BLOG KOLEKSI CERPEN , NOVEL & CERITA ONLINE

   LAMAN UTAMA  | KOLEKSI CERPEN  | KOLEKSI NOVEL  | HANTAR KARYA | HANTAR PESANAN | AJAK KAWAN | BUAT PERMINTAAN LAGU | IKUTI BLOG INI | FACEBOOK

      Radio Online

 

klik "STOP" untuk hentikan siaran radio. Semoga terhibur.

  Koleksi Cerpen 

Jika itu takdirNya

Takdir milik Allah

Disini mawar disana penawar

Bidadari cinta

Awekku gengster nyerr

Black vs white

Aku dan dia

Memang berbaloi

Best friend not boy friend, Nyah

Beda tipis

Aku tidak bernyawa lagi

Roommate yg romantik II

Loves comes around

Hati

Cinta remaja

Kasih anak

Selamat tinggal luqman

Kerana dia ayahku

Terima kasih cinta

Aku kan ader

Nilai sebuah persahabatan

Hanya kau

Mahakarya agung sebuah kemerdekaan

Kerana umar adha

Biarkan cinta itu pergi

1 Disember

Diari seorang lelaki

Sebuah memori

Suci nur kasih

Badai cinta pertama

Ceritera aku dan dia

Ku bawa memori itu

Darul Taqwa & dato Dr Johar

Kau boleh blah!!

My miss nanny

Seandainya ku tahu

Diari hati firdaus

Mimpi yang pasti

Sampai syurga

Memang ku cinta

Unsaid?

Cinta lagi?

Cinta bukan jaminan

Cinta hakiki

Aku, dia dan pantai

Bisikan hati

Selamanya Sarah

Peeya dan payus lagilah

Hikmah perpisahan II

Dia

Cinta dalam diam

Kata terakhir darimu is love u

Aku bukan siapa-siapa

Aril & Akim

Kalau ku turutkan kata hati

Minah skuter

Jadilah seperti aku

Privite investigator putput

Gadis kebaya putih

Isteriku

Adam II

Misteri tengah malam

Dollah loves joyah

Biarku sentuh cintamu

Lifetimes lover

Saat itu

Hanya dirimu

Kasih famili

Mulanya disini

Ikatan kasih

Dan akhirnya

Kembalilah sayang

Pelangi anganku musnah

Cinta dalam hati

Pergi tak kembali

Adakah dia milikku

Pungguk dan bulan

Cinta terlarang

Cintaku di RNR tapah

Lisa

Kasih aini hidayah

Kantoi, jodoh atau kebetulan

Adakah cinta bukan milikku

Kuning vs ungu

Pelangi cinta

Adam

Biarlah rahsia

Achmad firdaus

Jalan berliku

Rintihan kekasih

Namaku Aishah

Zani pencuri rambutan

Nur hawa balqis

Itu sudah takdirnya

You are my boss

Cinta

Antara 2 cinta

Tragedi zam & chom

Benang merah di-fa

Terima kasih sayang

Jiwa-jiwa luka

Taqdir cinta kita

Cintaku selamannya

1 hari aku jatuh cinta

Biarku sentuh cintamu

Aku dan kimi = cinta atau tidak?

Cincin untuk Aisyah

Kenapa begini jadinya

Cinta, i need you

Lakaran cinta abadi

Cioccolato Caldo

Tragedi lombong lama

Yang sebenarnya

Ketuk pintu hati

Dia masih sayang

Teman

Cinta untukmu

Adil fitri

Kau, aku & mereka gila

Hikmah perkahwinan

Mengenangmu

Mungkin Nanti

Mencintainya

Cinta si pengesek biola

Maafkan aku luftan hafiy

Kasih

Hanya itu yang ku mahu

Bermulanya diari cintaku

Menantu untuk mama

Sumpah itu hantu

Diari lukisan

Cinta gila

Romantik

Cintaku, dia dia kamu

Kau atau dia

Indahnya cinta maya

Seseorang itu

Nur alia natasya

Mamat disperate

Mencari jannah

Cukup sekadar disini

Sebuah memori

Keras dan lembut

Katak oh katak

Hacks 1437

Dialah suamiku

Selamat tinggal kawan terbaik

Pandangan matanya

Kerana mobil

Dia tunanganku

Maria dan azri

Aku terperasan je

Blind date

Roda hidup

Kasihku seputih salju

Wanginya bunga kantan

Mahligai rindu

Aku, dulu, kini dan selamannya

Prinsip cinta aina

Ikan emas, jom kawen

Man in black vs Dona karen penang

Cubit peha kiri

Bantal busuk

Hujan

Maafkan daku

Tombol pintu hidayah III

Gara-gara G

Diari seorang member

 

Klik disini untuk keseluruhan koleksi cerpen....

Novel Bersiri
      Novel pilihan

sinopsis klik pada gambar

      Novel Di Pasaran

Kenangan Terindah - Hezzy Azra

Serasi di hati - Nora Ismail

Nama aku N - Aina Emir

Bunga Syurga - Anita Aruszi

Episod cinta luka - Fateen Najwa

Sandaran kasih - Aini Marisha

Fitrah kasih - Ilani Mysara

Bukan yg pertama - Salina Ibrahim

Ternyata cinta - Damya Hanna

Selagi ada dia - Aisya Sofea

Kembalikan cintaku - Norhayati NB

Warna hati - Meen Zulaikha

Seribu kali sayang - Anis Ayuni

Menanti kasih - Norzailina nordin

Cahaya - Nura zulaikha

Dakapan cinta - Eny Ryhanna

Hanya kita berdua - Aina emir

Ku Utus Rindu - Intan Arnida

Usikan rindu - Qaira Qasidah

Segalanya untukmu - A.Anessa

 

Dapatkan dikedai berhampiran anda

      html banner

klik di bawah dan "paste" ke dalam website, homepage, blog, friendster, myspace anda

 

      Jumlah Pelawat

      Untuk Anda

 

  Kehidupan adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai. Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justeru itu, manafaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat. Sentiasalah kita beringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggung jawabkan pada kemudian hari.

  Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali. Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun, dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan akhlak dan jati diri insani. 

 

PERCUMA KARYA CERPEN, NOVEL, CERITA TERBARU DAN AKAN DATANG DARI PIHAK KAMI TERUS KE EMAIL ANDA. MASUKKAN EMAIL ANDA:-

 

email:

 

Selasa, Mac 18, 2008
Cerpen : 45 Minit Terakhir
Aneuk Mie
Kisah Benar


Ini adalah hari pertama bagiku untuk menjejakkan kaki kembali di Banda Acheh. Empat tahun sudah aku meninggalkan kota yang penuh dengan kenangan indah ini untuk melanjutkan kuliah di Malaysia. Aku merasakan sensasi seperti terbangun dari tidur yang gundah dan menyedari bahwa aku masih berada di tempat tidurku sendiri yang nyaman.

Perlahan, aku menyusuri kembali jalan-jalan di kota Banda Acheh. Aku berusaha memperlambat laju kereta ku ketika melewati Taman Sari, tempat aku dulu selalu menghabiskan petang Sabtu bersama teman-teman. Sekumpulan remaja dalam usia sekolah menengah sedang bercengkrama di taman itu. Persis seperti empat tahun yang lalu ketika aku dan teman-temanku suka berkumpul di taman ini.

Tiba-tiba aku tersedar bahwa tidak seorang pun teman sekolah menengahku yang mengetahui kedatanganku ini. Bahkan dua orang bekas pelajar sekelas yang paling rapat denganku pun tidak tahu bahwa aku sedang berada di Banda Acheh. Aku tersenyum membayangkan betapa nanti terkejutnya Suci dan Dhani saat bertemu denganku.

Teringat kembali olehku sosok Dhani, cinta pertamaku. Aku menyukainya sejak hari pertama masuk sekolah menengah hinggalah saat perpisahan tamat belajar tiba, dan dia mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang polis.

Sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan keinginan Dhani untuk menjadi apapun yang dia suka. Tapi, orang tuaku sejak awal lagi sudah menyatakan keengganan mereka untuk bermenantukan seorang polis atau askar. Imej seseorang yg berkerjaya sebagai polis atau askar sangat buruk disini, terutama di Acheh. Secara tidak langsung orang tuaku menyatakan jika aku menikahi seorang polis atau tentera, berarti aku telah mengkhianati bangsaku sendiri - Acheh.

Masih kuingat petang itu, empat tahun yang lalu, saat kali terakhir aku bertemu dengannya.
"Dhan, kenapa kamu tidak kuliah saja seperti aku? Untuk apa sih kamu masuk Akademi Polisi? Kamu kan tahu, Dhan, citra polisi di negara ini sungguh jelek. Terutama di Acheh!" debatku saat dia menyatakan keinginannya untuk menjadi polis.

"Tapi, Intan, kan tidak semua polisi itu brengsek. Justru aku ingin mengubah citra jelek itu. Aku ingin jadi polisi yang bisa diteladani, yang akan membuatmu bangga," helahnya sambil tersenyum.

"Lagi pula, aku kan tetap Dhani-mu? Walaupun aku nanti jadi seorang polisi, dokter, atau ilmuwan. Iya kan, Ntan?" pujuknya.

"Tapi, Dhan...," aku tertunduk kecewa,

"kalau kamu jadi polisi, orang tuaku tidak akan menyutujui jika nanti kita menikah."

Dhani terdiam. Selama beberapa saat dia terpengun, sebelum akhirnya berkata,

"Kamu ingin kita nanti menikah, Ntan?"

Aku diam, dan dia melanjutkan, "tapi saat itu kan masih berada jauh di depan kita, Ntan."

Aku menatap mata Dhani..., ada senyuman di wajah itu. Dan rasa malu tiba-tiba saja menghampiriku.

"Walau pun saat itu masih berada jauh di depan kita, saat itu tidak akan datang jika kamu masuk polisi, Dhan," kataku sambil bangkit berdiri.

Dhani hanya diam terpaku melihat diriku yang beranjak pergi meninggalkannya duduk sendiri.

***

Kubelokkan kereta memasuki perkarangan rumah Suci. Debar jantungku menimbulkan sensasi yang menanti akan pertemuan ini. Kuparkir keretaku di bawah pokok mangga yang rindang, dan kemudian berjalan ke pintu depan rumah Suci.

Seorang wanita setengah baya membukakan pintu.

"Assalamu’alaikum," sapaku, "bisakah saya bertemu dengan Suci, Bunda?"

"Wa’alaikumsalam," jawabnya. "Masuk dan duduklah dulu, Nak. Bunda panggilkan Suci sebentar, ya?" katanya sambil tersenyum. Ia mempersilakan aku masuk ke ruang tamu dan kemudian dia pun menghilang ke ruangan lainnya.

Tak lama kemudian, Suci masuk ke ruang tamu sambil mengucapkan salam. Namun, tiba-tiba dia terpaku melihatku. Dia hanya berdiri seperti patung yg maha kaya dengan ekspresi tercengang di depan pintu.

Aku datang mendekatinya sambil menjawab salam. Kupeluk erat tubuhnya dalam dekapanku sambil berkata,

"Suci..., aku rindu sekali padamu!"

Beberapa saat lamanya kami saling berpelukan di depan pintu itu. Sampai akhirnya Suci melepaskan diri dan tertawa, "Intan..., akhirnya kamu kembali juga ke kota ini. Empat tahun! Kamu ngapain aja di Malaysia selama itu?"

Aku tersenyum, "Aku balik ke Acheh kok, Ci. Tapi cuma ke Meulaboh, mengunjungi orang tuaku." Kulihat ada air mata bahagia yang menetes di pipi Suci, dan kemudian kusedari bahwa mataku sendiri pun turut basah.

***

Setelah aku bersilaturrahim dengan keluarga Suci di rumahnya tadi, aku dan dia memutuskan untuk duduk-duduk sambil menikmati makanan dan minuman di luar rumah. Tiga puluh minit lamanya kami berkeliling dengan keretaku sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti di Rex, sebuah foodcourt yang terletak di pusat kota Banda Acheh. Disinilah kami berada sekarang, membicarakan tentang kedatanganku.

"Apa yang terjadi sampai kamu memutuskan untuk datang lagi ke kota ini, Ntan?" tanya Suci sambil meletak minumannya.

"Hmm..., aku rindu kota ini..., dan aku rindu kamu!" jawabku seadanya.

Dia tertawa, "Aku tahu itu. Tapi, kamu telah merindukan kota ini dan aku sejak hari pertama kamu meninggalkan kami..., lalu apa bedanya sekarang?" Suci berkeras. "Apa yang terjadi antara kamu dan Dhani?" selidiknya.

Tidak ada gunanya menyimpan rahasia dari Suci. Dia sudah mengenaliku sejak bertahun lamanya, dan tak pernah sekalipun aku berhasil menyembunyikan sebarang rahasia dari pengetahuannya.

"Dhani meneleponku seminggu yang lalu," jawabku, "pertama kali sejak pertemuan terakhirku dengannya."

"Lalu?" tanyanya kembali sambil menegakkan badan. Ekspresi wajahnya begitu ingin tahu sehingga membuatku tertawa.

"Dia cuma mengatakan bahwa dia ingin bertemu denganku, tapi tidak bisa datang ke Malaysia karena harus dinas. Jadi, dia minta aku untuk datang ke Banda Acheh dan menghubunginya begitu aku sampai. That’s all!" aku menjelaskan.

"That’s all? That’s all!" pekik Suci. "Dan sekarang kamu di sini untuk menjumpainya? God!"

Aku terkekeh mendengar perkataannya. Aku sendiri juga masih belum percaya kembali ke kota ini hanya kerana mendapat panggilan talifon dari Dhani itu.

"Empat tahun aku berusaha membujukmu untuk datang kembali ke kota ini tanpa hasil, dan sekarang kamu kembali hanya kerana sebuah panggilan telifon dari Dhani?" tanyanya bagi tidak percaya.

"Ya...," jawabku malu.

"Lalu bagaimana dengan alasan sibuk kuliahmu dulu?" sindirnya.

"Ah..., Suci! Jangan buat aku merasa tidak enak begitu dong!" Aku bergurau. "Setidaknya aku disini sekarang, bersamamu. Ya kan?"

"Oke..., kamu sangat mencintainya, ya kan, Ntan?" serkap jarangnya mulai memainkan peranan.

Aku merasakan aliran hangat merambat di mukaku. Pasti mukaku memerah sekarang.

"Ya..., aku tahu itu tanpa harus mendengar jawabanmu..," Suci memperhatikanku tanpa berkedip. "Lalu, kapan prince charming itu akan datang?" tambahnya.

"Aku belum memberitahunya kalau aku sedang di Banda Acheh. Aku baru saja berniat akan meneleponnya sekarang," kataku apa adanya.

"Whattt?"

***

Perasaan resah sewaktu menanti kedatangan Dhani terus hilang ketika aku melihat sosoknya berjalan mendekati meja kami. Kini Perasaan gugup silih berganti memenuhi dadaku ditambah pula dengan debar jantung yang tak menentu. Suci tersenyum ke arahku. Dia tahu apa yang sedang bergejolak di hatiku kini.

"Assalamu’alaikum, Intan," sapa Dhani sambil menjabat tanganku. "Sudah empat tahun kita tidak bertemu, dan kamu makin cantik saja," senyumnya.

"Wa’alaikumsalam, Dhan," jawabku sambil tersipu. "Bagaimana kabarmu?"

"Aku baik-baik saja, Alhamdulillah," jawabnya sambil berpaling ke arah Suci. "Hai, Assalamu-’alaikum, Ci."

"Wa’alaikumsalam, Dhan." Suci tersenyum sambil menjabat tangan Dhani. "By the way, guys. Aku ada perlu sebentar nih, aku tinggal dulu ya?" tiba-tiba Suci memohon diri. Sempat digenggamnya lembut lenganku sebagai tanda mengucapkan good luck.

"Ci, jangan lama-lama ya?" kata Dhani tiba-tiba. "Aku ga bisa lama, mau dinas. Aku cuma punya waktu 45 menit."

"Oke juga..., nanti aku balik lagi. Jaga Intan ya?" usiknya sambil berlalu dari hadapan kami.

***

Dhani duduk diam di kerusi yang terletak di sampingku. Dan aku juga hanya diam memandang orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar kami. Tak sepatah-katapun terucap sejak sepeninggalan Suci.

"Kamu rindu kota ini, Ntan?" tiba-tiba Dhani memecah kesunyian.

"Ya, tentu saja. Kota ini penuh dengan kenangan masa SMU-ku. Tiga tahun yang tak akan pernah terlupakan dalam hidupku," aku berkata perlahan.

"Kenangan bersamaku?" tanyanya lagi.

"Tiga tahun yang kuhabiskan di kota ini di isi dengan hari-hari bersamamu di sekolah, Dhan..." aku berpaling menatapnya. "Aku tak bisa mengingat hari bahagia yang kuhabiskan di kota ini tanpa mengingat kehadiranmu."

Dhani tersenyum. "Kamu masih mencintaiku?" tanyanya langsung sambil menatap tajam mataku.

Aku terpegun. Empat tahun lamanya dia menghilang tanpa sebarang khabar berita, dan kini menanyakan apakah aku masih mencintainya? Berani sungguh dia bertanya seperti itu sekarang.

Perasaan kesal tiba-tiba saja menggelora dalam dadaku. Aku bangkit berdiri untuk meninggalkannya. Lagi pula, bukankah dia ingin mengatakan sesuatu kepadaku? Dia memintaku datang ke kota ini untuk memberitahu sesuatu kepadaku, bukan untuk menanyakan sesuatu!

Sambil berdiri, aku mengambil beg tangan yang dari tadi kuletakkan di atas meja. Namun tangan Dhani sudah terlebih dahulu memegang dan menarik lembut tanganku. Pandangannya memohon agar aku kembali duduk di sampingnya.

Aku menarik nafas dengan dalam, "Apa-apaan ini, Dhan? Empat tahun kamu tidak memberiku kabar dan tiba-tiba meneleponku meminta ingin bertemu," kataku, "kamu bilang kamu ingin mengatakan sesuatu, tapi sekarang malah mengintrogasiku. Kamu mau mengatakan sesuatu atau tidak?" semburku. "Kalau tidak, lebih baik aku pergi saja."

"Intan," pintanya lembut, "ayolah..., duduk. Please!"

Aku duduk kembali dalam diam. Dhani hanya memandangku sambil tersenyum. Lama kemudian dia berkata,

"Aku masih mencintai kamu, Ntan! Makin mencintai kamu!" Lalu dia berpaling dan mengalihkan perhatiannya ke tempat lain.

Lama aku diam..., merenungi kata-katanya. Kekesalanku perlahan reda.

"Lalu, mengapa baru sekarang kamu menghubungiku, Dhan?" tanyaku setelah beberapa saat.

"kerana aku polisi, Ntan. Orang tuamu tidak akan menyetujui hubungan kita kan?" katanya sedih. "Empat tahun lamanya aku berusaha untuk melupakanmu...," dia kembali menatapku, "namun tidak pernah sedetik pun aku berhasil melakukannya."

"Entah berapa banyak malam yang kuhabiskan di pendidikan militer..., memikirkan untuk melarikan diri dan menjumpaimu di saat itu juga...," katanya sambil tersenyum. "Dan entah berapa ratus kali aku mengangkat gagang telepon untuk menghubungimu..., namun tak pernah jadi kulakukan."

Dhani meraih tanganku. "Please, Ntan..., aku ingin tahu..., apakah kamu juga masih mencintaiku?" tanyanya.

"Kamu tetap saja seorang polisi sekarang, Dhan. Kondisinya malah lebih parah dari pada waktu terakhir kita bertemu. Saat kamu masih seorang pelajar yang memiliki keinginan untuk jadi polisi. Kamu sekarang seorang polisi sungguhan. Lalu, apa yang membuatmu memutuskan untuk menghubungiku minggu lalu?" aku mengabaikan pertanyaannya dengan bertanya pula.

"kerana aku sadar bahwa aku tak peduli walau semua orang di dunia ini tidak menyetujui hubungan kita. Aku mencintaimu..., Apakah kamu masih mencintaiku, Ntan?" kembali Dhani bertanya sambil menatap tajam mataku. Tatapannya begitu menuntut sebuah jawapan..., ada kilau kerinduan jauh di dalam bola matanya...,

Akhirnya aku tersenyum membalas tatapan mata itu..., "Apakah kedatanganku ini tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu, Dhan?" kataku. Kemudian aku tertunduk malu, tak sanggup membalas tatapannya.

"Oke..., satu masalah selesai. Sekarang aku tahu aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Tinggal bagaimana caranya meyakinkan orang tuamu untuk menyetujui hubungan kita...," katanya sambil tersenyum.

***

Sisa waktu sebelum Dhani pergi kami habiskan dengan berbual sambil makan dan minum. Waktu selama empat tahun yang telah memisahkan kami terasa lenyap bagaikan uap-uap air yang melayang ke angkasa biru. Dia masih Dhaniku yang dulu..., Dhaniku yang serius..., Dhaniku yang suka tersenyum..., Dhaniku yang suka menatap mataku dengan matanya yang tajam...,

"Kamu tetap akan balik ke Malaysia besok pagi?" tanya Dhani.

"He-eh..," jawabku, "aku harus ikut ujian, Dhan."

Seraut perasaan kecewa terlihat di wajahnya. "Aku harus dinas sekarang..., dan baru selesai besok siang..., aku tak akan bisa mengantarkanmu ke bandara jika kamu naik pesawat pagi."

Aku tersenyum melihat keengganannya membiar keberangkatanku itu.

"Ga apa-apa kok, aku bisa ke bandara sendiri."

"Oke...," katanya lagi, "kapan kita akan bertemu lagi? Minggu depan aku berangkat ke Hongkong."

"Hongkong?" aku tercengang.

"Ya..., ada pelatihan inteligen di sana..., aku akan balik dari Hongkong akhir bulan Desember." Dhani tersenyum.

"Oh..., oke...," aku balas tersenyum, "pokoknya, kamu harus hadir di hari kelulusanku di bulan Maret nanti, oke?"

Dhani hanya tersenyum mendengar permintaanku.

"Dhan! Janji..., kamu akan datang untukku, kan?" tanyaku.

"InsyaAllah..., sayang! Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi..., oke?" katanya sambil meraih tanganku ke dalam genggamannya.

"Oke juga..., dan jangan lupa untuk tetap meneleponku!"

***

Malaysia, 29 Desember 2004

Aku duduk bersimpuh hanyut dalam doaku kepada Sang Pencipta, setelah usai melaksanakan Shalat Maghrib.

Tiga hari yang lalu, kotaku tercinta diluluh-lantakkan oleh gempa bumi berkekuatan 9.0 skala Richter yang diikuti dengan gelombang Tsunami. Segalanya musnah..., rumah-rumah hancur, jalan-jalan rosak, gedung-gedung remuk, dan mayat-mayat bergelimpangan di Banda Acheh.

Baru petang ini aku mendapat khabar dari kedua orang tua dan adik-adikku bahwa mereka sudah mengungsi ke Medan. Alhamdulillah, Ya Allah, Engkau masih memberikan keluargaku kesempatan untuk berkumpul bersama di dunia ini.

Tiga hari yang meletihkan kuhabiskan di Pusat Kemanusiaan untuk Acheh. Aku dan teman-teman di pusat tersebut berusaha untuk menolong mengkoordinasi bantuan yang dikirim dari Malaysia ke Acheh, baik itu bantuan berupa pakaian, makanan, ubat-ubatan, maupun bantuan sukarelawan.

Kami juga berusaha untuk memberikan informasi tentang keadaan di Banda Acheh setepat mungkin. Sudah puluhan mahasiswa yang mendapat khabar bahwa anggota keluarga mereka menjadi korban bencana. Menyaksikan saat mereka mendengar khabar duka tersebut merupakan satu masa paling menyedihkan dalam hidupku.

Tapi kesibukan di pusat bantuan setidaknya dapat membantuku melupakan kekhuawatiran yang melanda nasib teman-temanku di Banda Acheh.

Aku belum menerima khabar dari Suci dan keluarganya. Begitu juga belum menerima sebarang khabar dari Dhani sekeluarga.

Dhani seharusnya sudah mendengar berita tentang Tsunami ini walaupun dia sedang berada di Hongkong. Dan seharusnya dia sudah menalifonku untuk memberi khabar. Aku sudah berulang kali berusaha menghubungi telifon bimbitnya, tapi usaha tersebut sia-sia saja kerana talifonnya tidak aktif. Hubungan talifon terakhirku dengan Dhani terjadi dua hari sebelum Tsunami, Dhani saat itu mengatakan bahwa dia masih akan berada di Hongkong dalam beberapa hari lagi.

Kulipat sajadah dan telekung dengan perlahan. Air mata masih hangat menetes di pipiku atas doa yang kupanjatkan kepada-Nya.

"Berikan kami kekuatan dalam menghadapi cobaan-Mu, Ya Rabb!" pintaku.

Tiba-tiba lamunanku terhenti oleh deringan talifon. Perlahan, kuambil talifon itu dan kuperhatikan nombor sipemanggil yg tertera.

"Tidak terdaftar..., tapi ini nombor talifon luar..., siape yer?" batinku.

"Assalamu’alaikum." kataku setelah menekan butang terima.

"Wa’alaikumsalam, Intan. Ini aku, Suci."

Dan air mata gembira pun kembali menetes dengan derasnya. "Ya Allah, Alhamdulillah! Suci, kamu dimana?" aku bertanya di sela-sela isak tangis.

"Aku di Medan, Ntan. Baru saja sampai. Kami sekeluarga mengungsi ke rumah pamanku di Binjai." ucapnya lirih dan kemudian terdiam.

Aku masih tersedu perlahan kerana bahagia bahwa Suci selamat dari bencana tersebut. Namun, dalam diam aku merasa Suci seperti ada merahsiakan sesuatu dariku. Entah mengapa, aku merasa takut untuk mendengar kembali dia mengatur kata yg berikutnya. Dia menyembunyikan sesuatu..., aku tahu itu.

"Ntan, ada berita duka yang harus kusampaikan padamu." Suci memecah ketegangan di antara kami.

"Tentang keluargamu, Ci?" tanyaku sambil berusaha untuk menerima kejadian yang terburuk.

"Bukan, Ntan. Ini tentang Dhani. Dhani tiba dari Hongkong hari Sabtu malam sebelum kejadian bencana itu, Ntan. Aku bertemu dengan orang tuanya tadi pagi di bandara Iskandar Muda. Mereka mengatakan bahwa Dhani belum ditemukan sampai saat ini, dan seseorang sempat melihatnya ikut terseret arus, Ntan."

"Intan? Halo? Intan, kamu masih mendengarkan aku? Intan!!..."

***

Malaysia, March 2005

Pasir putih yang terhampar luas terasa sejuk di telapak kakiku yang tidak beralas. Aroma pantai pun terasa segar mengalir di pembuluh darahku melalui udara yang kuhirup. Aku berlari-lari kecil berkejaran dengan ombak-ombak yang menghempas di pantai yang indah itu.

Suatu kekuatan di pantai ini membuatku merasa hangat dan bahagia. Matahari pagi, kicau camar, pasir putih yang dingin, suara gelombang yang bergemuruh, desir angin di pepohonan, bahkan tetesan embun dari dedaunan pun seakan membawa makna keceriaan dalam kesendirianku. Sampai saatnya kuterpengun menatap sosok yang berdiri jauh di hadapanku..., "Dhani??" pekikku tidak percaya.

Aku berlari menghampiri Dhani. "Dhani?" teriakku kembali memanggilnya. Namun, aku tidak pernah boleh mendekat walau selangkahpun. Sampai akhirnya aku terjatuh bersimpuh di pasir putih yang dingin itu. Aku mulai menangis, air mata menetes deras di pipiku.

Akhirnya Dhani datang menghampiri dan menggenggam erat tanganku untuk membantuku berdiri. Dia tersenyum, dan kemudian memelukku erat. Pelukannya dingin, sedingin tatap matanya.

"Dhan..., untuk apa kamu bertemu lagi denganku di bulan Juli itu, kalau kamu akhirnya harus pergi secepat ini?" tanyaku. Pertanyaan itulah pula yang selalu kutanyakan pada-Nya dalam setiap sujudku.

"Untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu..., untuk membuktikan bahwa aku menyayangimu..., dan untuk kenangan bahwa kita pernah memiliki 45 menit itu bersama..." jawabnya.

Airmataku kembali mengalir dengan derasnya.

"Tapi aku ingin kita memiliki waktu yang lebih lama dari 45 menit..., Dhan...," pintaku.

***

Kereta tolak di pusat membeli-belah itu ku sorong perlahan. Seharian aku tidak boleh melupakan mimpiku tentang Dhani malam tadi. Mimpi itu terlalu nyata untuk dikatakan sebagai sebuah mimpi. Aku masih merasa dingin dekapannya saat memelukku erat..., aku juga masih boleh merasakan dingin jemarinya saat menghapus air mata di pipiku..., bahkan aku masih bisa merasakan dingin tatapan mata itu..., saat dia memandangku.

Mimpi itu telah menyedarkan aku akan kekeliruan yang kulakukan selama ini. Tak ada gunanya aku bersedih, Dhani juga pasti tidak ingin melihat aku terus bersedih. Aku harus melanjutkan hidupku dan berbahagia untuknya. Cepat atau lambat aku akan menyusulnya, dan sebelum masa itu tiba aku ingin membuat hidupku lebih bermakna. Lagi pula, Dhani selalu bersamaku disini, dihatiku..., di dalam doa-doaku...,

Aku tersenyum sendiri. "Dhan...," bisikku dalam hati. "Aku berjanji tak akan bersedih lagi..., tak akan menangis atas kepergianmu lagi. Aku janji akan menjalani hidup ini dengan bahagia. Kamu akan selalu ada di hatiku, Dhan!"

Setelah membayar semua barang perbelanjaan dan mengambil beg di tempat penitipan barang, aku bergegas keluar dari pusat membeli-belah menuju tempat letak kereta. Namun, ketika aku sedang melewati foodcourt yang terletak bersebelahan dengan pusat membeli belah dimana aku berbelanja, seorang wanita bergegas menghampiriku.

Ketergesaan itu membuat orang-orang yang sedang menyantap makan tengahari memperhatikannya. Lelaki yang tadi duduk bersamanya pun bangkit bergegas mengikuti.

Wanita itu sedikit berlari ke arahku dan kemudian langsung memelukku erat. "Intaaan...," sebutnya sambil menangis di pelukanku.

Sekelibat bayang melintasi fikiranku..., sampai akhirnya aku mengenali wanita itu..., dia adalah saudara perempuan Dhani..., "Kak Dhina? Koq Kak Dhina ada di Malaysia?"

"Dhin..., ayo kita duduk dulu. Orang-orang memperhatikan kita, Dhin." Lelaki yang tadi bersama Kak Dhina berusaha menenangkannya.

Lelaki itu tersenyum ke arahku dan berkata, "Ayo, Dek, kita duduk dulu di sana," sambil menunjuk ke arah kerusi tempat mereka tadi duduk.

"Intan..., kenalkan ini suamiku, Randy." Kak Dhina berkata setelah bisa menguasai kembali emosinya. "Aku ada di Malaysia untuk menemani Randy tugas selama seminggu. Dan aku juga ingin bisa bertemu dengan kamu."

"Lalu kenapa Kak Dhina tidak menghubungiku saja?" tanyaku hairan. Tentu lebih mudah untuk bertemu denganku jika dia menalifonku terlebih dahulu daripada mengharapkan kejadian seperti ini.

"Aku tidak sanggup, Ntan. Memikirkanmu berarti memikirkan dia yang telah pergi..., sampai sekarang pun kami belum menemukan jenazahnya, Ntan!" Kak Dhina kembali terisak.

Aku hanya diam. Aku tahu aku tak akan sanggup berkata apa-apa, atau air mataku takkan boleh kutahan lagi.

"Dia sengaja kembali dari Hongkong tanpa memberitahumu. Dia berencana datang ke Malaysia hari minggu itu untuk membuat kejutan," Kak Dhina berkata lirih.

"Malam itu, dia mendatangiku di kamar dan kami mengobrol sampai larut malam. Dia berkata besok pagi dia akan pergi, dan dia ingin aku menyimpan sesuatu yang sangat berharga baginya." Kak Dhina kini memperhatikanku dengan seksama. Dia membuka tas tangannya dan mengambil sebuah kotak kecil berlapis kain baldu.

"Dia berkata bahwa dia ingin memberikan ini di hari kelulusanmu," Kak Dhina memberikan kotak itu kepadaku,

"dan sebagai kado tambahan..., dia ingin melamarmu di hari itu...,"

Kugenggam erat kotak kecil itu sambil memejamkan mata..., Ya Allah..., tolong aku!! Aku tak ingin menangis lagi..., setitik mutiara bening jatuh membasahi pipiku. "Makasih, Kak. Kado ini akan menggantikan dirinya di hari kelulusanku nanti. Berarti, dia menepati janjinya untuk hadir di hari itu walaupun kami telah dipisahkan oleh kematian. Dan tak ada kado yang lebih indah yang dapat kuterima selain mendengarkan keinginannya untuk melamarku..."
-selesai-



Kupersembahkan tulisan ini untuk ‘Kau Yang Terkasih’...,
kerana...,
Tak seorang pun bisa menggantikan tempatmu di hatiku...,
Namun kutahu...,
Masih ada cinta yang indah...,
Untuk seseorang yang akan menemaniku sampai ajal menjelang...,
Kau istirahatlah sekarang..., jangan lagi kaurisaukan aku...,
Ku kan bahagia dan tersenyum dalam hidupku...,

-Cie-
posted by Tanpa Nama @ 7:18 PG  

Kongsi Karya Ini Di Dinding Facebook Anda
6 Comments:
  • At 18/3/08 11:47 PG, Anonymous Tanpa Nama said…

    sedihnya...
    klu apa y dceritakn btul tjadi, tabahkan hati.. stiap kjadian msti ada hikmahnya

     

  • At 18/3/08 7:37 PTG, Anonymous Tanpa Nama said…

    Mmg sdeh.. Perpisahan sememang nye menyakitkn.. Namun perpisahan adalah jnji kpd setiap pertemuan..

     

  • At 23/3/08 2:48 PTG, Anonymous Tanpa Nama said…

    sedihnye cite ni ... kalau ade org yg ditimpe nasib seperti di dlm cite tu , tabahkanlah hati anda . ye . oh ya , lagi cite ni memang best .

     

  • At 25/5/08 7:02 PTG, Anonymous Tanpa Nama said…

    tabah ya..... Dya yg berada di alam sana pasti akan truz mendoakan kebahagianmu.... jdi anda perlu tabah.....

     

  • At 26/5/08 1:45 PG, Anonymous Tanpa Nama said…

    jika kisah ini benar,tabahkan hati.dia yg tersayang pasti merinduimmu selalu..bergembiralah utknya,k!!!

     

  • At 24/11/08 10:40 PTG, Anonymous Tanpa Nama said…

    Nape la cte nie cdih sgt ek?? mmg besh thp gaban la.. congratz 2 u !!

     

Catat Ulasan

TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan

<< Home

 

 

 NOVEL TERBARU DI PASARAN

 

 

"Dia hidup bukan kerana cinta. Dia hidup kerana kehadiran Prince Charming yang menyelamatkannya. Semuanya gara-gara dia mengoyak Carta Prince Charming—carta misteri yang tiada sesiapa tahu dari mana datangnya. Yang pasti, memang dia langsung tidak percaya dengan sumpahan yang dikatakan berkaitan dengan Carta Prince Charming.

"Sumpahan puteri? Kau ingat ini cerita dongeng ke? Puteri apa yang nak sumpah aku ni? Puteri bunian? Puteri lindungan bulan?”

Desakan daripada Sofea membawanya ke Kelab Bola Sepak. Di situlah Prince Charming berkumpul. Tetapi hanya seorang sahaja Prince Charming yang dicari-carinya. Namun, untuk mencari Prince Charming bukanlah mudah, namun dia yakin, antara mereka, pasti salah seorang adalah penyelamatnya.

Orang tu pun satu! Dah selamatkan nyawa orang, tak reti-reti ke nak munculkan diri? Bukan ke lagi senang kalau datang berdiri depan aku dan cakap, Sayalah yang selamatkan awak daripada kena langgar semalam. Finish! Tak adalah nak panjangkan cerita sampai beratus muka surat semata-mata nak cari Prince Charming!

Tajuk: Prince Charming
Penulis: Ratu Bulan
Terbitan: Fajar Pakeer

Harga: RM19.90
Ulasan:

 


 

NOVEL HANGAT DIPASARAN

 

 

Pertemuan pertama memberi impak yang berbeza kepada dua insan. Maria malu mengenang, sedang Hisyam mahu mendekat. Maria semakin resah apabila Hisyam terus-terusan mendesak. Dalam benci ada rindu. Bijak Hisyam memujuk, mereka akhirnya disatukan.

Salina hadir menjadi duri dalam daging. Bagi Hisyam, gadis itu ialah sahabatnya yang terbaik. Insan paling dipercayai. Namun, dalam diam, Salina meracuni hubungan mereka. Salina ada agenda yang tersendiri.

Semakin hari, semakin nipis rasa percaya Maria terhadap Hisyam. Namun, dia tidak mungkin menghindar rasa kasih yang sudah menebal. Demi menunaikan permintaan Maria, Hisyam tega melamar Salina walau ada luka di hati.

Sanggupkah Hisyam menduakan Maria yang pernah dicintai sepenuh hati? Dan, Maria, mampukah membiarkan suami tersayang jatuh ke tangan Salina? Atau, Mariakah orang ketiga yang tidak lagi diperlukan kehadirannya oleh Hisyam?

 

Baca bab awal dari bab 1-15 di www.takmungkinkuhindar.blogspot.com
 

Tajuk: Tak Mungkin Kuhindar
Penulis: Ana Sofiya
Terbitan: Fajar Pakeer

Harga: RM22.90
Ulasan:

 


       Karyaseni

www.karyaseni.my
www.karyaseni.com.my
       Menarik Klik Dibawah
    50 Karya Terbaru

  Info Karya Terkini

      Baca Karya Pilihan

  Pelukan Cinta - Novel cinta yang 90% adalah kisah benar, wujud lagikah manusia sebegini?

 

  Suami Aku Ustaz - Bila Suami Yang Merupakan ustaz kini menjadi suamiku, Sebuah novel yang banyak menekan nilai-nilai islamik

 

  Terlerai Kasih Sebuah novel yang heroinnya bertudung, novel yang begitu menarik. selamat membaca

 

  Kahwin Ganti - Novel yang pasti dapat memikat hati pembaca. bagaimana seorang yang sakit menjadi suamiku

 

  Kemilau Karya Kasih - Kisah  anti novel melayu, yang memandang jijik dan hina novel melayu. ikuti kisah menarik ini.

 

  Opps pintu hatiku - Kisah yang menarik pilihan yang mampu memberi keseronokan membaca

 

  Pilihan Mama - perlukah ikut pilihan mama, sedangkan pilihan mama umpama manusia yang tidak berperikemanusian

 

  Tak Mungkin Kuhindar - Novel yang mendapat sambutan dan popular di penulisan2u

 

  Dibius Cinta - Cucukan jarum cinta manakah yang mampu membius hatiku. Kalau sudah membaca novel ini kali pertama, pasti tidak akan berhenti.

 

 

klik pada tajuk untuk membaca karya pilihan di atas

 

      Iklaneka

 

125 

 

 

 

 

 

Berminat iklan di blog penulisan2u? hubungi kami di email : Bantuan@penulisan2u.net

      Tarikh Karya

 

Ikuti blog ini | Follow this blog

      Berita Hangat

Penulisan2u sedang berkerjasama dengan Penerbit Novel bagi memberi peluang kepada penulis-penulis berbakat dan karya yang menarik. Antara novel yang sudah di terbitkan

 

  Biarlah YM Berbicara

  Baju Pengantin Mak Andam

  Siapakah Di hatiku

  Hot Gimmick

  Pergilah Air Mata

  Sepupuku Suamiku

  Hadirmu Takdirku

  Cermin

  Tak Mungkin Kuhindar

  Bini Aku Tomboy Ke?

  Jodoh Atau Cinta

  Prince Charming

  AD + IZ 

 

Tunggu kemunculan novel-novel terbaru dari penulis penulisan2u setiap bulan di pasaran.

      Ingin Hadiah?

PERADUAN KUIZ . Tahniah kepada 10 Pemenang Kuiz, Hadiah ditaja oleh Syarikat Penerbitan Kaki novel Enterprise. Klik Disini untuk melihat Senarai pemenang.

 

UNTUK PENULIS. 5 Penulis terbaik pilihan pembaca setiap bulan. akan menerima hadiah sebuah novel. Blog pertama dan satunya2 blog yang memberi hadiah kepada penulis. Klik Disini untuk melihat senarai Penulis terbaik pilihan pembaca setiap bulan

 

UNTUK PENGULAS & PEMBACA?

2 Pengulas paling AKTIF dengan memberi komen yang ikhlas dan membina, pada setiap karya cerpen / novel  di penulisan2u akan menerima hadiah sebuah NOVEL.

 

      Bilik Sembang

Info
TAG

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita melayu

UCAPAN

1/1/2009:
Tahun baru misi baru, cerpen dan novel pun baru. semoga terhibur bersama blog kami

KATA HIKMAH

1) Cara yang pasti untuk terlepas dari berjaya ialah terlepas peluang

2)"Jika saya ingin memulakan kembali perniagaan saya, maka saya akan memilih perniagaan network (MLM)"DONALD TRUMPH

3) "ada menyebut, 9/10 daripada rezeki berpunca daripada perniagaan" HADIS

4)Dalam tempoh lima tahun akan datang hanya wujud 2 jenis perniagaan iaitu perniagaan yang menggunakan INTERNET sebagai platform ATAU perniagaan tanpa internet yang akan terkeluar dari persaingan dunia perniagaan.” Apabila ditanya kepada beliau, bagaimana awak boleh jadi di antara orang yang terkaya di dunia? Jawab beliau,“Saya berada ditempat yang betul tepat pada masanya, saya melihat VISI dan yang sangat penting. Saya melakukan TINDAKAN!!”. BILL GATES

5) "Daripada 40 orang terkaya yang berumur di bawah 40 tahun, separuh daripada mereka berjaya melalui INTERNET."  -MAJALAH FORTUNE-

6) Jika anda mahu melakukan sesuatu anda akan mencari jalan dan jika anda tidak mahu melakukan sesuatu anda akan mencari alasan

7) Siapa yang tidak pernah gagal, dia tidak akan menjadi kaya -charles h.spungeon-

8) Ingatlah Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu sendiri berusaha mengubahnya - al-Radu [13]: 11-

9) 99% kejayaan dibina dari kegagalan yang lalu, siapa yang mahu dan tidak bertindak, dia adalah haiwan perosak -willim blake-

9) Banyak hal yang kita sebut sebagai was-was untuk bertindak seringkali dapat diubah menjadi kejayaan dan keuntungan, hanya dengan mengubah sedikit sahaja sikap dalam diri seseorang daripada rasa takut bertukar untuk berjuang

10) semasa kita berhenti dari berfikir, kita biasanya terlepas satu peluang

11) Ilmu melalui bukunya, kemahiran melalui pengalamanya, kejayaan melalui usahanya


TAG

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita melayu

Inspirasi kejayaan yang cemerlang di
www.kerjaya.net
      Chit-Chat Corner

online
     Rakan Niaga

Rahsia dari 8 Jutawan Malaysia

Rahsia penjimatan elektrik

117 Idea Bisnes Luar Biasa

Webhosting Terbaik Malaysia

Video Tutorial Bisnes Internet

Peluang Bisnes SMS

Google Adsense jana Duit

Rahsia perniagaan digital

Business Internet

Cara Format PC

Perkakasan membina website

Cara membina Blog wordpress

Buat Duit dengan Ebook

Rahsia sistem merekrut MLM

Menjana pendapatan di EBAY

Tingkatkan Traffik ke website

Tiada duit untuk kahwin?

Rahsia Bisnes di Internet

Panduan asas membina blog

Jana wang dgn unit trust

Belajar design grafik

Bengkel website

10 Model Bisnes internet

Pakej bisnes internet

Belajar HTML website

Rahsia teknik bisnes di EBAY

      Novel pilihan

sinopsis klik pada gambar

   Diari Penulis

    • Aisya Sofea

    • Anis Ayuni

    • Bikash Nur Idris

    • Damya Hanna

    • Dhiya Zafira

    • Eny Ryhanna

    • Salina ibrahim

    Dina Najat

    • Ahadiat Akashah

    • Norhayati Berahim

    • Aina Emir

    • Hafirda Afiela

    • Hani Fazuha

    • Dewi Sukma

    • Sri Diah

    • Zn Isa

    • Lily Suraini

    • Lily Haslina

    • Nia Azalea

    • Rose Harissa

    • Norzailina Nordin

    • Aleya Aneesa

    • Liza Zahira

    • Ida Nardiel

    • Eka fahara

    Syima Syawal

    • Meen Zulaikha

    • Rose harissa

    • Aleya Aneesa

    • Lynn Dayana

    • Mersik Romoyu

         Ingin Menjadi Penulis?

Creative Enterprise Sdn. Bhd., sedang mencari manuskrip kanak-kanak atau remaja. Ini kerana pihak kami ingin memperluaskan dan memperbanyakkan bahan bacaan untuk kanak-kanak dan remaja. Di samping itu kami juga ingin memupuk minat membaca dalam kalangan kanak-kanak dan remaja. ( klik disini )

Karyaseni Enterprise ingin memaklumankan kepada anda yang berminat untuk menghantar manuskrip anda kepada KS untuk penilaian, sila email kan sinopsis dan tiga bab awal ke alamat email berikut: Manuskrip@karyaseni.my

KarnaDya Solutions Sdn Bhd. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan? hantarkan karya anda. Sebelum anda menghantarkan manuskrip anda, sila hantarkan butiran berikut terlebih dahulu melalui emel/pos. untuk maklumat lanjut ( klik disini )

NB Kara Sdn Bhd dengan berbesar hati menjemput mana-mana penulis yang merasakan diri mereka layak menjadi penulis yang versatil, menghantar manuskrip mereka kepada NB Kara Sdn Bhd. Tulisan anda terlebih dahulu akan dinilai oleh penulis prolifik Norhayati Berahim dan juga beberapa panel editor sebelum diluluskan untuk terbitan.
 ( klik disini )

Jemari Seni Publishing. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan? Untuk tujuan pengiriman manuskrip, JEMARI SENI telah menggariskan panduan kepada penulis-penulisnya. untuk maklumat lanjut ( klik disini )

 

Alaf 21 Sdn Bhd. Tahun 2008 bakal menjanjikan sinar kecemerlangan seandainya karya anda terpilih untuk diterbitkan oleh Alaf 21, penerbit novel tersohor di Malaysia. Jika anda mempunyai salah satu manuskrip tersebut, kami ingin menatap dan menilainya. Sekiranya sesuai, pihak kami ingin menerbitkannya di bawah jenama ALAF21. ( klik disini)

   Ahli Pelawat
      Novel Di Pasaran

Kenangan Terindah - Hezzy Azra

Serasi di hati - Nora Ismail

Nama aku N - Aina Emir

Bunga Syurga - Anita Aruszi

Episod cinta luka - Fateen Najwa

Sandaran kasih - Aini Marisha

Fitrah kasih - Ilani Mysara

Bukan yg pertama - Salina Ibrahim

Ternyata cinta - Damya Hanna

Selagi ada dia - Aisya Sofea

Kembalikan cintaku - Norhayati NB

Warna hati - Meen Zulaikha

Seribu kali sayang - Anis Ayuni

Menanti kasih - Norzailina nordin

Cahaya - Nura zulaikha

Dakapan cinta - Eny Ryhanna

Hanya kita berdua - Aina emir

Ku Utus Rindu - Intan Arnida

Usikan rindu - Qaira Qasidah

Segalanya untukmu - A.Anessa

 

Dapatkan dikedai berhampiran anda

      Bantuan Carian

Dua cara asas untuk memudahkan anda melayari laman blog penulisan2u pada masa akan datang. pastikan anda set laman penulisan2u sebagai  "homepage utama" atau dengan "add to favorite" di pelayar komputer anda. caranya dgn klik dibawah:-

 

      Web & Blog Terbaik

Koleksi cerpen & novel online terbaik dari Malaysia, Indonesia, SIngapore & Brunei. Layari di http://penulisan2u.net

Koleksi artikel isu semasa, artikel yang menarik dan hangat http://semasa2u.blogspot.com

tip kehidupan, zodiak, horoskop, petua, tip, puisi, pantun, sajak, dan pelbagai artikel menarik layari di http://istimewa2u.blogspot.com

Blog Berkaitan agama, topik-topik tazkirah, audio, video ceramah, mendengar 114 surah Al-quran secara online, radio-radio dakwah, layari di http://dakwah2u.blogspot.com

Blog Media, Tv streaming online, radio streaming online, surat khabar, rakaman drama, radio era, hot.fm, tv1, tv2,tv3 dan lain-lain. layari di http://mymedia2u.blogspot.com

Blog Koleksi cerita lawak, lucu, kelakar dan video lawak, lucu dan kelakar. layari di laman http://kelakar2u.blogspot.com

Laman web penerbit novel KarnaDya Penerbitan Karyaseni Syarikat penerbitan yang dimiliki oleh Penulisan2u. Novel-novel dari laman penulisan2u akan diterbitkan oleh Karyaseni http://www.karyaseni.my

Laman web syarikat penerbit novel Creative Enterprise Sdn Bhd (CESB). Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.cesb.net.my

Laman web syarikat penerbit Kaki Novel Enterprise. Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.kakinovel.com

Laman web syarikat penerbit NB kara Sdn Bhd. Dimiliki oleh penulis terkenal Norhayati Berahim, Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.nbkara.com.my

Laman web syarikat penerbit Buku Prima Sdn Bhd. Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.bukuprima.com.my

Laman web syarikat penerbit novel jemari Seni Publishing (JS Publishing). Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.jemariseni.com

Laman web syarikat penerbit novel Alaf21 Sdn Bhd (alaf21). Untuk melihat novel-novel terbaru dari Alaf21 layari di http://www.alaf21.com.my

Laman web syarikat penerbit novel Fajar Pakeer Sdn Bhd). Untuk melihat novel-novel terbaru  layari di laman http://www.fajarnovels.com.my

      Kata Kunci

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita pendek, cerita melayu, cerita online

      Malaysia Group