Kehidupan
adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran
kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai.
Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justeru itu,
manafaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat.
Sentiasalah kita beringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggung
jawabkan pada kemudian hari.
Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan
kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa
kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali.
Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat
jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog
sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan
penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun,
dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan
akhlak dan jati diri insani.
Kabut tipis mulai menyelimuti hutan-hutan kecil di lereng bukit. Angin dingin menusuk tulang hingga ke uluh hati. Pohon-pohon pinus masih basah dan lembab. Api unggun mulai meninggalkan bara berwarna kemerahan. Dengan asap menjulang tinggi. Di joglo kecil Rangga termangu. Memperhatikan siluet pinus yang berjejer rapi. Bak raksasa yang sangat menakutkan. Sesekali ia mendekap jaket parasut nya. Sambil teringat dengan seorang gadis yang pernah mencuri perhatiannya. Maya, nama gadis itu. Mahasiswi ekonomi di sebuah universitas.
Pertemuan itu memang begitu singkat. Disebuah toko buku. Saat Rangga menubruknya tanpa sengaja, dan gadis itu memaki-maki Rangga seenak hatinya. Rangga pun berang dan membalas makian kecil itu. Dan ternyata mereka bertemu lagi di salah satu universitas di Medan. Pertemuan itu membuat Rangga terbayang-bayang dengan gadis judes yang menghardiknya. Kebencian itu pun timbul dengan sendiri. Rangga mengolok-olok si gadis di depan umum. Bahkan di depan mahasiswa lainnya. Namun kebencian itu mendadak berubah menjadi sebuah kerinduan di hati Rangga. Rangga berkali-kali mencoba merayunya. Meminta maaf kepada si gadis. Tapi si gadis menolaknya mentah-mentah. Ia sama sekali tidak memperdulikan Rangga. Meski Rangga sangat mengharapkan cinta sang gadis, namun tetap saja ditolak. Hal itu membuat Rangga sakit hati. Perih rasanya. Terasa kabut-kabut tipis menyelubungi relung hatinya. Entah mengapa kabut-kabut itu semakin tebal dirasa. Rangga mendesah pelan. Desahan angina menghapus tubuhnya dengan beku. Gesekan angina membuat dahan-dahan pinus begoyang dan saling membuat suara yang sangat meluluh hati. Sebuah tangan tiba-tiba saja menutup mata Rangga dari belakang. Rangga tercekat merasakan tangan dingin yang menutup kedua matanya.
"Sandy!" Tebaknya asal. Namun siempunya tangan diam saja. Rangga berusaha menebaknya lagi. Mungkin hal ini keisengan teman-temannya. Jack! Lepasin dong. Tebak Rangga lagi. Namun lagi-lagi orang di belakangnya itu diam saja. Rangga mengulurkan tangannya dan menebak lagi. Namun tidak ketebak. "Aduuh, siapa sih. Jangan bercanda terus dong." Selah Rangga menyerah. Kemudian tangan itu pun membuka matanya dengan perlahan. "Hei! Bengong aja." Sapa seseorang padanya. Rangga menghapus matanya. Melihat seseorang di depan nya dengan terpana. "Kristina?" Gumamnya. Gadis itu tersenyum. Kemudian duduk di depan nya. "Kamu kenapa sih, Ngga. Melamun terus. Kamu lagi kasmaran ya…" Selidik Kristina. "Ah, enggak kok. Aku nggak melamum." "Sudah, jangan bohongin aku. Buktinya dari tadi aku perhatiin, kamu bengong terus. Aku tahu ada seorang gadis yang mencuri perhatian mu. Siapa dia?" Rangga terbelalak sambil menelan air liurnya. "Melamun? Melamunin siapa?" "Sudah deh, nggak usah bohong lagi." Rangga mengeritkan keningnya. " Kamu tahu dari mana?" Berondongnya. "Aku sudah membaca semua buku catatan kamu. Maaf ya kalau aku lancang." "Kris…" Rangga menatap wajah Kristina dengan lekat. "Maaf, aku nggak sengaja, Ngga. Kamu marah?" Rangga diam. Hening. Namun hanya sesaat. "Siapa Maya? Kamu mengenalnya?" Tanya Kristina memecahkan keheningan. "Mm, dia anak ekonomi." Bibir Kristina membulat. " Ooo," Hening lagi. Seakan perasaan Kristina tercabik-cabik. Sesungguhnya dia sangat mengharapkan Rangga menjadi kekasihnya. Namun Rangga tidak pernah menggubris perasaan itu. Meski perhatian yang diberikan Kristina sangat lebih untuk Rangga, Rangga seakan tidak perduli. Tak berapa lama Rangga beringsut dari duduknya. Angin dingin semakin menggila seakan menghunus jantungnya. "Aku pergi dulu, ya. Aku ngantuk." Ucap Rangga sambil berlalu meninggalkan Kristina yang terpaku. "Tapi, Ngga. Tunggu… Jangan tinggali aku dong, Ngga." "Sudah deh, besok saja ngobrolnya." Ucap Rangga tak perduli. Kristina terpaku. Seakan perasaannya terhempas oleh cadas-cadas yang tajam. Namun Kristina dengan sabar hati menunggu kepastian yang nggak pasti. Meski berkali-kali hatinya tersayat pedih karena Rangga mikirin gadis lain, Kristina tetap saja memberi perhatian penuh terhadap Rangga. Kristina terpaku memperhatikan Rangga yang meninggalkannya begitu saja. Malam seakan menggerogotinya sampai kedasar hatinya. Kristina mengambil secarik kertas dari sakunya. Melihat tulisan tangan itu yang semakin memudar. Sebuah puisi cinta buat Rangga. Ketika hasrat hatiku mendambakan dirimu Namun bayanganmu hanya terintas dalam angan dan mimpiku Aku begitu mendamakan mu Mengharap kau merajut benang cintaku Agar menjadi sebuah sutra yang indah dalam hatiku Terlukis sejuta nama mu Kristina meremat kertas itu dan menimpuknya di rerumputan. Kemudian terpaku sambil melihat langit yang semakin menghitam. Terlihat Rangga mengibaskan kotoran yang menempel di celana jeans nya. Membetulkan resulting jaket parasutnya hingga menutupi lehernya yang jenjang. Memakai penutup kepala dan syal. Entah mengapa bayangan-bayagan Maya bermain-main lagi di benaknya. Bayangan itu seakan tidak mau pergi. ‘Mengapa Maya menolak cintaku?’ batinnya lagi. ‘Aku harus mendapatkannya. Harus!’ Rangga menuruni anak tangga dan berjalan melewati semak belukar. Dan baru beberapa langkah saja ia terhenti. Suara canda seseorang mencuri perhatiannya. Rangga berusaha mempertajam pendengaranya. Sepertinya ia kenal betul dengan suara itu. ‘Ya, tidak salah lagi.’ Rangga berjalan menghampiri sebuah pondokan kecil. Dengan lampu ramang dan redup. Ia melihat dua orang anak manusia sedang memadu kasih. "Maya?" Ucapnya mengerutkan dahi. " Sandy?" lanjutnya terbelalak tak percaya. Sandy terbelalak kaget melihat kehadiran Rangga. "Rangga…" "Kalian ngapain di sini?" Tanya Rangga menahan kecemburuannya. Ternyata Maya mencintai Sandy, sahabatnya. Pantas saja Maya menolak cintanya. "Kamu keterlaluan, Sand. Kamu keterlaluan!" Sergah Rangga antusias. "Rangga! Apa maksud kamu!" Rangga menarik baju Sandy dengan kasar. Matanya melotot tajam menahan kemarahan. Melirik ke arah Maya dengan tajam. Sedangkan Maya hanya tertunduk melihat Rangga tengah kalud. Maya merasa ketakutan di tempat duduknya. Matanya memperhatikan Rangga dan Sandy. "Kamu pagar makan tanaman. Kamu tahu kan aku cinta banget sama Maya." "Sudahlah, Ngga. Maya tidak mencintaimu." "Hei kamu pikir sahabat macam apa kamu!" Rangga menarik kerah baju Sandy dengan kasar. Kemudian menghempaskannya di rerumputan. Sandy bangkit dengan emosi yang membara. "Kamu mau apa sih, Ngga! Kamu sadar dikit dong. Maya itu tidak mencintai kamu! Tapi mencintai aku!" "Hei, kurang ajar!" Rangga mendorong tubuh Sandy. "Yang pertama kali mengenal Maya itu aku! Bukan kamu!" "Heem! Apa kamu lupa, kamu itu nggak pantas mendapatkan Maya. Kamu itu pecundang!" "Akhh…" Buuuk! Braakkk. Duuk… Rangga memukul tubuh Sandy berkali-kali. Dan menghajarnya tanpa ampun. Rangga dan Sandy terus berkelahi. Saling baku hantam memperebutkan seorang gadis yang sama-sama mereka cintai. Sandy balik memukul Rangga dengan keras. Beberapa kali Rangga tersungkur dan bangkit dengan tertatih. Dengan terhuyung Rangga menghantam wajah Sandy. Dan Sandy yang sudah kalap juga memukul tubuh Rangga dengan kuat hingga ia terpelanting jauh di rerumputan. "Sudah, Sand. Sudah…!!! Jangan berkelahi lagi!" Suara Maya terdengar menengahi kegaduhan mereka. Rangga bangkit dengan sakit di sekujur tubuhnya. Semakin terasa sakit saat melihat Maya lebih memperhatikan Sandy. Ternyata benar, Maya sama sekali tidak mencintainya. Rangga beringsut dengan mata memar. Hidungnya berdarah dan pelipisnya koyak. Ia sempoyongan di antara semak belukar. Berjalan tertatih dengan langkah yang tidak teratur. Dan mendadak saja ia tergelincir di bebatuan. Terperosok jatuh di dasar bukit. Terguling hingga menyibakkan semak belukar. Ranting-ranting kecil dan berduri menyayat jaket parasutnya. "Akhh….." Jerit Rangga keras. Jeritan itu seakan memecahkan perut bumi sampai lapisan ketujuh. Kristina tercekat dari lamunannya. Mendengar jeritan Rangga yang sangat menyayat hati.
-----------------
Rangga membuka matanya dengan perlahan. Melihat seisi ruangan dengan mata nanar. Putih, semua serba putih. ‘Apa aku sudah mati?’ batinnya. Pandangannya masih buram, dan sangat buram. "Rangga…? Kamu sudah sadar?" Suara seseorang menghentakkan hatinya. "Kristina…" Gumamnya parau. "Sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri. Kata dokter kamu harus banyak istirahat." Rangga tersenyum tipis. Menggenggam jemari tangan Kristina yang semula beku. Kini hangat bagaikan matahari yang menyinari lubuk hatinya. Mengapa ia harus mengejar gadis yang tidak mencintainya sama sekali. Ia merasa berdosa telah membiarkan Kristina diselimuti kabut tebal. Kini ia berusaha menepis kabut-kabut itu dari kehidupannya.
"Jangan tinggal kan aku yah." Ucap Rangga sendu. Suaranya masih terdengar parau. Kristina tersenyum tipis dengan mata berbinar. "Aku nggak akan meninggalkan kamu, Ngga. Percayalah." Rangga tersenyum. Kemudian mencium jemari Kristina dengan lembut. "Aku sayang kamu, Kris." Ucapnya pelan. Kristina tersipu dengan pipi merona. Kini kabut itu tak lagi menutupi hati mereka. Kabut telah berlalu. Terhembus angin yang spoy semilir. Keduanya tersenyum bahagia. Terlebih Kristina, yang kini mendapatkan kembali hati pujaannya.
TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan
"Dia
hidup bukan kerana cinta. Dia hidup kerana
kehadiran Prince Charming yang menyelamatkannya.
Semuanya gara-gara dia mengoyak Carta Prince
Charming—carta misteri yang tiada sesiapa tahu
dari mana datangnya. Yang pasti, memang dia
langsung tidak percaya dengan sumpahan yang
dikatakan berkaitan dengan Carta Prince
Charming.
"Sumpahan puteri? Kau ingat ini cerita dongeng
ke? Puteri apa yang nak sumpah aku ni? Puteri
bunian? Puteri lindungan bulan?”
Desakan daripada Sofea membawanya ke Kelab Bola
Sepak. Di situlah Prince Charming berkumpul.
Tetapi hanya seorang sahaja Prince Charming yang
dicari-carinya. Namun, untuk mencari Prince
Charming bukanlah mudah, namun dia yakin, antara
mereka, pasti salah seorang adalah penyelamatnya.
Orang tu pun satu! Dah selamatkan nyawa orang,
tak reti-reti ke nak munculkan diri? Bukan ke
lagi senang kalau datang berdiri depan aku dan
cakap, Sayalah yang selamatkan awak daripada
kena langgar semalam. Finish! Tak adalah nak
panjangkan cerita sampai beratus muka surat
semata-mata nak cari Prince Charming!
Tajuk:
Prince Charming
Penulis: Ratu Bulan
Terbitan: Fajar Pakeer
Harga:
RM19.90
Ulasan:
NOVEL
HANGAT DIPASARAN
Pertemuan
pertama memberi impak yang berbeza kepada dua insan. Maria
malu mengenang, sedang Hisyam mahu mendekat. Maria semakin
resah apabila Hisyam terus-terusan mendesak. Dalam benci
ada rindu. Bijak Hisyam memujuk, mereka akhirnya disatukan.
Salina hadir menjadi duri dalam daging. Bagi Hisyam, gadis
itu ialah sahabatnya yang terbaik. Insan paling dipercayai.
Namun, dalam diam, Salina meracuni hubungan mereka. Salina
ada agenda yang tersendiri.
Semakin hari, semakin nipis rasa percaya Maria terhadap
Hisyam. Namun, dia tidak mungkin menghindar rasa kasih
yang sudah menebal. Demi menunaikan permintaan Maria,
Hisyam tega melamar Salina walau ada luka di hati.
Sanggupkah Hisyam menduakan Maria yang pernah dicintai
sepenuh hati? Dan, Maria, mampukah membiarkan suami
tersayang jatuh ke tangan Salina? Atau, Mariakah orang
ketiga yang tidak lagi diperlukan kehadirannya oleh Hisyam?
Penulisan2u
sedang
berkerjasama dengan Penerbit Novel bagi memberi peluang kepada penulis-penulis berbakat dan karya yang menarik.
Antara novel yang sudah di terbitkan
2 Pengulas paling AKTIF dengan memberi komen yang ikhlas dan
membina, pada setiap karya cerpen / novel di penulisan2u akan
menerima hadiah sebuah NOVEL.
•
Creative Enterprise Sdn. Bhd., sedang mencari manuskrip kanak-kanak atau remaja. Ini kerana pihak kami ingin memperluaskan dan memperbanyakkan bahan bacaan untuk kanak-kanak dan remaja. Di samping itu kami juga ingin memupuk minat membaca dalam kalangan kanak-kanak dan remaja.
( klik disini
)
•Karyaseni Enterprise ingin memaklumankan
kepada anda yang berminat untuk menghantar manuskrip
anda kepada KS untuk penilaian, sila email kan
sinopsis dan tiga bab awal ke alamat email berikut:
Manuskrip@karyaseni.my
•KarnaDya Solutions Sdn
Bhd. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita
yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan?
hantarkan karya anda. Sebelum anda menghantarkan
manuskrip anda, sila hantarkan butiran berikut terlebih
dahulu melalui emel/pos. untuk maklumat lanjut (
klik disini )
•NB Kara Sdn Bhd dengan berbesar hati
menjemput mana-mana penulis yang merasakan diri mereka
layak menjadi penulis yang versatil, menghantar
manuskrip mereka kepada NB Kara Sdn Bhd. Tulisan anda
terlebih dahulu akan dinilai oleh penulis prolifik
Norhayati Berahim dan juga beberapa panel editor sebelum
diluluskan untuk terbitan.
(
klik disini )
•Jemari Seni Publishing. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita
yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan?
Untuk tujuan pengiriman manuskrip, JEMARI SENI telah
menggariskan panduan kepada penulis-penulisnya. untuk maklumat lanjut (
klik disini )
•
Alaf 21 Sdn Bhd. Tahun 2008 bakal menjanjikan sinar
kecemerlangan seandainya karya anda terpilih untuk
diterbitkan oleh Alaf 21, penerbit novel tersohor di
Malaysia.
Jika
anda mempunyai salah satu manuskrip tersebut, kami ingin
menatap dan menilainya. Sekiranya sesuai, pihak kami
ingin menerbitkannya di bawah jenama ALAF21.
( klik disini)
•
tip kehidupan, zodiak, horoskop, petua, tip, puisi,
pantun, sajak, dan pelbagai artikel menarik layari di
http://istimewa2u.blogspot.com
•
Blog Berkaitan agama, topik-topik tazkirah, audio, video
ceramah, mendengar 114 surah Al-quran secara online,
radio-radio dakwah, layari di
http://dakwah2u.blogspot.com
•
Blog Media, Tv streaming online, radio streaming online,
surat khabar, rakaman drama, radio era, hot.fm, tv1,
tv2,tv3 dan lain-lain. layari di
http://mymedia2u.blogspot.com
•
Blog Koleksi cerita lawak, lucu, kelakar dan video lawak,
lucu dan kelakar. layari di laman
http://kelakar2u.blogspot.com
•
Laman web
syarikat penerbit novel Creative
Enterprise Sdn Bhd (CESB). Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.cesb.net.my
•
Laman web
syarikat penerbit
Kaki Novel
Enterprise. Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.kakinovel.com
•
Laman web
syarikat penerbit NB kara Sdn Bhd.
Dimiliki oleh penulis terkenal Norhayati Berahim, Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.nbkara.com.my
•
Laman web
syarikat penerbit Buku Prima Sdn Bhd.
Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.bukuprima.com.my
•
Laman web
syarikat penerbit novel
jemari Seni Publishing (JS Publishing). Untuk melihat novel-novel
terbaru yang berada di pasaran, layari di
http://www.jemariseni.com
•
Laman web syarikat penerbit novel Alaf21 Sdn Bhd
(alaf21). Untuk melihat novel-novel terbaru dari Alaf21
layari di
http://www.alaf21.com.my
•
Laman web syarikat penerbit novel Fajar Pakeer Sdn Bhd). Untuk melihat novel-novel terbaru layari di
laman
http://www.fajarnovels.com.my
Kata Kunci
koleksi novel, koleksi novel
cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik,
novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen
cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru,
teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen
melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram,
cerita, cerita cinta, cerita pendek, cerita melayu, cerita online
Malaysia Group
Blog
Koleksi
Cerpen & Novel proudly powered by Blogger. Best display view 1024x768.
Google Inc
Koleksi Cerpen
& Novel dari Malaysia, Indonesia, Singapore & Brunei
Catat Ulasan
TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan