Kehidupan
adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran
kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai.
Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justeru itu,
manafaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat.
Sentiasalah kita beringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggung
jawabkan pada kemudian hari.
Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan
kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa
kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali.
Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat
jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog
sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan
penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun,
dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan
akhlak dan jati diri insani.
Pagi itu aku masih berdiri ditepi teras rumah. Jaket parasut yang Aku pakai sejak semalam tak mampu menghalau dinginnya udara pagi. Rasa dinginnya sampai terasa ke sum-sum tulangku. Kalau saja Aku bukan penduduk Desa Uwabanga ini, mungkin sudah bersembunyi didalam kamar dan membungkus tubuh dengan selimut tebal untuk mencari kehangatan. Seumur hidup bermukim di desa ini, Aku tak pernah melihat terbitnya sang mentari diufuk timur pada pukul enam pagi. Biasanya baru pada pukul delapan matahari akan tersembul dari balik Pegunungan Tilongkabila yang membujur dibelakang rumahku. Sejak dahulu keluargaku tinggal di sebuah rumah panggung tua terbuat dari papan yang mulai lapuk dimakan rayap. Rumah kami berdiri diatas tanah yang berbatasan dengan pegunungan. Disamping kiri rumah ada lahan kebun hingga mencapai kaki pegunungan. Di depan rumah terdapat jalan desa yang belum diaspal dan sampai kini tak tersentuh oleh proyek pembangunan. Padahal jalan itu merupakan akses penting bagi masyarakat desa. Tak jauh dari rumah kami terhampar lautan luas, Teluk Tomini yang menjadi sumber penghidupan kami dan sebagian besar penduduk desa yang menggantungkan hidup dari kegiatan melaut. Sebagai keluarga nelayan, kami tidak memiliki harta yang patut dibanggakan. Rumah tua yang kami tempati dan lahan kebun hanyalah warisan peninggalan kakek, orangtuanya Ayah. Kondisi tanah yang berbatu dan berpasir membuat lahan itu tidak difungsikan dengan baik. Baru dua bulan lalu Ayah mau memanfaatkannya untuk menanam tanaman jarak. Selain warisan itu, Ayah hanya memiliki sebuah perahu kecil yang sering Kami pergunakan untuk melaut. Ibu yang sibuk mengurus keluarga terkadang membantu Ayah membuat ikan asin. Hasil produksi ikan asin yang tidak seberapa itu biasanya kami jual pada pedagang dipasar. Lumayan bisa menopang keperluan hidup sehari-hari
Walaupun kehidupan keluarga kami penuh kekurangan, tetapi tidak pernah menyurutkan semangat kami. Ayah dan Ibu masih sempat memikirkan pendidikan kami. Aku dan kedua adikku tetap diberikan kesempatan untuk menikmati pendidikan seperti anak-anak lain dari keluarga mampu. Tahun lalu Aku berhasil menyelesaikan pendidikan di SMK Pertanian. Sementara Adikku yang laki-laki saat ini di SMA dan yang terakhir perempuan bersekolah di SMP. Sekolah mereka berada di pusat kecamatan, berjarak sekitar delapan kilometer dari desa kami. Mereka ke sekolah selalu bersama menaiki sepeda tua yang juga peniggalan kakek. "Iwan, Ayo kesini ! Apa yang kamu fikirkan ?" suara Ayah yang sibuk menimba air di sumur mengagetkan Aku yang sejak tadi menatap hamparan tanaman jarak pagar. Aku menuruni anak tangga disamping rumah dan langsung menuju kearah sumur "Tolong bantu Ayah ! Angkat ember-ember air ini ke kebun !" ’Ok, Yah !" Aku mengambil dua ember air lalu dengan segera mengangkat menuju kebun. Berat juga rasanya membawa dua ember yang penuh beirsi air. Kasihan sekali Ayah, dua bulan terakhir ini adalah pekerjaannya kalau tidak melaut. Begitu tiba ditengah kebun, Aku langsung menuangkan air ke sebuah drum. Lalu dengan cepat kembali lagi ke sumur menganti ember dengan yang sudah terisi. Delapan kali Aku bolak-balik barulah drum tersebut penuh terisi air. Sebagian air terlihat menetes pada lubang drum yang telah berkarat. Tanpa menunggu perintah Ayah, Kusiram tanaman jarak satu persatu dengan memakai gayung dari bekas kaleng susu. Seingatku ada sekitar tiga ratus bibit tanaman jarak yang ditanam di kebun ini. Semuanya tumbuh dengan subur.
Sebenarnya tanaman jarak tidak terlalu memerlukan air karena merupakan jenis tanaman perdu tegak. Jarak adalah tumbuhan dengan batang bulat licin, berbuku-buku dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas. Daunnya tunggal berbentuk bulat bergerigi dengan warnanya hijau tua. Apabila tangkai daunnya dicopot, maka dari batangnya akan meneteskan getah berwarna putih. Biasanya kalau sudah mencapai setahun, tanaman jarak akan berbuah. Dua bulan lalu sebelum lahan kosong disamping rumah disulap menjadi kebun jarak, Aku sempat protes kepada Ayah. Menurutku, apa yang dilakukan Ayah hanya buang-buang waktu saja. Tenaga Ayah yang setiap hari diperas untuk melaut, kini harus mengurus kebun Jarak. Belum lagi tanggapan sinis dari para tetangga bila melihat kesibukan Ayah. Apa yang dilakukan Ayah, menurut pandangan mereka sangat aneh. Selama ini tanaman jarak yang dikenal dengan nama Binthalo atau Balacae, bagi penduduk didesa kami hanya digunakan sebagai tiang patok pagar kebun. Karena itu namanya disebut Jarak Pagar. Terkadang daunnya digunakan untuk mengompres dahi anak-anak yang sakit panas. Bahkan tanaman ini sering ditanam diatas kuburan, layaknya pohon kamboja. Tak heran kalau penduduk desa mengatakan bahwa lahan disamping rumah kami telah menjadi pekuburan masal. Tapi itulah Ayah, dia cuek dengan tanggapan orang. Bahkan dengan santainya Ayah mengatakan bahwa Ia sengaja membudidayakan tanaman jarak. Kalau sudah begitu, ujung-ujungnya sebagai anak tertua, Aku tetap harus membantu Ayah dan mendukung kegiatannya. "Hei, Iwan ! Apa yang kau lamunkan?" suara Ayah mengagetkan diriku. "Tidak Ayah. Aku hanya berfikir tentang kegigihan Ayah dengan semua ini." Jawabku berbasa-basi . "Ayo, teruskan kegiatanmu., mumpung masih pagi ! Sebentar lagi Kau harus ke pasar. Ikan asin yang dikeringkan Ibu sudah bisa dijual." "Baik, Ayah !"
-----------------------
Tanpa terasa telah enam bulan Ayah mengembangkan tanaman jarak. Tinggi pohon jarak sudah mencapai dua meter lebih. Daunnya yang hijau dan rimbun selalu bergoyang-goyang diterpah oleh angin laut. Rasanya tidak percaya dengan apa yang Aku lihat. Lahan yang dahulu banyak ditumbuhi semak belukar kini telah berubah fungsi. Walaupun belum ada nilai ekonomis yang didapatkan dari tanaman jarak itu, tapi setidaknya sudah ada upaya yang telah ditempuh. Dan seperti pemikiran Ayah di awal menanam Jarak, tidak ada target yang ingin dicapai. Semua itu hanya sekedar pengisi waktu ketika tidak ada kegiatan melaut. Tapi yang terjadi pada bulan ketujuh sangat mengejutkan kami sekeluarga. Ketika itu sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi flat merah mendatangi desa kami. Sebagian penduduk kaget dengan kemunculan mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Gorontalo. Tidak biasanya desa kami dikunjungi oleh pejabat dengan menggunakan kendaraan dinas. Biasanya tujuan para pejabat hanya ke ibukota kecamatan. Tapi kali ini ada pejabat daerah yang sengaja datang ke desa kami. Apa sebenarnya yang terjadi? Hatiku merasa penasaran dengan semua ini. Berbagai persepsi menari-nari didalam memori otakku, seolah mencari jawaban atas pertanyaan yang aku buat sendiri. Sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat desa yakni kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemukiman yang layak, pembangunan jalan desa, hingga pemberian bantuan menjadi pemikiranku. Seputaran itu aku berandai-andai tentang kedatangan pejabat dengan mobil dinas tersebut. Belum hilang rasa penasaranku, kali ini Aku dikejutkan dengan berhentinya mobil itu didepan rumah kami. Dari dalam mobil itu keluar orang-orang yang berpakaian dinas. Jumlah mereka ada enam orang, empat laki-laki dan dua lagi adalah perempuan. Mereka tampil dengan pakaian dinas yang sangat rapi. Sangat nampak mereka adalah pejabat dan pegawai dari kota. Oh, andai saja Aku bisa seperti mereka. Tentu Ayah dan Ibu serta semua orang kampung akan bangga dengan diriku. "Asalamu’alaikum ! " ujar salah seorang laki-laki yang kelihatannya adalah pemimpin rombongan para pegawai itu "Wa’alaikum salam !" balasku dengan rasa hormat, "Ada yang bisa Saya bantu ?" "Kami mencari rumah Pak Thaib," kata lelaki itu Aku tersentak dengan jawabannya, karena yang mereka cari adalah ayah. Aku bingung tidak tahu harus menjawab apa. "Apakah adik tahu dimana rumah Pak Thaib ?" tanya lelaki itu lagi. "Di...sssini rumahnya.!" jawanku agak gemetar. "Tapi.. mungkin bapak dan rombongan salah alamat. Sebab Ayah hanya seorang nelayan. Ayah tidak pernah berhubungan dengan orang dari pemerintahan," "Tidak usah takut !" wanita yang bersama rombongan itu menenangkan diriku. "Kami mencari Pak Thaib. Seorang nelayan yang sesuai informasi sedang membudidayakan tanaman jarak." ujarnya dengan tersenyum. "Benar Bu ! Disini rumahnya. Ayah ada dikebun itu!" ujarku sambil menunjuk kebun jarak yang ada disamping rumah. Mendengar jawabanku mereka semua tersenyum. Mungkin bergembira karena orang yang sedang dicari sesaat lagi akan bertemu. "Ayo, antarkan kami menemui Ayahmu." Tanpa membuang waktu Kuajak mereka menemui Ayah yang sibuk mengurus tanaman jarak. Ayah begitu terkejut melihat Aku bersama rombongan para pegawai. Dengan ramah satu persatu mereka berjabatan tangan dengan Ayah. Tak sedikitpun pada diri mereka terlihat rasa jijik dengan tangan Ayah yang kotor oleh tanah. "Maafkan kedatangan kami, jika telah menggangu pekerjaan bapak," kata lelaki yang menjadi pemimpin rombongan. "Tidak apa-apa Pak !" jawab Ayah, "Ada yang bisa kami bantu ?" Lelaki yang menjadi pemimpin rombongan tidak segera menjawab. Ia terlihat memperbaiki letak kacamatanya. Sekilas Aku melirik papan nama di baju dinas pada bagian dada sebelah kanan, namanya tertulis Husain Yusuf. Kemungkinan beliau adalah seorang pejabat penting di pemerintahan. Pak Husain kemudian menjelaskan kedatangan timnya. Mereka adalah pegawai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi. Kedatangan mereka karena mendengar informasi tentang pengembangan tanaman jarak didesa ini. Mereka berniat menjadikan kebun jarak milik Ayah sebagai kebun percontohan. Menurut penjelasan Pak Husain bahwa wilayah Gorontalo termasuk satu diantara tiga provinsi yang menjadi pusat pengembangan budidaya tanaman jarak. Nantinya tanaman jarak akan diolah menjadi minyak jarak yang berfungsi menggantikan minyak tanah. Bahkan nantinya minyak jarak itu akan diolah lagi menjadi Biofuel yang dapat digunakan sebagai pelumas untuk kendaraan bermotor Mendengar penjelasan Pak Husain, Ayah nampak tersenyum berseri-seri. Aku bersyukur mendengar berita gembira itu. Berarti semua jerih payah Ayah selama tujuh bulan ini tidak sia-sia. Hal ini akan menjadi jawaban terhadap pandangan sinis masyarakat yang menganggap pekerjaan Ayah tidak masuk akal. Masyarakat akan tahu bahwa tanaman jarak tidak lagi sebagai tanaman penghias kuburan atau tiang pagar. Tetapi lebih dari itu, tanaman jarak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya dan bukan tidak mungkin akan menciptakan lapangan kerja bagi penduduk Gorontalo. Memang, Tidak ada sesuatu yang diciptakan Allah sia-sia ! "Begitulah Pak Thaib. Kalau bapak mau, kebun jarak ini akan dijadikan kebun percontohan. " ujar Pak Husain "Terima kasih Pak. Kalau itu untuk kepentingan bersama Saya selalu siap." "Alhamdulillah !" kata Pak Husain. Pak Husain, Ayah, dan para pegawai kemudian bersalaman sebagai tanda bahwa kerja sama dimulai. Selanjutnya mereka selama hampir satu jam berada dirumah kami. Mereka membicarakan program-program yang akan dikerjakan nanti. Sebagai anak tertua dan alhamdulillah berpendidikan setingkat SLTA, Aku dipercaya Ayah untuk mewakilinya. Awalnya Aku tidak mau, karena yang merintis kebun Jarak itu adalah Ayah. Tapi karena desakan Ayah, Ibu dan kedua Adikku, amanah tersebut akhirnya kuterima. Hari itu Aku menjadi saksi akan peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Ternyata tanaman jarak yang ditanam Ayah tidak saja menciptakan angin kesejukan bagi keluarga kami. Tetapi Insya Allah, semua yang telah dirintis Ayah akan menebarkan angin kesejukan bagi masyarakat lainnya. Dan ketika Kuarahkan pandangan kearah kebun, maka kulihat tanaman jarak itu menari-nari diterpah angin laut, seolah ikut merasakan kebahagiaan kami.
* S e l e s a i * Gorontalo, 22 April 2008 Buat : Isteriku dan Anakku Maghfirah plus teman-teman di Bagian Ortal Kantor Walikota Gorontalo-Indonesia
TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan
"Dia
hidup bukan kerana cinta. Dia hidup kerana
kehadiran Prince Charming yang menyelamatkannya.
Semuanya gara-gara dia mengoyak Carta Prince
Charming—carta misteri yang tiada sesiapa tahu
dari mana datangnya. Yang pasti, memang dia
langsung tidak percaya dengan sumpahan yang
dikatakan berkaitan dengan Carta Prince
Charming.
"Sumpahan puteri? Kau ingat ini cerita dongeng
ke? Puteri apa yang nak sumpah aku ni? Puteri
bunian? Puteri lindungan bulan?”
Desakan daripada Sofea membawanya ke Kelab Bola
Sepak. Di situlah Prince Charming berkumpul.
Tetapi hanya seorang sahaja Prince Charming yang
dicari-carinya. Namun, untuk mencari Prince
Charming bukanlah mudah, namun dia yakin, antara
mereka, pasti salah seorang adalah penyelamatnya.
Orang tu pun satu! Dah selamatkan nyawa orang,
tak reti-reti ke nak munculkan diri? Bukan ke
lagi senang kalau datang berdiri depan aku dan
cakap, Sayalah yang selamatkan awak daripada
kena langgar semalam. Finish! Tak adalah nak
panjangkan cerita sampai beratus muka surat
semata-mata nak cari Prince Charming!
Tajuk:
Prince Charming
Penulis: Ratu Bulan
Terbitan: Fajar Pakeer
Harga:
RM19.90
Ulasan:
NOVEL
HANGAT DIPASARAN
Pertemuan
pertama memberi impak yang berbeza kepada dua insan. Maria
malu mengenang, sedang Hisyam mahu mendekat. Maria semakin
resah apabila Hisyam terus-terusan mendesak. Dalam benci
ada rindu. Bijak Hisyam memujuk, mereka akhirnya disatukan.
Salina hadir menjadi duri dalam daging. Bagi Hisyam, gadis
itu ialah sahabatnya yang terbaik. Insan paling dipercayai.
Namun, dalam diam, Salina meracuni hubungan mereka. Salina
ada agenda yang tersendiri.
Semakin hari, semakin nipis rasa percaya Maria terhadap
Hisyam. Namun, dia tidak mungkin menghindar rasa kasih
yang sudah menebal. Demi menunaikan permintaan Maria,
Hisyam tega melamar Salina walau ada luka di hati.
Sanggupkah Hisyam menduakan Maria yang pernah dicintai
sepenuh hati? Dan, Maria, mampukah membiarkan suami
tersayang jatuh ke tangan Salina? Atau, Mariakah orang
ketiga yang tidak lagi diperlukan kehadirannya oleh Hisyam?
Penulisan2u
sedang
berkerjasama dengan Penerbit Novel bagi memberi peluang kepada penulis-penulis berbakat dan karya yang menarik.
Antara novel yang sudah di terbitkan
2 Pengulas paling AKTIF dengan memberi komen yang ikhlas dan
membina, pada setiap karya cerpen / novel di penulisan2u akan
menerima hadiah sebuah NOVEL.
•
Creative Enterprise Sdn. Bhd., sedang mencari manuskrip kanak-kanak atau remaja. Ini kerana pihak kami ingin memperluaskan dan memperbanyakkan bahan bacaan untuk kanak-kanak dan remaja. Di samping itu kami juga ingin memupuk minat membaca dalam kalangan kanak-kanak dan remaja.
( klik disini
)
•Karyaseni Enterprise ingin memaklumankan
kepada anda yang berminat untuk menghantar manuskrip
anda kepada KS untuk penilaian, sila email kan
sinopsis dan tiga bab awal ke alamat email berikut:
Manuskrip@karyaseni.my
•KarnaDya Solutions Sdn
Bhd. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita
yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan?
hantarkan karya anda. Sebelum anda menghantarkan
manuskrip anda, sila hantarkan butiran berikut terlebih
dahulu melalui emel/pos. untuk maklumat lanjut (
klik disini )
•NB Kara Sdn Bhd dengan berbesar hati
menjemput mana-mana penulis yang merasakan diri mereka
layak menjadi penulis yang versatil, menghantar
manuskrip mereka kepada NB Kara Sdn Bhd. Tulisan anda
terlebih dahulu akan dinilai oleh penulis prolifik
Norhayati Berahim dan juga beberapa panel editor sebelum
diluluskan untuk terbitan.
(
klik disini )
•Jemari Seni Publishing. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita
yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan?
Untuk tujuan pengiriman manuskrip, JEMARI SENI telah
menggariskan panduan kepada penulis-penulisnya. untuk maklumat lanjut (
klik disini )
•
Alaf 21 Sdn Bhd. Tahun 2008 bakal menjanjikan sinar
kecemerlangan seandainya karya anda terpilih untuk
diterbitkan oleh Alaf 21, penerbit novel tersohor di
Malaysia.
Jika
anda mempunyai salah satu manuskrip tersebut, kami ingin
menatap dan menilainya. Sekiranya sesuai, pihak kami
ingin menerbitkannya di bawah jenama ALAF21.
( klik disini)
•
tip kehidupan, zodiak, horoskop, petua, tip, puisi,
pantun, sajak, dan pelbagai artikel menarik layari di
http://istimewa2u.blogspot.com
•
Blog Berkaitan agama, topik-topik tazkirah, audio, video
ceramah, mendengar 114 surah Al-quran secara online,
radio-radio dakwah, layari di
http://dakwah2u.blogspot.com
•
Blog Media, Tv streaming online, radio streaming online,
surat khabar, rakaman drama, radio era, hot.fm, tv1,
tv2,tv3 dan lain-lain. layari di
http://mymedia2u.blogspot.com
•
Blog Koleksi cerita lawak, lucu, kelakar dan video lawak,
lucu dan kelakar. layari di laman
http://kelakar2u.blogspot.com
•
Laman web
syarikat penerbit novel Creative
Enterprise Sdn Bhd (CESB). Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.cesb.net.my
•
Laman web
syarikat penerbit
Kaki Novel
Enterprise. Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.kakinovel.com
•
Laman web
syarikat penerbit NB kara Sdn Bhd.
Dimiliki oleh penulis terkenal Norhayati Berahim, Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.nbkara.com.my
•
Laman web
syarikat penerbit Buku Prima Sdn Bhd.
Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.bukuprima.com.my
•
Laman web
syarikat penerbit novel
jemari Seni Publishing (JS Publishing). Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.jemariseni.com
•
Laman web syarikat penerbit novel Alaf21 Sdn Bhd
(alaf21). Untuk melihat novel-novel terbaru dari Alaf21
layari di
http://www.alaf21.com.my
•
Laman web syarikat penerbit novel Fajar Pakeer Sdn Bhd). Untuk melihat novel-novel terbaru layari di
laman
http://www.fajarnovels.com.my
Kata Kunci
koleksi novel, koleksi novel
cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik,
novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen
cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru,
teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen
melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram,
cerita, cerita cinta, cerita pendek, cerita melayu, cerita online
Malaysia Group
Blog
Koleksi
Cerpen & Novel proudly powered by Blogger. Best display view 1024x768.
Google Inc
Koleksi Cerpen
& Novel dari Malaysia, Indonesia, Singapore & Brunei
Catat Ulasan
TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan