkejut. "Beberapa hari yang lalu kau tergeletak di jalanan. Untung ada seseorang yang menolongmu dan membawamu kemari." Bunga terpaku. Dia menatap perawat itu yang masih mengenakan masker dan sarung tangan. Di lengannya tertusuk sebuah jarum infus. "Aku ingin sembuh, Kak. Aku ingin bermain dengan anak-anak yang lain." "Kamu pasti sembuh. Kalau kamu menuruti nasehat kakak dan dokter. Kamu pasti akan sembuh dan kamu bisa bermain lagi," ujarnya. Bunga tersenyum. Senyuman tulus dari seorang anak kecil. "Aku punya impian, Kak…" ucapnya berat. "Apa impianmu?" "Aku ingin menggapai bintang di langit. Aku ingin memetik bintang itu dan kusimpan di hatiku. Apakah mimpiku akan terwujud, Kak?" Dia mengangguk dengan ragu. "Sekarang tidurlah, biar kamu cepat sembuh," ucapnya sendu. Bunga mengangguk pelan. Setelah bubur habis, perawat itu keluar dari kamar. Hanya ada Bunga sendiri di sana. Dari jendela kaca Bunga melihat beberapa anak tengah bermain riang. Berkejaran, tertawa, bercanda dan tersungging kebahagiaan di wajah mereka. Bunga selalu bermimpi menjadi anak orang kaya seperti mereka. Penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Bunga ingin marah pada ibu. Mengapa dia melahirkan dirinya dengan penuh kepedihan dan tidak meninggalkan apapun. Sebuah bentuk keegoisan yang terasa menyakitkan. Sudah seminggu Bunga berada di kamar itu. Dia seperti terisolasi dari kehidupan lain. Terisolasi dari kehidupan anak-anak dan kehidupan orang dewasa. Bunga tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Mengapa mereka mencibirnya seperti itu. Apa karena tubuhnya yang bau atau karena kulitnya yang penuh dengan koreng bernanah? Hhh…andai dia tahu semua itu… Bunga terpaku di tempat tidur dengan jarum infus. Matanya sayu dengan tubuh kurus. Pandangannya lagi-lagi terpaut pada anak-anak yang tengah bermain di halaman rumah sakit. Anak-anak yang ceria. Bunga ingin sekali bergabung dengan mereka. Merasakan sebuah kebahagiaan atau sekedar menjilati kesenangan sesaat. Dokter melarangnya keluar dari kamar. Kamar isolasi. Bunga merasa kesedihan yang sangat dalam. Mengapa dunia ini sangat kejam padanya. Mengapa orang-orang tidak mau bergaul dengannya. Mengapa semua menjauhi dirinya. Mengapa orang-orang menghinanya. Apakah karena dia seorang pengemis jalanan? Gembel dan sampah masyarakat? Bunga menangis, sedih. Airmatanya mengalir deras. Membasahi semua kepedihannya. Bunga ingin sekali bertanya kepada perawat yang menjaganya. Sesungguhnya penyakit apa yang diderita ini? Mengapa perawat itu juga memakai masker dan sarung tangan ketika menemuinya. Bunga menatapnya dengan sendu. Ingin berterus terang padanya. Perawat itu menatap Bunga dengan tajam. Lesap dalam kesedihan. Apakah Bunga akan menerima penuturannya atau hanya menangis sedih. Menangis karena dia tidak tahu penyakit apa itu. Bunga hanya disuruh mengubur semua mimpi-mimpinya. "Kamu terjangkit virus HIV AIDS…" Sebuah kata yang benar-benar membuat impiannya berakhir.
TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan
"Dia
hidup bukan kerana cinta. Dia hidup kerana
kehadiran Prince Charming yang menyelamatkannya.
Semuanya gara-gara dia mengoyak Carta Prince
Charming—carta misteri yang tiada sesiapa tahu
dari mana datangnya. Yang pasti, memang dia
langsung tidak percaya dengan sumpahan yang
dikatakan berkaitan dengan Carta Prince
Charming.
"Sumpahan puteri? Kau ingat ini cerita dongeng
ke? Puteri apa yang nak sumpah aku ni? Puteri
bunian? Puteri lindungan bulan?”
Desakan daripada Sofea membawanya ke Kelab Bola
Sepak. Di situlah Prince Charming berkumpul.
Tetapi hanya seorang sahaja Prince Charming yang
dicari-carinya. Namun, untuk mencari Prince
Charming bukanlah mudah, namun dia yakin, antara
mereka, pasti salah seorang adalah penyelamatnya.
Orang tu pun satu! Dah selamatkan nyawa orang,
tak reti-reti ke nak munculkan diri? Bukan ke
lagi senang kalau datang berdiri depan aku dan
cakap, Sayalah yang selamatkan awak daripada
kena langgar semalam. Finish! Tak adalah nak
panjangkan cerita sampai beratus muka surat
semata-mata nak cari Prince Charming!
Tajuk:
Prince Charming
Penulis: Ratu Bulan
Terbitan: Fajar Pakeer
Harga:
RM19.90
Ulasan:
NOVEL
HANGAT DIPASARAN
Pertemuan
pertama memberi impak yang berbeza kepada dua insan. Maria
malu mengenang, sedang Hisyam mahu mendekat. Maria semakin
resah apabila Hisyam terus-terusan mendesak. Dalam benci
ada rindu. Bijak Hisyam memujuk, mereka akhirnya disatukan.
Salina hadir menjadi duri dalam daging. Bagi Hisyam, gadis
itu ialah sahabatnya yang terbaik. Insan paling dipercayai.
Namun, dalam diam, Salina meracuni hubungan mereka. Salina
ada agenda yang tersendiri.
Semakin hari, semakin nipis rasa percaya Maria terhadap
Hisyam. Namun, dia tidak mungkin menghindar rasa kasih
yang sudah menebal. Demi menunaikan permintaan Maria,
Hisyam tega melamar Salina walau ada luka di hati.
Sanggupkah Hisyam menduakan Maria yang pernah dicintai
sepenuh hati? Dan, Maria, mampukah membiarkan suami
tersayang jatuh ke tangan Salina? Atau, Mariakah orang
ketiga yang tidak lagi diperlukan kehadirannya oleh Hisyam?
Penulisan2u
sedang
berkerjasama dengan Penerbit Novel bagi memberi peluang kepada penulis-penulis berbakat dan karya yang menarik.
Antara novel yang sudah di terbitkan
2 Pengulas paling AKTIF dengan memberi komen yang ikhlas dan
membina, pada setiap karya cerpen / novel di penulisan2u akan
menerima hadiah sebuah NOVEL.
•
Creative Enterprise Sdn. Bhd., sedang mencari manuskrip kanak-kanak atau remaja. Ini kerana pihak kami ingin memperluaskan dan memperbanyakkan bahan bacaan untuk kanak-kanak dan remaja. Di samping itu kami juga ingin memupuk minat membaca dalam kalangan kanak-kanak dan remaja.
( klik disini
)
•Karyaseni Enterprise ingin memaklumankan
kepada anda yang berminat untuk menghantar manuskrip
anda kepada KS untuk penilaian, sila email kan
sinopsis dan tiga bab awal ke alamat email berikut:
Manuskrip@karyaseni.my
•KarnaDya Solutions Sdn
Bhd. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita
yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan?
hantarkan karya anda. Sebelum anda menghantarkan
manuskrip anda, sila hantarkan butiran berikut terlebih
dahulu melalui emel/pos. untuk maklumat lanjut (
klik disini )
•NB Kara Sdn Bhd dengan berbesar hati
menjemput mana-mana penulis yang merasakan diri mereka
layak menjadi penulis yang versatil, menghantar
manuskrip mereka kepada NB Kara Sdn Bhd. Tulisan anda
terlebih dahulu akan dinilai oleh penulis prolifik
Norhayati Berahim dan juga beberapa panel editor sebelum
diluluskan untuk terbitan.
(
klik disini )
•Jemari Seni Publishing. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita
yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan?
Untuk tujuan pengiriman manuskrip, JEMARI SENI telah
menggariskan panduan kepada penulis-penulisnya. untuk maklumat lanjut (
klik disini )
•
Alaf 21 Sdn Bhd. Tahun 2008 bakal menjanjikan sinar
kecemerlangan seandainya karya anda terpilih untuk
diterbitkan oleh Alaf 21, penerbit novel tersohor di
Malaysia.
Jika
anda mempunyai salah satu manuskrip tersebut, kami ingin
menatap dan menilainya. Sekiranya sesuai, pihak kami
ingin menerbitkannya di bawah jenama ALAF21.
( klik disini)
•
tip kehidupan, zodiak, horoskop, petua, tip, puisi,
pantun, sajak, dan pelbagai artikel menarik layari di
http://istimewa2u.blogspot.com
•
Blog Berkaitan agama, topik-topik tazkirah, audio, video
ceramah, mendengar 114 surah Al-quran secara online,
radio-radio dakwah, layari di
http://dakwah2u.blogspot.com
•
Blog Media, Tv streaming online, radio streaming online,
surat khabar, rakaman drama, radio era, hot.fm, tv1,
tv2,tv3 dan lain-lain. layari di
http://mymedia2u.blogspot.com
•
Blog Koleksi cerita lawak, lucu, kelakar dan video lawak,
lucu dan kelakar. layari di laman
http://kelakar2u.blogspot.com
•
Laman web
syarikat penerbit novel Creative
Enterprise Sdn Bhd (CESB). Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.cesb.net.my
•
Laman web
syarikat penerbit
Kaki Novel
Enterprise. Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.kakinovel.com
•
Laman web
syarikat penerbit NB kara Sdn Bhd.
Dimiliki oleh penulis terkenal Norhayati Berahim, Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.nbkara.com.my
•
Laman web
syarikat penerbit Buku Prima Sdn Bhd.
Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.bukuprima.com.my
•
Laman web
syarikat penerbit novel
jemari Seni Publishing (JS Publishing). Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.jemariseni.com
•
Laman web syarikat penerbit novel Alaf21 Sdn Bhd
(alaf21). Untuk melihat novel-novel terbaru dari Alaf21
layari di
http://www.alaf21.com.my
•
Laman web syarikat penerbit novel Fajar Pakeer Sdn Bhd). Untuk melihat novel-novel terbaru layari di
laman
http://www.fajarnovels.com.my
Kata Kunci
koleksi novel, koleksi novel
cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik,
novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen
cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru,
teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen
melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram,
cerita, cerita cinta, cerita pendek, cerita melayu, cerita online
Malaysia Group
Blog
Koleksi
Cerpen & Novel proudly powered by Blogger. Best display view 1024x768.
Google Inc
Koleksi Cerpen
& Novel dari Malaysia, Indonesia, Singapore & Brunei
Sayang oo sayang sakit mata baca tau....pinar pinar mata aku nie....mana perengan sayang ooi.