BLOG KOLEKSI CERPEN , NOVEL & CERITA ONLINE

   LAMAN UTAMA  | KOLEKSI CERPEN  | KOLEKSI NOVEL  | HANTAR KARYA | HANTAR PESANAN | AJAK KAWAN | BUAT PERMINTAAN LAGU | IKUTI BLOG INI | FACEBOOK

      Radio Online

 

klik "STOP" untuk hentikan siaran radio. Semoga terhibur.

  Koleksi Cerpen 

Jika itu takdirNya

Takdir milik Allah

Disini mawar disana penawar

Bidadari cinta

Awekku gengster nyerr

Black vs white

Aku dan dia

Memang berbaloi

Best friend not boy friend, Nyah

Beda tipis

Aku tidak bernyawa lagi

Roommate yg romantik II

Loves comes around

Hati

Cinta remaja

Kasih anak

Selamat tinggal luqman

Kerana dia ayahku

Terima kasih cinta

Aku kan ader

Nilai sebuah persahabatan

Hanya kau

Mahakarya agung sebuah kemerdekaan

Kerana umar adha

Biarkan cinta itu pergi

1 Disember

Diari seorang lelaki

Sebuah memori

Suci nur kasih

Badai cinta pertama

Ceritera aku dan dia

Ku bawa memori itu

Darul Taqwa & dato Dr Johar

Kau boleh blah!!

My miss nanny

Seandainya ku tahu

Diari hati firdaus

Mimpi yang pasti

Sampai syurga

Memang ku cinta

Unsaid?

Cinta lagi?

Cinta bukan jaminan

Cinta hakiki

Aku, dia dan pantai

Bisikan hati

Selamanya Sarah

Peeya dan payus lagilah

Hikmah perpisahan II

Dia

Cinta dalam diam

Kata terakhir darimu is love u

Aku bukan siapa-siapa

Aril & Akim

Kalau ku turutkan kata hati

Minah skuter

Jadilah seperti aku

Privite investigator putput

Gadis kebaya putih

Isteriku

Adam II

Misteri tengah malam

Dollah loves joyah

Biarku sentuh cintamu

Lifetimes lover

Saat itu

Hanya dirimu

Kasih famili

Mulanya disini

Ikatan kasih

Dan akhirnya

Kembalilah sayang

Pelangi anganku musnah

Cinta dalam hati

Pergi tak kembali

Adakah dia milikku

Pungguk dan bulan

Cinta terlarang

Cintaku di RNR tapah

Lisa

Kasih aini hidayah

Kantoi, jodoh atau kebetulan

Adakah cinta bukan milikku

Kuning vs ungu

Pelangi cinta

Adam

Biarlah rahsia

Achmad firdaus

Jalan berliku

Rintihan kekasih

Namaku Aishah

Zani pencuri rambutan

Nur hawa balqis

Itu sudah takdirnya

You are my boss

Cinta

Antara 2 cinta

Tragedi zam & chom

Benang merah di-fa

Terima kasih sayang

Jiwa-jiwa luka

Taqdir cinta kita

Cintaku selamannya

1 hari aku jatuh cinta

Biarku sentuh cintamu

Aku dan kimi = cinta atau tidak?

Cincin untuk Aisyah

Kenapa begini jadinya

Cinta, i need you

Lakaran cinta abadi

Cioccolato Caldo

Tragedi lombong lama

Yang sebenarnya

Ketuk pintu hati

Dia masih sayang

Teman

Cinta untukmu

Adil fitri

Kau, aku & mereka gila

Hikmah perkahwinan

Mengenangmu

Mungkin Nanti

Mencintainya

Cinta si pengesek biola

Maafkan aku luftan hafiy

Kasih

Hanya itu yang ku mahu

Bermulanya diari cintaku

Menantu untuk mama

Sumpah itu hantu

Diari lukisan

Cinta gila

Romantik

Cintaku, dia dia kamu

Kau atau dia

Indahnya cinta maya

Seseorang itu

Nur alia natasya

Mamat disperate

Mencari jannah

Cukup sekadar disini

Sebuah memori

Keras dan lembut

Katak oh katak

Hacks 1437

Dialah suamiku

Selamat tinggal kawan terbaik

Pandangan matanya

Kerana mobil

Dia tunanganku

Maria dan azri

Aku terperasan je

Blind date

Roda hidup

Kasihku seputih salju

Wanginya bunga kantan

Mahligai rindu

Aku, dulu, kini dan selamannya

Prinsip cinta aina

Ikan emas, jom kawen

Man in black vs Dona karen penang

Cubit peha kiri

Bantal busuk

Hujan

Maafkan daku

Tombol pintu hidayah III

Gara-gara G

Diari seorang member

 

Klik disini untuk keseluruhan koleksi cerpen....

Novel Bersiri
      Novel pilihan

sinopsis klik pada gambar

      Novel Di Pasaran

Kenangan Terindah - Hezzy Azra

Serasi di hati - Nora Ismail

Nama aku N - Aina Emir

Bunga Syurga - Anita Aruszi

Episod cinta luka - Fateen Najwa

Sandaran kasih - Aini Marisha

Fitrah kasih - Ilani Mysara

Bukan yg pertama - Salina Ibrahim

Ternyata cinta - Damya Hanna

Selagi ada dia - Aisya Sofea

Kembalikan cintaku - Norhayati NB

Warna hati - Meen Zulaikha

Seribu kali sayang - Anis Ayuni

Menanti kasih - Norzailina nordin

Cahaya - Nura zulaikha

Dakapan cinta - Eny Ryhanna

Hanya kita berdua - Aina emir

Ku Utus Rindu - Intan Arnida

Usikan rindu - Qaira Qasidah

Segalanya untukmu - A.Anessa

 

Dapatkan dikedai berhampiran anda

      html banner

klik di bawah dan "paste" ke dalam website, homepage, blog, friendster, myspace anda

 

      Jumlah Pelawat

      Untuk Anda

 

  Kehidupan adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai. Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justeru itu, manafaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat. Sentiasalah kita beringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggung jawabkan pada kemudian hari.

  Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali. Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun, dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan akhlak dan jati diri insani. 

 

PERCUMA KARYA CERPEN, NOVEL, CERITA TERBARU DAN AKAN DATANG DARI PIHAK KAMI TERUS KE EMAIL ANDA. MASUKKAN EMAIL ANDA:-

 

email:

 

Khamis, Februari 28, 2008
Selamat Tinggal Sepi
ibnu raz
Penulis dari indonesia

…terinspirasikan oleh seorang teman yang menemukan bidadarinya di Sulawesi

Di usianya yang telah mencapai kepala empat, Drajat masih saja hidup menyendiri. Sebagai anak bungsu dengan keempat kakak yang sudah menikah dan memiliki anak-anak yang beranjak besar, ia tidak pernah merasa kesepian. Rumah keluarganya yang besar di Bandung memungkinkan seluruh anak-anak ayah-ibunya bisa memboyong keluarganya masing-masing dan tinggal bersama. Keponakannya yang berjumlah 10 orang, dari yang terbesar berusia 20 tahun hingga yang terkecil berusia 4 tahun, membuat hidupnya selalu merasakan kehadiran bayi-bayi baru di setiap waktu sejak usianya mulai cukup matang dan naluri kebapakannya mulai tumbuh.

Tapi itu saat ia tinggal dan bekerja di Bandung. Sekarang sudah hampir dua tahun ia berada di Makasar untuk tugas kantornya di proyek pembangunan bandara Hasanudin. Awal hari-harinya dilaluinya dengan kesibukan di sana-sini, tak kenal waktu, siang-malam ataupun hari libur sekalipun. Ia hanya sempat pulang ke Bandung selama beberapa hari saat libur lebaran dua dan satu tahun yang lalu.

Namun beberapa bulan ini kesibukannya mulai menurun. Ia mulai memiliki waktu-waktu untuk dirinya sendiri, hari-hari libur atau saat malam mulai larut dan ketika acara di televisi mulai menjenuhkan. Hari-hari libur diisinya dengan pergi ke pusat kota terbesar di timur Indonesia itu. Entah pergi ke pusat perbelanjaan, toko buku, nonton film di bioskop, makan ikan bakar di kawasan Losari atau berlayar ke pulau-pulau kecil yang indah di selat Makasar, Kadang ia ditemani rekan-rekan kerjanya yang juga teman satu kosnya. Kadang ia pergi sendiri saja karena rekan-rekan lainnya yang baru bergabung dengan proyeknya sekitar enam bulan sebelumnya memiliki rencana pergi ke tempat yang sudah pernah disinggahinya.

Kesepian mulai menyapa setiap tak ada kegiatan yang harus digelutinya. Tidur malam yang biasanya bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan karena kepenatan pikiran dan keletihan fisik, kini tak lagi bisa dilakukannya dengan mudah. Matanya yang terpejam tak mampu memejamkan hati dan pikirannya. Hatinya mengeluh akan kesendiriannya, hatinya ingin dipeluk dalam kehangatan sepanjang waktu, terutama saat malam tiba. Pikirannya lalu berupaya menenangkan dengan mengingatkan bahwa tinggal beberapa bulan saja ia akan kembali ke keluarga besarnya. Kembali pada kakak-kakaknya, kakak-kakak iparnya dan sepuluh keponakannya. Namun hati kecilnya tidak mau menerima apa yang dikatakan pikirannya. Ia lalu mengingatkan tentang pesan amarhumah ibunya beberapa tahun yang lalu. Ibunya berpesan agar ia mulai memikirkan dirinya dan mencari pasangan hidupnya agar tak sepi di hari tuanya nanti. Ibunya menambahkan dalam pesannya bahwa setelah ditinggal almarhum suaminya, ayah Drajat, ia kerap dilanda rindu mendalam dan tetap merasa sepi walau di rumahnya tinggal bersama 9 anak-mantunya dan 10 cucu.

Setiap sang hati mengingatkan hal itu, sang pikiran akan berhenti mendebat bahkan kemudian larut bersama sang hati. Air mata kadang datang menemani membasahi pipinya. Hati dan pikirannya baru tunduk setelah ia bersujud kepada sang Khalik dalam shalat malamnya.

Namun sudah beberapa malam ini, pikirannya tidak pernah berusaha menenangkan hatinya. Ia bahkan yang memulai lebih dulu. Kehadiran Fafa, anak Pak Yus pemilik kos, dari studinya di Surabaya telah menggugah asanya akan pesan ibunya. Keanggunan milik ibunya terpancar begitu jelas dari wajah Fafa, hal yang dicarinya selama ini, sebagai penanda kekasih hatinya.

Hari Sabtu pagi di Makasar kali ini tidak seperti sebelumnya. Hujan tak kunjung berhenti sejak subuh tadi. Sehabis sarapan, Drajat melangkah ke teras depan, seperti biasa untuk menghirup teh dan membaca surat kabar. Sekitar lima belas menit ia membaca koran pagi itu, telinganya mendengar suara lembut menyapa hangat.

“Pagi, Kak Drajat.”

Drajat menoleh dan mendapati Fafa dengan senyum menghias wajahnya berdiri di dekat kursi rotan kosong dekat pintu rumah kos.

“Eh Fafa, selamat pagi juga.”

“Lagi asyik baca ya?”

“Ya, kebiasaan setiap sabtu dan minggu pagi. Karena gak perlu buru-buru ke proyek.”

“Oh gitu. Saya ikut duduk di sini ya Kak?”

“Oh silakan aja. Kan ini rumah kamu, Fa. Saya yang numpang di sini.”

“Makasih Kak.”

“Atau kalau Fafa mau sendiri di sini, biar saya pindah ke dalam.” Drajat menyesalkan kata-katanya itu. Kesempatan mengenal lebih dekat Fafa seolah dibuangnya percuma.

“Gak kok Kak. Saya malah lebih senang kalo Kak Drajat di sini. Biar ada teman ngobrol.”

Drajat tersenyum. Hatinya ikut tersenyum. Pikirannya bekerja keras memilih topik dan kata yang cocok untuk membuat Fafa terkesan. Tapi tidak berhasil. Jantung yang berdebar kencang membuat pikirannya sulit mengikuti keinginannya sendiri.

“Kak Drajat tahu gak. Dari dulu saya pun punya kebiasaan seperti ini. Tapi tanpa koran atau majalah. Saya senang memandangi lalu lalang orang dan kendaraan di depan. Mereka memberi inspirasi baru buat saya setiap kalinya.”

Kemudian keduanya pun larut dalam hangatnya perbincangan. Drajat merasa nyaman bersama Fafa sehingga ia tidak mengalami kesulitan memikirkan kata-kata yang harus dipilihnya, sesuatu yang tak pernah dirasakannya selama ini setiap kali ia berhadapan dengan perempuan yang menarik hatinya dimana kegugupan selalu menyergap. Perbincangan sempat terhenti ketika Bu Yus, ibu Fafa, datang dan menyuguhkan jalangkote, makanan kecil khas Makasar yang serupa pastel, namun tidak lama karena sang ibu kos segera meminta diri sambil tersenyum penuh makna.

Perbincangan berakhir dengan sebuah janji. Sore nanti, Fafa meminta Drajat menemaninya pergi ke toko buku di pusat kota. Drajat dengan senang hati meluluskan permintaan itu. Tumbuhan kecil di hatinya pagi ini mendapatkan siraman air ajaib yang membuat kini telah mekar bunganya.

Dan hari-hari selanjutnya pun begitu indah buatnya. Sampai suatu Sabtu pagi, dua minggu setelah perbincangan mereka yang pertama, di tempat yang sama, di teras depan, Fafa menyampaikan sebuah cerita.

“Kak. Saya gak tahu harus memulai dari mana. Kakak kan tahu kalau usia saya sudah lebih dari tiga puluh. Sejak saya masih di Surabaya, Bapak sudah menawarkan hal ini. Perjodohan. Bapak ingin menjodohkan saya dengan anak teman lamanya. Saya memang mengenalnya.”

Fafa diam, ia memandangi Drajat yang juga diam. Namun wajahnya tetap tenang dan menyiratkan bahwa ia ingin Fafa meneruskan ceritanya.

“Bapak bilang kalau saya tidak bisa menemukan seseorang di Surabaya, lebih baik saya menerima perjodohan ini. Dan tiga bulan yang lalu saat tengah sibuk menyelesaikan tesis, Bapak kembali bertanya, menyadari bahwa setelah dua tahun saya di Surabaya, saya tak juga bertemu dengan seorang yang kelak menjadi suami saya, saya pun mengiyakan keinginan Bapak.”

Fafa diam, lalu kembali memandang wajah Drajat. Drajat tetap diam dan memperlihatkan ekspresi yang sama akan ketertarikan kelanjutan cerita Fafa.

“Setelah mengiyakan permintaan Bapak lalu saya pun lupa. Saya benar-benar lupa sejak saat itu. Kesibukan menyelesaikan tesis, menghadapi sidang pengujian, mengurus administrasi dan bla-bla-bla, benar-benar membuat saya lupa soal itu. Sekembalinya saya ke sini pun saya masih lupa. Pertemuan dengan…”

Fafa menghentikan kata-katanya. Kali ini Drajat bersuara.

“Pertemuan dengan siapa?”

“Pertemuan… dengan… seseorang yang membuat saya merasa nyaman bersamanya. Kebersamaan dengannya membuat saya tetap lupa bukan sekedar pura-pura lupa. Sampai tadi malam, Bapak menyampaikan bahwa keluarga temannya itu akan datang hari Minggu besok untuk bersilaturahmi.”

Drajat bagai tersengat listrik mendengar itu. Jantungnya yang dari tadi berdegup kencang kini semakin kencang. Urat-urat di sekitar rahangnya terasa ketat membuat kata-kata yang diucapkan lewat mulutnya begitu berat.

“Me…reka datang… besok?

“Ya, Kak.”

Drajat berpikir keras. Hari ini sebenarnya ia sudah bertekad untuk menyampaikan perasaaannya pada Fafa. Dua minggu bersama Fafa secar intens telah cukup baginya untuk melihat Fafa sebagai tulang rusuknya yang hilang. Kalau ia nyatakan juga saat ini, ia khawatir akan membuat Fafa semakin bingung. Ia sudah berniat mengurungkan niatnya itu. Tapi, ia teringat kata-kata Ustadz-nya dulu bahwa dalam hal kebaikan ia tidak boleh mendahulukan orang lain, ia harus mendahulukan dirinya. Dan memiliki Fafa sebagai perwujudan pesan ibunya adalah sebuah kebaikan yang sangat mulia.

“Fa, apakah seseorang yang kamu katakan tadi itu… itu saya?”

Fafa tidak menjawab, ia terdiam beberapa saat. Hanya anggukan kecil yang dilakukannya sementara matanya tetap menatap lantai teras.

“Fa, sebenarnya saya pun merasakan hal yang sama. Saya juga ingin memintamu kepada Bapak sekiranya setelah saya katakan ini… katakan bahwa saya ingin serius dengan kamu… kamu memberikan tanda yang saya pahami. Sekarang… bukan bermaksud membuat kamu makin pusing memikirkannya, tapi saya harus sampaikan… saya ingin kamu jadi pendamping hidup saya… maafkan saya tapi saya harus Fa.”

Fafa terdiam, namun tetesan air mata mulai membasahi pipinya. Ia lalu menyeka pipinya dengan tangannya.

“Terima kasih Kak. Itu yang ingin saya dengar. Tapi saya pun mesti menuruti perintah orang tua. Saya tidak ingin membuat Bapak kecewa.”

“Walau kamu sendiri kecewa. Oh, maaf. Tidak seharusnya saya mendesak kamu.”

Drajat lalu berdiri.

“Fa, saya ingat saya harus ke kota. Saya janji dengan paman untuk membantunya mengemasi barang-barangnya untuk pindah ke Padang. Saya masuk ya. Do this for yourself, shalat Istikharah akan membuat Allah bersamamu.”

Drajat lalu masuk ke dalam tanpa menunggu jawaban Fafa.

Hari itu Drajat tidak pulang. Ia memilih bermalam di rumah pamannya. Ia merasa kehadirannya adalah hal terakhir yang ingin dijumpai Fafa saat ini. Ia ingin memberikan kebebasan pada Fafa, tidak ingin nantinya, ia tak kuasa menahan diri dan kembali mendesak, memperjuangkan cintanya. Ia merasa tidak perlu membuat Fafa terdesak dan memilih membantah Bapaknya, membuat hubungan Bapak dan teman lamanya menjadi cacat karenanya. Fafa sudah tahu apa yang harus dilakukannya.

Hari Minggu pagi hingga siang, Drajat habiskan dengan melanjutkan pekerjaan mengemasi barang-barang yang belum lagi rampung. Menjelang Ashar barulah pekerjaan itu selesai. Barang-barang telah dipindahkan ke truk besar yang akan membawa barang-barang itu ke kantor ekspedisi pengiriman barang sore ini juga. Sehingga saat pamannya itu sampai di Padang minggu depan, barang-barang itu sudah sampai juga sehari sebelumnya.

Setelah berjanji akan ikut mengantarkan kepergian pamannya minggu depan, Drajat pun pamit. Dari Bu Yus, ia tahu kalau keluarga teman Pak Yus akan datang menjelang makan siang. Seharusnya saat ia sampai di rumah menjelang Maghrib, ia tidak akan bertemu dengan mereka, terutama dengan laki-laki yang akan memboyong pujaan hatinya.

Sesampai di rumah tepat sebelum adzan Maghrib berkumandang, Drajat hanya masuk kamar untuk mengambil kopiah lalu kembali ke luar untuk melangkah menuju mushola dekat rumah kosnya itu. Di mushola, Pak Yus sudah duduk di dalamnya seperti biasa.

Shalat Maghrib usai. Tidak seperti biasanya, Pak Yus tidak berpanjang-panjang dalam dzikir-nya. Ia sudah berdiri di pintu mushola saat Drajat beranjak dari duduk bersimpuhnya. Senyum mengembang di wajah sang Bapak kos. Drajat lalu mendekatinya, menjabat tangannya sambil merendahkan kepala dan bahunya memberi hormat.

“Kemarin ke mana, Jat? Pak Yus membuka percakapan begitu mereka keluar dari area mushola, berjalan beriringan kembali menuju rumah.

“Kemarin saya bantu-bantu paman, pak. Dia mau pindah ke Padang minggu depan.”

“Oh jadi ya. Bapak ingat kamu pernah bilang itu.”

“Jadi, pak. Barang-barangnya besok sudah naik kapal ke Surabaya besok. Lalu dari Surabaya dibawa dengan truk kontainer.”

“Syukurlah…”

Mereka sudah mencapai teras depan. Drajat sudah ingin pamit masuk ke dalam karena biasanya Bapak kos akan duduk dulu di sana menikmati kopi yang sudah disediakan istrinya.

“Pak… saya duluan ke dalam ya.”

“Jat, kamu mau temani Bapak minum kopi? Teh kamu sudah Ibu sediakan.”

Drajat baru menyadari bahwa di meja kecil itu sudah ada dua buah cangkir, bukan hanya satu seperti biasanya. Drajat lalu mengangguk dan duduk di kursi rotan dekat cangkir teh yang disediakan untuknya sementara Pak Yus duduk di tempat biasanya duduk, kursi rotan dekat cangkir kopinya.

“Ada apa ya, Pak?” Setelah ia duduk sambil memandang Bapak kos menyulut rokok kreteknya.

“Bapak hari ini bahagia sekali, Jat.”

“Alhamdulillah, Pak. Saya insya Allah ikut bahagia.” Drajat berusaha tetap tenang. Ia menebak arah cerita Bapak kos-nya tentang lamaran keluarga teman lamanya untuk meminang Fafa.

“Kamu memang anak baik, Jat. Terima kasih.”

Pak Yus lalu mengambil cangkir kopinya sambil memberi isyarat mempersilakan Drajat meminum tehnya. Lalu diseruputnya kopi yang masih panas itu beberapa saat, lalu setelah ditaruhnya kembali cangkir itu, ia menghisap rokoknya lagi. Drajat melakukan hal yang sama, menyeruput tehnya, namun tentu saja tidak merokok.

“Hari ini Bapak bahagia. Fafa sudah menemukan pilihannya. Bapak bahagia karena ini pilihan hatinya.”

Drajat menghela nafasnya perlahan. Ternyata Allah telah menunjukkan orang lain untuk Fafa dan bukan dirinya.

“Hubungan Bapak dan teman Bapak pun makin erat. Sudah lama kami tidak bertemu. Ia kini sudah jadi pejabat di Jakarta. Kami bermaksud menjodohkan kedua anak kami.”

Bapak kos kembali menyeruput kopinya. Drajat hanya diam. Pandangannya diarahkan ke kewibawaan bapak kosnya yang dulu pernah berdinas di Angkatan Udara.

“Tapi ya, manusia berencana Allah yang menentukan. Tadinya Bapak kira, beliau datang ke sini untuk mematangkan pembicaraan kami sejak tiga bulan yang lalu. Hari ini ia dan istrinya datang untuk minta maaf karena tidak bisa memenuhi rencana kami. Anaknya sudah memilih memperistri teman kantornya di Jakarta. Ia bilang tidak bisa memaksakan keinginannya sehingga ia merasa perlu datang untuk minta maaf, tidak sekedar menyampaikannya lewat telepon. Di sela-sela kesibukannya, ia mau terbang ke sini hanya untuk menyampaikan hal itu. Bapak benar-benar terharu. Bapak dengan senang hati memaafkannya. Sebenarnya tidak ada yang perlu dimaafkan. Bapak malah merasa lega.”

“Lega?” Drajat kali menanggapinya. Ia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.

“Iya, Jat. Bapak lega karena Bapak sudah seharian tadi bingung bagaimana membatalkan rencana ini. Selepas shalat Subuh tadi, Fafa sudah menunggu di depan pintu rumah. Menunggu Bapak. Dia menyampaikan dengan uraian air mata. Ia minta maaf kali ini ia tidak bisa menuruti keinginan Bapak. Ia punya pilihan lain. Bapak tidak tega melihatnya, tapi Bapak juga sampaikan kalau Bapak tidak berani menyinggung perasaan teman lama Bapak dan Fafa pun selama ini tidak pernah minta untuk membatalkannya. Bapak meminta Fafa untuk mengerti. Dan… Fafa memang anak yang berbakti. Ia bilang kalau ia rela melakukan apa saja untuk orang tuanya. Ia mencium tangan Bapak. Lalu kembali ke kamarnya tanpa berkata apa-apa.”

Kedatangan Bu Yus membawa sepiring jalangkote menghentikan kata-kata Bapak. Ia baru melanjutkan bicara setelah ibu kos kembali ke dalam sambil mempersilakan suaminya dan Drajat menikmati hangatnya jalangkote.

“Bapak yakin apapun yang Bapak putuskan, Fafa akan menerimanya. Tapi pilihan Fafa adalah pilihan Bapak sejak lama. Hanya saja Bapak tidak punya kesempatan untuk mempertemukan keduanya sejak lama. Bapak senang sekali dan bertekad menyampaikan permintaan maaf pada teman lama Bapak. Tapi, Alhamdulillah, beliau duluan yang minta maaf.”

“Siapa… siapa yang dipilih Fafa, Pak?” Drajat memberanikan dirinya. Ia ingin memastikannya. Ia tidak ingin berandai-andai. Jangan-jangan selain dia, ada laki-laki lain yang muncul di hati Fafa.

“Kamu, Jat. Siapa lagi.” Pak Yus menjawab dengan mantap.

“Alhamdulillah.” Drajat melafalkan pujian bagi sang Khalik. Doanya dikabulkan. Hati dan pikirannya mantap menyuruh mulutnya menyampaikan keinginan terbesarnya saat itu. “Kalau boleh minggu depan, saya akan melamar Fafa. Saya akan minta kakak-kakak saya untuk datang melamar dengan resmi.”

“Bapak setuju. Tapi Bapak sarankan besok kamu cari tempat tinggal lain dulu, rasanya tidak etis kalau calon suami-istri tinggal satu atap sebelum ijab qabul.”

“Saya setuju juga, Pak. Besok saya cari tempat tinggal sementara. Terima kasih banyak, Pak. Terima kasih.”

Drajat lalu bangkit dan meraih tangan Bapak kos yang akan menjadi bapak mertuanya itu, mencium tangannya dengan hormat. Lalu minta diri masuk ke dalam rumah. Pak Yus hanya mengangguk-angguk mempersilakan. Senyum kedua calon mantu-mertua itu pun mengembang.

Begitu Drajat masuk ke dalam menuju kamarnya ia mendapati Fafa sedang duduk di ujung ruangan memandangnya. Drajat tersenyum ke arahnya sambil membuka pintu kamar. Fafa pun tersenyum, mengangguk lalu menunduk malu.

Langit di luar pun tersenyum. Tak ada awan, hanya bintang-bintang yang bersinar lebih terang dari biasanya. Malam itu bulan purnama, bulat sempurna.
posted by Tanpa Nama @ 2:27 PTG  

Kongsi Karya Ini Di Dinding Facebook Anda
0 Comments:

Catat Ulasan

TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan

<< Home

 

 

 NOVEL TERBARU DI PASARAN

 

 

"Dia hidup bukan kerana cinta. Dia hidup kerana kehadiran Prince Charming yang menyelamatkannya. Semuanya gara-gara dia mengoyak Carta Prince Charming—carta misteri yang tiada sesiapa tahu dari mana datangnya. Yang pasti, memang dia langsung tidak percaya dengan sumpahan yang dikatakan berkaitan dengan Carta Prince Charming.

"Sumpahan puteri? Kau ingat ini cerita dongeng ke? Puteri apa yang nak sumpah aku ni? Puteri bunian? Puteri lindungan bulan?”

Desakan daripada Sofea membawanya ke Kelab Bola Sepak. Di situlah Prince Charming berkumpul. Tetapi hanya seorang sahaja Prince Charming yang dicari-carinya. Namun, untuk mencari Prince Charming bukanlah mudah, namun dia yakin, antara mereka, pasti salah seorang adalah penyelamatnya.

Orang tu pun satu! Dah selamatkan nyawa orang, tak reti-reti ke nak munculkan diri? Bukan ke lagi senang kalau datang berdiri depan aku dan cakap, Sayalah yang selamatkan awak daripada kena langgar semalam. Finish! Tak adalah nak panjangkan cerita sampai beratus muka surat semata-mata nak cari Prince Charming!

Tajuk: Prince Charming
Penulis: Ratu Bulan
Terbitan: Fajar Pakeer

Harga: RM19.90
Ulasan:

 


 

NOVEL HANGAT DIPASARAN

 

 

Pertemuan pertama memberi impak yang berbeza kepada dua insan. Maria malu mengenang, sedang Hisyam mahu mendekat. Maria semakin resah apabila Hisyam terus-terusan mendesak. Dalam benci ada rindu. Bijak Hisyam memujuk, mereka akhirnya disatukan.

Salina hadir menjadi duri dalam daging. Bagi Hisyam, gadis itu ialah sahabatnya yang terbaik. Insan paling dipercayai. Namun, dalam diam, Salina meracuni hubungan mereka. Salina ada agenda yang tersendiri.

Semakin hari, semakin nipis rasa percaya Maria terhadap Hisyam. Namun, dia tidak mungkin menghindar rasa kasih yang sudah menebal. Demi menunaikan permintaan Maria, Hisyam tega melamar Salina walau ada luka di hati.

Sanggupkah Hisyam menduakan Maria yang pernah dicintai sepenuh hati? Dan, Maria, mampukah membiarkan suami tersayang jatuh ke tangan Salina? Atau, Mariakah orang ketiga yang tidak lagi diperlukan kehadirannya oleh Hisyam?

 

Baca bab awal dari bab 1-15 di www.takmungkinkuhindar.blogspot.com
 

Tajuk: Tak Mungkin Kuhindar
Penulis: Ana Sofiya
Terbitan: Fajar Pakeer

Harga: RM22.90
Ulasan:

 


       Karyaseni

www.karyaseni.my
www.karyaseni.com.my
       Menarik Klik Dibawah
    50 Karya Terbaru

  Info Karya Terkini

      Baca Karya Pilihan

  Pelukan Cinta - Novel cinta yang 90% adalah kisah benar, wujud lagikah manusia sebegini?

 

  Suami Aku Ustaz - Bila Suami Yang Merupakan ustaz kini menjadi suamiku, Sebuah novel yang banyak menekan nilai-nilai islamik

 

  Terlerai Kasih Sebuah novel yang heroinnya bertudung, novel yang begitu menarik. selamat membaca

 

  Kahwin Ganti - Novel yang pasti dapat memikat hati pembaca. bagaimana seorang yang sakit menjadi suamiku

 

  Kemilau Karya Kasih - Kisah  anti novel melayu, yang memandang jijik dan hina novel melayu. ikuti kisah menarik ini.

 

  Opps pintu hatiku - Kisah yang menarik pilihan yang mampu memberi keseronokan membaca

 

  Pilihan Mama - perlukah ikut pilihan mama, sedangkan pilihan mama umpama manusia yang tidak berperikemanusian

 

  Tak Mungkin Kuhindar - Novel yang mendapat sambutan dan popular di penulisan2u

 

  Dibius Cinta - Cucukan jarum cinta manakah yang mampu membius hatiku. Kalau sudah membaca novel ini kali pertama, pasti tidak akan berhenti.

 

 

klik pada tajuk untuk membaca karya pilihan di atas

 

      Iklaneka

 

125 

 

 

 

 

 

Berminat iklan di blog penulisan2u? hubungi kami di email : Bantuan@penulisan2u.net

      Tarikh Karya

 

Ikuti blog ini | Follow this blog

      Berita Hangat

Penulisan2u sedang berkerjasama dengan Penerbit Novel bagi memberi peluang kepada penulis-penulis berbakat dan karya yang menarik. Antara novel yang sudah di terbitkan

 

  Biarlah YM Berbicara

  Baju Pengantin Mak Andam

  Siapakah Di hatiku

  Hot Gimmick

  Pergilah Air Mata

  Sepupuku Suamiku

  Hadirmu Takdirku

  Cermin

  Tak Mungkin Kuhindar

  Bini Aku Tomboy Ke?

  Jodoh Atau Cinta

  Prince Charming

  AD + IZ 

 

Tunggu kemunculan novel-novel terbaru dari penulis penulisan2u setiap bulan di pasaran.

      Ingin Hadiah?

PERADUAN KUIZ . Tahniah kepada 10 Pemenang Kuiz, Hadiah ditaja oleh Syarikat Penerbitan Kaki novel Enterprise. Klik Disini untuk melihat Senarai pemenang.

 

UNTUK PENULIS. 5 Penulis terbaik pilihan pembaca setiap bulan. akan menerima hadiah sebuah novel. Blog pertama dan satunya2 blog yang memberi hadiah kepada penulis. Klik Disini untuk melihat senarai Penulis terbaik pilihan pembaca setiap bulan

 

UNTUK PENGULAS & PEMBACA?

2 Pengulas paling AKTIF dengan memberi komen yang ikhlas dan membina, pada setiap karya cerpen / novel  di penulisan2u akan menerima hadiah sebuah NOVEL.

 

      Bilik Sembang

Info
TAG

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita melayu

UCAPAN

1/1/2009:
Tahun baru misi baru, cerpen dan novel pun baru. semoga terhibur bersama blog kami

KATA HIKMAH

1) Cara yang pasti untuk terlepas dari berjaya ialah terlepas peluang

2)"Jika saya ingin memulakan kembali perniagaan saya, maka saya akan memilih perniagaan network (MLM)"DONALD TRUMPH

3) "ada menyebut, 9/10 daripada rezeki berpunca daripada perniagaan" HADIS

4)Dalam tempoh lima tahun akan datang hanya wujud 2 jenis perniagaan iaitu perniagaan yang menggunakan INTERNET sebagai platform ATAU perniagaan tanpa internet yang akan terkeluar dari persaingan dunia perniagaan.” Apabila ditanya kepada beliau, bagaimana awak boleh jadi di antara orang yang terkaya di dunia? Jawab beliau,“Saya berada ditempat yang betul tepat pada masanya, saya melihat VISI dan yang sangat penting. Saya melakukan TINDAKAN!!”. BILL GATES

5) "Daripada 40 orang terkaya yang berumur di bawah 40 tahun, separuh daripada mereka berjaya melalui INTERNET."  -MAJALAH FORTUNE-

6) Jika anda mahu melakukan sesuatu anda akan mencari jalan dan jika anda tidak mahu melakukan sesuatu anda akan mencari alasan

7) Siapa yang tidak pernah gagal, dia tidak akan menjadi kaya -charles h.spungeon-

8) Ingatlah Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu sendiri berusaha mengubahnya - al-Radu [13]: 11-

9) 99% kejayaan dibina dari kegagalan yang lalu, siapa yang mahu dan tidak bertindak, dia adalah haiwan perosak -willim blake-

9) Banyak hal yang kita sebut sebagai was-was untuk bertindak seringkali dapat diubah menjadi kejayaan dan keuntungan, hanya dengan mengubah sedikit sahaja sikap dalam diri seseorang daripada rasa takut bertukar untuk berjuang

10) semasa kita berhenti dari berfikir, kita biasanya terlepas satu peluang

11) Ilmu melalui bukunya, kemahiran melalui pengalamanya, kejayaan melalui usahanya


TAG

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita melayu

Inspirasi kejayaan yang cemerlang di
www.kerjaya.net
      Chit-Chat Corner

online
     Rakan Niaga

Rahsia dari 8 Jutawan Malaysia

Rahsia penjimatan elektrik

117 Idea Bisnes Luar Biasa

Webhosting Terbaik Malaysia

Video Tutorial Bisnes Internet

Peluang Bisnes SMS

Google Adsense jana Duit

Rahsia perniagaan digital

Business Internet

Cara Format PC

Perkakasan membina website

Cara membina Blog wordpress

Buat Duit dengan Ebook

Rahsia sistem merekrut MLM

Menjana pendapatan di EBAY

Tingkatkan Traffik ke website

Tiada duit untuk kahwin?

Rahsia Bisnes di Internet

Panduan asas membina blog

Jana wang dgn unit trust

Belajar design grafik

Bengkel website

10 Model Bisnes internet

Pakej bisnes internet

Belajar HTML website

Rahsia teknik bisnes di EBAY

      Novel pilihan

sinopsis klik pada gambar

   Diari Penulis

    • Aisya Sofea

    • Anis Ayuni

    • Bikash Nur Idris

    • Damya Hanna

    • Dhiya Zafira

    • Eny Ryhanna

    • Salina ibrahim

    Dina Najat

    • Ahadiat Akashah

    • Norhayati Berahim

    • Aina Emir

    • Hafirda Afiela

    • Hani Fazuha

    • Dewi Sukma

    • Sri Diah

    • Zn Isa

    • Lily Suraini

    • Lily Haslina

    • Nia Azalea

    • Rose Harissa

    • Norzailina Nordin

    • Aleya Aneesa

    • Liza Zahira

    • Ida Nardiel

    • Eka fahara

    Syima Syawal

    • Meen Zulaikha

    • Rose harissa

    • Aleya Aneesa

    • Lynn Dayana

    • Mersik Romoyu

         Ingin Menjadi Penulis?

Creative Enterprise Sdn. Bhd., sedang mencari manuskrip kanak-kanak atau remaja. Ini kerana pihak kami ingin memperluaskan dan memperbanyakkan bahan bacaan untuk kanak-kanak dan remaja. Di samping itu kami juga ingin memupuk minat membaca dalam kalangan kanak-kanak dan remaja. ( klik disini )

Karyaseni Enterprise ingin memaklumankan kepada anda yang berminat untuk menghantar manuskrip anda kepada KS untuk penilaian, sila email kan sinopsis dan tiga bab awal ke alamat email berikut: Manuskrip@karyaseni.my

KarnaDya Solutions Sdn Bhd. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan? hantarkan karya anda. Sebelum anda menghantarkan manuskrip anda, sila hantarkan butiran berikut terlebih dahulu melalui emel/pos. untuk maklumat lanjut ( klik disini )

NB Kara Sdn Bhd dengan berbesar hati menjemput mana-mana penulis yang merasakan diri mereka layak menjadi penulis yang versatil, menghantar manuskrip mereka kepada NB Kara Sdn Bhd. Tulisan anda terlebih dahulu akan dinilai oleh penulis prolifik Norhayati Berahim dan juga beberapa panel editor sebelum diluluskan untuk terbitan.
 ( klik disini )

Jemari Seni Publishing. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan? Untuk tujuan pengiriman manuskrip, JEMARI SENI telah menggariskan panduan kepada penulis-penulisnya. untuk maklumat lanjut ( klik disini )

 

Alaf 21 Sdn Bhd. Tahun 2008 bakal menjanjikan sinar kecemerlangan seandainya karya anda terpilih untuk diterbitkan oleh Alaf 21, penerbit novel tersohor di Malaysia. Jika anda mempunyai salah satu manuskrip tersebut, kami ingin menatap dan menilainya. Sekiranya sesuai, pihak kami ingin menerbitkannya di bawah jenama ALAF21. ( klik disini)

   Ahli Pelawat
      Novel Di Pasaran

Kenangan Terindah - Hezzy Azra

Serasi di hati - Nora Ismail

Nama aku N - Aina Emir

Bunga Syurga - Anita Aruszi

Episod cinta luka - Fateen Najwa

Sandaran kasih - Aini Marisha

Fitrah kasih - Ilani Mysara

Bukan yg pertama - Salina Ibrahim

Ternyata cinta - Damya Hanna

Selagi ada dia - Aisya Sofea

Kembalikan cintaku - Norhayati NB

Warna hati - Meen Zulaikha

Seribu kali sayang - Anis Ayuni

Menanti kasih - Norzailina nordin

Cahaya - Nura zulaikha

Dakapan cinta - Eny Ryhanna

Hanya kita berdua - Aina emir

Ku Utus Rindu - Intan Arnida

Usikan rindu - Qaira Qasidah

Segalanya untukmu - A.Anessa

 

Dapatkan dikedai berhampiran anda

      Bantuan Carian

Dua cara asas untuk memudahkan anda melayari laman blog penulisan2u pada masa akan datang. pastikan anda set laman penulisan2u sebagai  "homepage utama" atau dengan "add to favorite" di pelayar komputer anda. caranya dgn klik dibawah:-

 

      Web & Blog Terbaik

Koleksi cerpen & novel online terbaik dari Malaysia, Indonesia, SIngapore & Brunei. Layari di http://penulisan2u.net

Koleksi artikel isu semasa, artikel yang menarik dan hangat http://semasa2u.blogspot.com

tip kehidupan, zodiak, horoskop, petua, tip, puisi, pantun, sajak, dan pelbagai artikel menarik layari di http://istimewa2u.blogspot.com

Blog Berkaitan agama, topik-topik tazkirah, audio, video ceramah, mendengar 114 surah Al-quran secara online, radio-radio dakwah, layari di http://dakwah2u.blogspot.com

Blog Media, Tv streaming online, radio streaming online, surat khabar, rakaman drama, radio era, hot.fm, tv1, tv2,tv3 dan lain-lain. layari di http://mymedia2u.blogspot.com

Blog Koleksi cerita lawak, lucu, kelakar dan video lawak, lucu dan kelakar. layari di laman http://kelakar2u.blogspot.com

Laman web penerbit novel KarnaDya Penerbitan Karyaseni Syarikat penerbitan yang dimiliki oleh Penulisan2u. Novel-novel dari laman penulisan2u akan diterbitkan oleh Karyaseni http://www.karyaseni.my

Laman web syarikat penerbit novel Creative Enterprise Sdn Bhd (CESB). Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.cesb.net.my

Laman web syarikat penerbit Kaki Novel Enterprise. Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.kakinovel.com

Laman web syarikat penerbit NB kara Sdn Bhd. Dimiliki oleh penulis terkenal Norhayati Berahim, Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.nbkara.com.my

Laman web syarikat penerbit Buku Prima Sdn Bhd. Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.bukuprima.com.my

Laman web syarikat penerbit novel jemari Seni Publishing (JS Publishing). Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.jemariseni.com

Laman web syarikat penerbit novel Alaf21 Sdn Bhd (alaf21). Untuk melihat novel-novel terbaru dari Alaf21 layari di http://www.alaf21.com.my

Laman web syarikat penerbit novel Fajar Pakeer Sdn Bhd). Untuk melihat novel-novel terbaru  layari di laman http://www.fajarnovels.com.my

      Kata Kunci

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita pendek, cerita melayu, cerita online

      Malaysia Group