BLOG KOLEKSI CERPEN , NOVEL & CERITA ONLINE

   LAMAN UTAMA  | KOLEKSI CERPEN  | KOLEKSI NOVEL  | HANTAR KARYA | HANTAR PESANAN | AJAK KAWAN | BUAT PERMINTAAN LAGU | IKUTI BLOG INI | FACEBOOK

      Radio Online

 

klik "STOP" untuk hentikan siaran radio. Semoga terhibur.

  Koleksi Cerpen 

Jika itu takdirNya

Takdir milik Allah

Disini mawar disana penawar

Bidadari cinta

Awekku gengster nyerr

Black vs white

Aku dan dia

Memang berbaloi

Best friend not boy friend, Nyah

Beda tipis

Aku tidak bernyawa lagi

Roommate yg romantik II

Loves comes around

Hati

Cinta remaja

Kasih anak

Selamat tinggal luqman

Kerana dia ayahku

Terima kasih cinta

Aku kan ader

Nilai sebuah persahabatan

Hanya kau

Mahakarya agung sebuah kemerdekaan

Kerana umar adha

Biarkan cinta itu pergi

1 Disember

Diari seorang lelaki

Sebuah memori

Suci nur kasih

Badai cinta pertama

Ceritera aku dan dia

Ku bawa memori itu

Darul Taqwa & dato Dr Johar

Kau boleh blah!!

My miss nanny

Seandainya ku tahu

Diari hati firdaus

Mimpi yang pasti

Sampai syurga

Memang ku cinta

Unsaid?

Cinta lagi?

Cinta bukan jaminan

Cinta hakiki

Aku, dia dan pantai

Bisikan hati

Selamanya Sarah

Peeya dan payus lagilah

Hikmah perpisahan II

Dia

Cinta dalam diam

Kata terakhir darimu is love u

Aku bukan siapa-siapa

Aril & Akim

Kalau ku turutkan kata hati

Minah skuter

Jadilah seperti aku

Privite investigator putput

Gadis kebaya putih

Isteriku

Adam II

Misteri tengah malam

Dollah loves joyah

Biarku sentuh cintamu

Lifetimes lover

Saat itu

Hanya dirimu

Kasih famili

Mulanya disini

Ikatan kasih

Dan akhirnya

Kembalilah sayang

Pelangi anganku musnah

Cinta dalam hati

Pergi tak kembali

Adakah dia milikku

Pungguk dan bulan

Cinta terlarang

Cintaku di RNR tapah

Lisa

Kasih aini hidayah

Kantoi, jodoh atau kebetulan

Adakah cinta bukan milikku

Kuning vs ungu

Pelangi cinta

Adam

Biarlah rahsia

Achmad firdaus

Jalan berliku

Rintihan kekasih

Namaku Aishah

Zani pencuri rambutan

Nur hawa balqis

Itu sudah takdirnya

You are my boss

Cinta

Antara 2 cinta

Tragedi zam & chom

Benang merah di-fa

Terima kasih sayang

Jiwa-jiwa luka

Taqdir cinta kita

Cintaku selamannya

1 hari aku jatuh cinta

Biarku sentuh cintamu

Aku dan kimi = cinta atau tidak?

Cincin untuk Aisyah

Kenapa begini jadinya

Cinta, i need you

Lakaran cinta abadi

Cioccolato Caldo

Tragedi lombong lama

Yang sebenarnya

Ketuk pintu hati

Dia masih sayang

Teman

Cinta untukmu

Adil fitri

Kau, aku & mereka gila

Hikmah perkahwinan

Mengenangmu

Mungkin Nanti

Mencintainya

Cinta si pengesek biola

Maafkan aku luftan hafiy

Kasih

Hanya itu yang ku mahu

Bermulanya diari cintaku

Menantu untuk mama

Sumpah itu hantu

Diari lukisan

Cinta gila

Romantik

Cintaku, dia dia kamu

Kau atau dia

Indahnya cinta maya

Seseorang itu

Nur alia natasya

Mamat disperate

Mencari jannah

Cukup sekadar disini

Sebuah memori

Keras dan lembut

Katak oh katak

Hacks 1437

Dialah suamiku

Selamat tinggal kawan terbaik

Pandangan matanya

Kerana mobil

Dia tunanganku

Maria dan azri

Aku terperasan je

Blind date

Roda hidup

Kasihku seputih salju

Wanginya bunga kantan

Mahligai rindu

Aku, dulu, kini dan selamannya

Prinsip cinta aina

Ikan emas, jom kawen

Man in black vs Dona karen penang

Cubit peha kiri

Bantal busuk

Hujan

Maafkan daku

Tombol pintu hidayah III

Gara-gara G

Diari seorang member

 

Klik disini untuk keseluruhan koleksi cerpen....

Novel Bersiri
      Novel pilihan

sinopsis klik pada gambar

      Novel Di Pasaran

Kenangan Terindah - Hezzy Azra

Serasi di hati - Nora Ismail

Nama aku N - Aina Emir

Bunga Syurga - Anita Aruszi

Episod cinta luka - Fateen Najwa

Sandaran kasih - Aini Marisha

Fitrah kasih - Ilani Mysara

Bukan yg pertama - Salina Ibrahim

Ternyata cinta - Damya Hanna

Selagi ada dia - Aisya Sofea

Kembalikan cintaku - Norhayati NB

Warna hati - Meen Zulaikha

Seribu kali sayang - Anis Ayuni

Menanti kasih - Norzailina nordin

Cahaya - Nura zulaikha

Dakapan cinta - Eny Ryhanna

Hanya kita berdua - Aina emir

Ku Utus Rindu - Intan Arnida

Usikan rindu - Qaira Qasidah

Segalanya untukmu - A.Anessa

 

Dapatkan dikedai berhampiran anda

      html banner

klik di bawah dan "paste" ke dalam website, homepage, blog, friendster, myspace anda

 

      Jumlah Pelawat

      Untuk Anda

 

  Kehidupan adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai. Internet adalah kemudahan buat umat manusia. Justeru itu, manafaatkan ia untuk kesejahteraan diri kita dan umat sejagat. Sentiasalah kita beringat, apa yang kita lakukan, akan dipertanggung jawabkan pada kemudian hari.

  Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali. Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun, dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan akhlak dan jati diri insani. 

 

PERCUMA KARYA CERPEN, NOVEL, CERITA TERBARU DAN AKAN DATANG DARI PIHAK KAMI TERUS KE EMAIL ANDA. MASUKKAN EMAIL ANDA:-

 

email:

 

Khamis, Februari 28, 2008
Kembalinya cinta dalam kepergiannya
ibnu raz
Penulis dari indonesia

Jam belum lagi menunjukkan pukul enam pagi tapi langit sudah begitu terang. Warna birunya hanya sedikit dihiasi beberapa jumput awan tipis selaksana kapas-kapas yang diambil bagian ujung-ujungnya saja dari sebuah gumpalan besar kapas kosmetik. Langit betul-betul bersih pagi itu. Kicauan burung-burung yang hinggap di pohon-pohon rindang di kawasan perumahan di timur ibukota itu meningkahi hembusan angin semilir yang bertiup menerbangkan daun-daun kering berwarna kuning yang berserakan di pinggir-pinggir jalan. Titik-titik embun di pucuk-pucuk rumput jepang yang hijau masih tampak di bawah naungan bunga-bunga beragam warna yang mulai bermekaran di pekarangan yang tampak dirawat dengan rapi oleh sang pemilik yang sudah purnawirawan.

Pemandangan yang sama juga tampak di rumah yang berada di ujung jalan tak jauh dari rumah sang purnawirawan. Rumah bercat biru langit itu tampak begitu menjadi pusat keriangan sang pagi. Sesosok gadis dengan kerudung putih dan balutan pakaian training olahraga berwarna hijau muda tampak sedang melakukan gerakan-gerakan pemanasan di muka teras rumah. Sepatu kets berwarna putih berkali-kali kedua ujungnya disentuh bergantian oleh ujung jari kedua tangannya. Titik-titik peluh mulai bermunculan di dahi gadis itu.

Setelah dirasa cukup, gadis berparas ayu itu kemudian melangkah menuju pintu gerbang kecil bercat senada dengan bangunan rumah yang berada tepat di ujung jalur batu-batu bulat titian yang berjajar di depan teras.

“Bunda… Mio pergi lari pagi dulu ya”, serunya kepada seseorang di dalam.

Sayup-sayup terdengar dari arah dalam suara wanita paruh baya diselingi deringan telpon, “Ya nak… Hati-hati ya sayang.”

Gadis yang dipanggil “sayang” dan menyebut dirinya Mio itu kemudian membuka pintu kecil tadi ke arah dalam sedikit saja, hanya cukup untuk dirinya melewatinya dengan berjalan miring kemudian menutupnya kembali dari luar.

Membelok ke arah kiri, Mio kemudian mulai melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit semakin cepat hingga terlihat seperti setengah berlari. Rute jalan cepat yang dipilihnya seperti biasa, rute yang sama sejak sepuluh bulan sebelumnya, setelah membelok ke kiri dari muka rumahnya ia meneruskan langkahnya hingga ujung jalan yang terbagi dua tepat di sebuah danau buatan yang berada di tengah-tengah kawasan perumahan itu. Lalu dipilihnya jalan ke arah kanan yang menuju ke pintu gerbang utama lalu sesampainya di gerbang utama ia berbalik arah kembali ke arah danau namun memilih melalui jalan mengitar di pinggir danau untuk kembali ke persimpangan jalan tadi dan menyusuri kembali jalan yang sama untuk kembali ke rumahnya.

Pagi yang cerah ini ternyata juga membawa semangat pada lebih banyak penghuni perumahan itu. Di tengah perjalanannya beberapa kali namanya disebut oleh mereka yang berpapasan dengannya ataupun mereka yang sedang duduk-duduk di muka-muka rumah. Beberapa di antaranya mengucapkan selamat atas pencapaiannya seminggu sebelumnya di perlombaan tari modern yang diadakan perumahan itu untuk menyambut datangnya tahun baru. Wajah Mio yang kuning langsat bersemu merah setiap kali ucapan selamat itu sampai di telinganya.

Namun ucapan selamat dari Rahman lah yang akan terdengar paling merdu di telinganya. Bukan karena Rahman seorang penyanyi ataupun seorang qori. Rahman bukan keduanya. Ucapan selamat yang terbilang tidak istimewa sekalipun, hanya sekedar “Salut Mio” ataupun kurang dari itu dan walaupun disampaikan sambil berlari tanpa sedikit pun mengurangi kecepatannya teramat istimewa baginya.

Rahman adalah sebab mengapa Mio selalu memilih rute yang sama sepuluh bulan sudah. Mio tahu kalau Rahman selalu mengambil rute lari pagi yang sama dari sabtu ke sabtu. Rute yang berlawanan dengan rute yang dipilihnya. Dan berpapasan dengan Rahman adalah momen istimewa yang tidak ingin dilepaskannya dari sabtu ke sabtu.

Beberapa kali Mio sengaja duduk melemaskan kedua kakinya di bangku jalan menunggu kehadiran Rahman berlari di hadapannya. Namun tak sekalipun Rahman menghentikan larinya. Hanya senyum tipis yang dilemparkannya ke arah Mio tanpa tegur tanpa sapa. Tapi itu cukup baginya dan harus didapatkannya lagi pada hari sabtu selanjutnya.

Tapi pagi ini Mio kembali tidak menemukan Rahman. Terpikir oleh Mio apakah Rahman pagi ini bangun lebih awal sehingga ketika Mio melalui rutenya seperti biasa, Rahman sudah menyelesaikan larinya dan kembali ke rumahnya yang ada di bagian lain kawasan perumahan itu. Ataukah hari ini Rahman terlambat bangun dan baru saja keluar memulai lari paginya tepat di saat biasanya ia menyelesaikan larinya.

Ini adalah kali kedua, seperti sabtu yang lewat, setelah sepuluh bulan lamanya, ia belum lagi melihat sunggingan senyum tipis milik Rahman sejak sabtu dua minggu lepas. Dilihatnya jam mungil di lengan kirinya. Waktu belum lagi jam tujuh pagi. Mio kemudian memilih salah satu bangku panjang putih yang menghadap ke arah danau tapi sesekali menengok ke arah jalan setiap terdengar hentakan berirama dari sepatu-sepatu orang-orang yang masih berolah raga pagi. Sepuluh menit sudah, namun Rahman belum juga muncul. Mio kemudian memilih memutar posisi duduknya membelakangi danau sehingga pandangannya mengarah ke jalan tempat orang-orang berlalu lalang. Ia takut saat ia menengok ke belakang, hanya punggung Rahman yang terlihat olehnya.

Setelah lima belas menit lamanya ia duduk menunggu, ia pun bangkit lalu berjalan ke arah jalan menuju rumahnya. Ia memutuskan pulang, tapi hati dan perasaannya terus berbicara padanya. Pikirannya kembali ke hari Jumat minggu lalu. Hari itu ia berangkat ke tempat kerja seperti biasa. Yang tak biasa, dia tidak membawa charger hp-nya hari itu. Malam sebelumnya, charger itu dipinjam oleh Faiz, kakaknya, dan dia lupa mengambilnya kembali. Padahal saat berangkat, batere hp-nya sudah tinggal dua batang saja. Sebelum tengah hari, hp itu kehabisan daya dan mati. Kesibukan kerja sejak siang hingga sore harinya membuat ia membiarkan hp itu begitu saja. Dia tidak perlu gangguan tambahan dari deringan hp-nya. Menjelang isya, sesampainya di rumah, barulah hp itu di-charge. Tapi karena kelelahannya yang sangat, dia membaringkan diri di atas tempat tidurnya yang terasa begitu empuk bagi raganya yang letih dan pikirannya yang penat. Hanya beberapa saat pun ia terjatuh dalam tidurnya yang pulas, mengembara ke negeri yang jauh meninggalkan tubuh yang tergeletak begitu nyaman dalam hembusan lembut AC dalam kamar tidurnya.

Tengah malam ia terjaga. Ia pun bangkit menuju kamar mandi, mengambil air wudhu. Selepas shalat Isya yang diikuti shalat Tahajud dan Witir, ia pun memanjatkan doa untuk ayah, ibu, mendiang kakek dan neneknya, kakak, adik dan dirinya sendiri. Setitik demi setitik air mata menetes ketika bibirnya mengucapkan keinginan terdalamnya saat itu, agar dipertemukan dengan seorang yang mampu membimbingnya dalam hidup dan kehidupan, berharap agar ia pun diberi kemampuan mendampingi lelaki gagah itu. Ia sebenarnya malu kenapa harus menangis untuk hal itu, ia merasa egois. Orang tua yang merawat dan mengasihinya sejak kecil belum seberapa terbalaskan kebaikannya. Ia belum mampu membahagiakan kedua orang tuanya, terutama ibunya, tapi ia tidak menangis ketika memanjatkan doa untuk mereka. Ia pun bersujud, dan mulai menangis sambil bibirnya menggumamkan permintaan kepada Allah agar diberikan waktu dan kemampuan untuk membalas kebaikan kedua orang tuanya, mebahagiakan dan membanggakan mereka.

Merebahkan kembali tubuhnya ke atas tempat tidur, ia teringat pada hp-nya yang masih di-charge. Hp itu diletakkannya di atas meja kerja yang dulu meja belajarnya sehingga ia harus bangkit lagi dari tempat tidur dan berjalan untuk mengambilnya.

Beberapa detik setelah hp itu kembali dari tidurnya sejak siang tadi, tanda SMS masuk pun berbunyi beberapa kali. Diperiksanya, dua SMS dari Faiz, sang kakak, satu SMS dari mbak Maslaha, rekan kantornya, dan dua SMS dari nomor yang sama, tapi tak dikenalinya. SMS dari Faiz menanyakan mengapa charger-nya tidak diambil dan satu lagi mengabarkan bahwa kini ia sudah sampai di Kuala Lumpur untuk tugas kantornya. SMS dari mbak Mas, begitu panggilannya, menanyakan jadi tidaknya rencana mereka pergi ke pengajian di mesjid Al Azhar pada hari Minggu pagi. Ketiga SMS itu dibalasnya dengan dua SMS singkat. Pada Faiz, ia berpesan agar kakaknya berhati-hati di negeri orang dan mendoakan kesuksesan tugasnya serta tidak lupa berpesan untuk membelikan oleh-oleh bagi orang rumah. Pada mbak Mas, ia menjawab singkat, dengan kata-kata khas orang Indonesia berjanji: Insya Allah.

Lalu perhatiannya beralih pada SMS dari nomor yang tidak dikenalinya. SMS pertama berbunyi: “Assalamualaikum Rahmi. Maaf ya kalo kaget terima sms dari saya. Ini Rahman, abangnya Rais. Anti1 masih ingat saya kan? Begini, boleh tidak kita berbincang besok pagi, di dekat danau. Wassalam.” SMS itu dari Rahman, diterima pada pukul 11.10. Beberapa saat setelah hp-nya mati.

SMS ke dua dari Rahman, diterima pada pukul 21.20. Isinya: “Rahmi, maaf ya kalau saya membuat anti tidak nyaman. Afwan2. Kalau anti tidak berkenan, saya bisa paham. Wassalam.”

Rahmi adalah nama sebenarnya dari Mio. Rahmi Oktaviani. Tapi karena saat SD ada nama Rahmi lain maka teman-teman memanggilnya Rahmi O. Faiz lah yang kemudian mulai menyingkatnya menjadi Mio yang kemudian diikuti oleh seluruh keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Hanya beberapa yang masih memanggilnya Rahmi yakni para guru serta dosen dan mendiang kakek, nenek, opa dan omanya.

Mio kemudian mulai mengetikkan SMS balasan: “Bang Rahman, ada hal apa ya? Aku gak ada masalah, kita bisa bicara di kursi dekat persimpangan jl awan dan jl pelangi.” Mio tidak langsung mengirimkan SMS itu. Ia pun membayangkan sebuah pertemuan yang sudah lama didambakannya. Betapa indahnya. Namun hatinya kemudian bertanya apakah ia sudah siap untuk berbincang dengan sang pangeran. Padahal hanya memandang senyum tipis dan singkat Rahman, hatinya seolah terbang dari tubuhnya, menuju langit merah jambu nun jauh di atas sana. Pikirannya kemudian yang berkuasa dan memerintahkan ibu jarinya menekan tombol bergambar gagang telpon berwarna merah. Diletakkan hp-nya di samping bantal lalu ia pun berbaring.

Dan sabtu pagi minggu yang lewat adalah untuk pertama kalinya ia tidak menemukan Rahman. Awalnya ia enggan melakukan kebiasaan sabtu paginya itu karena ia takut kalau sampai Rahman menghampirinya. Ia tidak tahu bagaimana harus bersikap. Dan juga menjawab kenapa ia tidak membalas SMS-nya. Namun dorongan hatinya untuk tidak melepaskan kesempatan menatap wajah sang malaikat hati membuatnya tetap melakukan rutinitasnya walau akhirnya ia tidak menemukan Rahman.

Dan hari ini, saat ia mulai melangkah mendekati rumahnya, tampak ayah dan ibunya sedang berbincang-bincang dengan beberapa tetangga. Begitu ia mendekat, ibunya lalu berkata: “Mio, kamu ikut ya melayat ke rumah bu Rasyid. Dia kan sering ketemu kamu di pengajian.”

Ia memang kenal bu Rasyid, seorang yang sangat senang mendermakan hartanya kepada masjid dan panti asuhan di perkampungan dekat komplek perumahan mereka tinggal. Mio lalu mengangguk.

“Kamu temani bunda dulu ya nak. Ayah mau ketemu pak RW untuk mengatur tanah makamnya. Tadi bu Rasyid sudah minta lewat ibumu agar Ayah mencarikan tanah pemakaman. Terima kasih ya cantik.” Ucap ayahnya sambil berjalan bersama om Fahri, tetangga sebelahnya, menuju mobil jenis city car milik om Fahri. Mio kembali mengangguk sambil tersenyum karena mendapat pujian dari sang ayah.

Mio lalu menghidupkan mesin sepeda motor bebek yang sudah diparkirkan di depan rumah, ayahnya sudah mengeluarkannya dari garasi rumah sebelum ia sampai. Ibunya lalu naik di belakang Mio sambil menyebutkan kalau rumah bu Rasyid ada di jalan Bintang.

Mendekati rumah bu Rasyid tampak beberapa bendera kertas minyak warna kuning di sudut-sudut jalan dan orang yang ramai berjalan menuju rumah duka. Ia kemudian memarkirkan sepeda motornya di depan rumah yang terletak beberapa rumah dari rumah bu Rasyid. Ia kemudian bergegas berjalan menyusul sang bunda yang dipanggil oleh rekan pengajiannya yang kebetulan baru sampai dan berjalan dari arah yang berlawanan dengan mereka.

Memasuki halaman rumah bu Rasyid yang luas, Mio melihat Rais, teman SMA-nya dulu, duduk di teras depan di samping bu Rasyid yang sedang menangis. Rais tampak memegangi bahu bu Rasyid sambil mengajaknya berbicara seperti sedang berusaha menenangkan. Wajah keduanya begitu mirip, Mio pun mulai berpikir apakah Rais dan bu Rasyid masih berhubungan keluarga. Dan kalau mereka adalah keluarga berarti Rahman pun ada di sana.

Mio yang berjalan di belakang ibunya kemudian sampai ke teras tempat bu Rasyid dan Rais tadi duduk. Kepada bu Rasyid sambil mencium tangannya, ia menyampaikan rasa turut berdukanya, juga mendoakan agar mendiang diberi tempat yang layak di sisi Allah dan yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menjalaninya. Kepada Rais, ia hanya mendoakan agar Rais juga tetap tabah. Saat itu Mio masih belum tahu siapa sebenarnya yang meninggal.

Dan Mio pun tersentak ketika ia mendekati pintu masuk ke ruang tamu tempat jenazah disemayamkan. Hatinya berguncang, tubuhnya terasa lemas. Di dekat pintu itu terdapat papan tulis putih yang bertuliskan nama yang berpulang. Dan nama yang tertulis itu adalah Abdurrahman Rasyid, nama panjang Rahman. Mio tidak kuat menahan rasa sedih dan terkejutnya. Tangisnya kemudian mengalir deras dan ketika ia mendekati jenazah, duduk di dekat bahu kanannya, memandangi wajahnya, ia merasa tidak kuat lagi. Ia pingsan.

Mio pingsan tidak lama. Setelah mendapat gosokan minyak kayu putih di tengkuk dan aromanya yang kuat di dekat hidungnya, ia pun tersadar. Ia sudah berada dalam ruang keluarga bu Rasyid. Dihadapannya ada bu Rasyid, pak Rasyid, ibunya dan Rais. Mereka sama-sama terlihat lega melihat Mio membuka kedua kelopak matanya lalu sama-sama mengucapkan pujian untuk Illahi Rabbi.

“Mio, kamu kenapa sayang?” Sang bunda bertanya dengan penuh kasih sambil memeluk Mio. Ia hanya tersengguk menahan tangis di bahu ibunya. Ia tidak menjawab. Dilihatnya Rais memandangnya dengan wajah penuh arti seolah-olah mengerti apa yang dirasakannya saat itu.

Ba’da Dzuhur jenazah Rahman pun dikebumikan di pemakaman tak jauh dari komplek perumahan mereka. Mio tidak ikut ke pemakaman. Bu Rasyid memintanya tetap di rumah menemaninya saat pemakaman dilangsungkan. Sang bunda pun tetap bersamanya, juga beberapa teman pengajian di mesjid komplek.

Pukul satu siang, Rais bersama pak Rasyid serta handai taulan kembali ke rumah. Rais tidak ikut masuk ke dalam rumah. Ia tampak berbelok ke arah taman samping.

Hp yang berada di saku celana olahraga Mio kemudian berdering. Di layar muncul nama Rais. Diterimanya telpon itu, dalam pesannya Rais meminta Mio untuk keluar dan berjalan ke arah taman di samping kanan rumahnya.

Mio pun menuruti permintaan Rais. Sang bunda berusaha menahannya dan menanyakan apakah ia sudah ingin pulang. Mio menjawab bahwa ia diminta Rais menemuinya di taman samping. Ibunya lalu melepaskan pegangannya dan mengangguk memberikan persetujuan.

Di taman samping, Rais sudah berdiri menunggunya di dekat sebuah kandang hewan sambil menggendong seekor kelinci kecil berwarna putih dengan beberapa bulu coklat muda di sekitar tubuhnya. Kelinci itu nampak begitu menggemaskan.

“Mio, kamu tahu siapa nama kelinci lucu ini?” Tanya Rais ketika Mio sudah berada di dekatnya.

“Siapa, Is? Jawab Mio pendek balik bertanya sambil mendekatkan telapak tangannya ke kepala kelinci kecil itu dan mengelusnya.

“Namanya sama dengan kamu. Mio.”

“Mio? Kok bisa?”

“Kelinci ini sebenarnya punya abang. Ia sudah lama merawat kelinci-kelincinya. Dan saat kelinci ini lahir, ia menamakan kelinci betina ini sama dengan gadis yang disayanginya. Kamu, Mio.”

Mio terdiam beberapa saat. Perasaan sayangnya pada Rahman ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Mio bingung mau berkata apa.

Rais paham bahwa Mio masih terkejut dengan perkataannya tadi. Namun ia juga merasakan bahwa Mio pun menyayangi abangnya. Lalu ia pun melanjutkan perkataannya.

“Iya, Mio. Abang sudah lama memendam rasa sayangnya sama kamu. Awalnya mungkin dari aku. Aku suka bercerita kalau di kelasku ada gadis yang baik dan pintar namun tetap rendah hati dan menjalankan ibadahnya dengan tekun. Abang terkesan. Dan ketika mama sering bercerita kalau di pengajiannya ada gadis cantik yang solehah, dan itu kamu, Abang semakin terkesan sama kamu. Lalu Abang mulai mencari tahu kegiatan kamu, dan Abang menemukan bahwa kamu setiap sabtu pagi selalu berolahraga berkeliling komplek. Dan sejak setahun yang lalu Abang pun mulai rutin lari pagi setiap sabtu. Dan Abang sengaja memilih rute yang berlawanan dengan kamu agar ia dapat sekilas memandangi wajah kamu karena Abang merasa tidak patut seorang laki-laki memandangi wajah perempuan bukan muhrimnya berlama-lama.”

“Is. Jumat minggu lalu, bang Rahman SMS aku, mau bicara sesuatu. Apa ya itu?”

“Entahlah. Tapi aku merasa bahwa Abang mau menyatakan keseriusannya sama kamu. Tapi… Mio kenapa kamu tidak membalas SMS-nya?”

Mio terkejut Rais menanyakan hal itu.

“Kamu kok tahu Is? Anyway, waktu itu hp-ku low bat dari pagi dan akhirnya mati dari jam 11-an. Baru hidup lagi sekitar jam satu paginya. Aku sebenarnya sudah mau membalasnya tapi aku… aku menyesal kenapa aku batal mengirimkannya.”

Mio mulai menitikkan air matanya. Ia menyesali tindakan yang ia ambil. Ia tahu karena ia tidak membalas SMS-nya akhirnya Rahman memilih ikut dengan tim pecinta alam kampusnya dulu menuju daerah yang sedang mengalami musibah tanah longsor. Seminggu lamanya Rahman membaktikan dirinya membantu orang-orang desa yang sedang ditimpa musibah itu. Namun naas tak dapat dielakkan. Umur manusia memang sudah ditentukan oleh Allah. Kemarin menjelang maghrib saat sedang mencari korban yang masih hilang di dekat hutan daerah itu bersama beberapa rekannya, maut menjemputnya. Tiba-tiba tanah bukit yang masih labil itu longsor kembali dan menimpa Rahman dan sebagian rekan-rekannya. Pada kejadian itu hanya Rahman yang tidak dapat diselamatkan karena ia berada paling depan dan akhirnya paling akhir berhasil dievakuasi.

“Kalau saja hari itu aku tidak lupa membawa charger. Kalau saja pagi itu aku membalas SMS bang Rahman, mungkin… mungkin…” Mio tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Sudahlah Mio. Kematian itu takdir Allah. Kita tidak bisa berandai-andai. Walaupun pagi itu kalian bertemu, Abang akan tetap berangkat menyusul teman-temannya. Itu sudah jadi sifatnya.” Rais berusaha menguatkannya.

“Tapi…”

“Sudahlah Mio. Kalau kamu memang sayang sama Abang. Aku punya permintaan buat kamu.” Rais memotong perkataan Mio yang sebenarnya sedang tidak bisa memikirkan kata-kata apa lagi yang tepat untuk diucapkan.

“Apa itu Is?”

“Kamu kan tahu kalau aku masih kuliah di Bandung. Di rumah hanya ada Papa dan Mama. Memang ada bik Yem dan pak Surip, tapi mereka juga tidak bisa diharapkan untuk menjaga warisan Abang.”

“Warisan? Maksud kamu?” Mio tidak mengerti apa maksud perkataan Rais.

“Iya, warisan. Aku kan tadi cerita kalau Abang suka memelihara kelinci. Dan terus terang kami kesulitan mencurahkan perhatian seperti Abang. Setiap Abang pergi untuk tugas kantornya satu atau dua hari saja, kelinci-kelinci ini tampak murung. Padahal orang rumah tetap memberikan makan dan minum seperti yang semestinya.”

“Kelinci ini murung?” Mio bertanya tanpa memikirkan maksud pertanyaannya sendiri. Kelinci yang juga bernama Mio kini sudah adalah pelukannya.

“Iya. Tapi sekarang tidak lagi. Mungkin mereka bisa merasakan kalo kamu bisa jadi pengganti Abang. Maksudku… kamu mau kan merawat kelinci-kelinci ini. Nanti kandangnya ini aku antarkan ke rumahmu. Aku mohon dengan sangat, Mi.” Rais tampak mengatupkan kedua tangannya di depan kepala yang ditundukkkannya seperti orang yang sedang memohon sesuatu.

“Hmmm… Baiklah Is, aku bersedia, tapi boleh ya aku ganti namanya. Soalnya kan gak mungkin namanya sama dengan namaku. Bisa sih bisa, tapi aku pengen manggil dia lain.”

“Oh tentu saja boleh Mi. Kamu mau ganti nama apa?”

“Aku mau namakan dia Rahma. Aku akan rawat dia seperti bang Rahman merawatnya. Juga kelinci-kelinci yang lain.”

“Terima kasih, Mi. Nanti kapan-kapan aku boleh ketemu keponakanku ini ya.” Canda Rais sambil mengoda Mio.

“Dasar kamu. Gimana Rahma, kamu mau ketemu sama om Rais? Hm? Mau? Gak mau tuh Is katanya.” Balas Mio sambil mencium dahi Rahma, sang kelinci kecil, buah hatinya yang baru.

Ia menganggap Rahma sebagai pengganti Rahman yang pergi menemui cinta yang hakiki, sang Khalik.

Dalam hatinya berkata bahwa ia akan menyayangi Rahma seperti Rahman menyayangi kelinci itu dan tak kalah besar dengan rasa sayangnya dulu pada Rahman.

Sebuah ciuman kembali mendarat di dahi Rahma.

“Rahma, kok kamu mau aja dicium orang belum mandi.” Rais setengah berteriak, ia sudah lari menjauhi Mio sambil menjulurkan lidahnya.

Mio pun balas menjulurkan lidahnya tapi hanya sesaat lalu senyum kembali menghiasi wajah cantiknya.

“I love you Rahma.” Bisiknya pelan.

Catatan kaki:

1 Anda atau kamu untuk perempuan dalam bahasa Arab.

2 Maaf dalam bahasa Arab.
posted by Tanpa Nama @ 2:30 PTG  

Kongsi Karya Ini Di Dinding Facebook Anda
1 Comments:
  • At 8/4/08 12:26 PTG, Blogger Unknown said…

    bagus bangettttttttsss....
    memang, penyesalan akan selalu datang di akhir..namun, semua ketentuan sudah ada yang menetapkan..dan kita sebagai manusia hanya bisa menjalankannya sembari tetap terus berikhtiar agar mendapat sesuatu yang lebih baik buat kita..

     

Catat Ulasan

TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan

<< Home

 

 

 NOVEL TERBARU DI PASARAN

 

 

"Dia hidup bukan kerana cinta. Dia hidup kerana kehadiran Prince Charming yang menyelamatkannya. Semuanya gara-gara dia mengoyak Carta Prince Charming—carta misteri yang tiada sesiapa tahu dari mana datangnya. Yang pasti, memang dia langsung tidak percaya dengan sumpahan yang dikatakan berkaitan dengan Carta Prince Charming.

"Sumpahan puteri? Kau ingat ini cerita dongeng ke? Puteri apa yang nak sumpah aku ni? Puteri bunian? Puteri lindungan bulan?”

Desakan daripada Sofea membawanya ke Kelab Bola Sepak. Di situlah Prince Charming berkumpul. Tetapi hanya seorang sahaja Prince Charming yang dicari-carinya. Namun, untuk mencari Prince Charming bukanlah mudah, namun dia yakin, antara mereka, pasti salah seorang adalah penyelamatnya.

Orang tu pun satu! Dah selamatkan nyawa orang, tak reti-reti ke nak munculkan diri? Bukan ke lagi senang kalau datang berdiri depan aku dan cakap, Sayalah yang selamatkan awak daripada kena langgar semalam. Finish! Tak adalah nak panjangkan cerita sampai beratus muka surat semata-mata nak cari Prince Charming!

Tajuk: Prince Charming
Penulis: Ratu Bulan
Terbitan: Fajar Pakeer

Harga: RM19.90
Ulasan:

 


 

NOVEL HANGAT DIPASARAN

 

 

Pertemuan pertama memberi impak yang berbeza kepada dua insan. Maria malu mengenang, sedang Hisyam mahu mendekat. Maria semakin resah apabila Hisyam terus-terusan mendesak. Dalam benci ada rindu. Bijak Hisyam memujuk, mereka akhirnya disatukan.

Salina hadir menjadi duri dalam daging. Bagi Hisyam, gadis itu ialah sahabatnya yang terbaik. Insan paling dipercayai. Namun, dalam diam, Salina meracuni hubungan mereka. Salina ada agenda yang tersendiri.

Semakin hari, semakin nipis rasa percaya Maria terhadap Hisyam. Namun, dia tidak mungkin menghindar rasa kasih yang sudah menebal. Demi menunaikan permintaan Maria, Hisyam tega melamar Salina walau ada luka di hati.

Sanggupkah Hisyam menduakan Maria yang pernah dicintai sepenuh hati? Dan, Maria, mampukah membiarkan suami tersayang jatuh ke tangan Salina? Atau, Mariakah orang ketiga yang tidak lagi diperlukan kehadirannya oleh Hisyam?

 

Baca bab awal dari bab 1-15 di www.takmungkinkuhindar.blogspot.com
 

Tajuk: Tak Mungkin Kuhindar
Penulis: Ana Sofiya
Terbitan: Fajar Pakeer

Harga: RM22.90
Ulasan:

 


       Karyaseni

www.karyaseni.my
www.karyaseni.com.my
       Menarik Klik Dibawah
    50 Karya Terbaru

  Info Karya Terkini

      Baca Karya Pilihan

  Pelukan Cinta - Novel cinta yang 90% adalah kisah benar, wujud lagikah manusia sebegini?

 

  Suami Aku Ustaz - Bila Suami Yang Merupakan ustaz kini menjadi suamiku, Sebuah novel yang banyak menekan nilai-nilai islamik

 

  Terlerai Kasih Sebuah novel yang heroinnya bertudung, novel yang begitu menarik. selamat membaca

 

  Kahwin Ganti - Novel yang pasti dapat memikat hati pembaca. bagaimana seorang yang sakit menjadi suamiku

 

  Kemilau Karya Kasih - Kisah  anti novel melayu, yang memandang jijik dan hina novel melayu. ikuti kisah menarik ini.

 

  Opps pintu hatiku - Kisah yang menarik pilihan yang mampu memberi keseronokan membaca

 

  Pilihan Mama - perlukah ikut pilihan mama, sedangkan pilihan mama umpama manusia yang tidak berperikemanusian

 

  Tak Mungkin Kuhindar - Novel yang mendapat sambutan dan popular di penulisan2u

 

  Dibius Cinta - Cucukan jarum cinta manakah yang mampu membius hatiku. Kalau sudah membaca novel ini kali pertama, pasti tidak akan berhenti.

 

 

klik pada tajuk untuk membaca karya pilihan di atas

 

      Iklaneka

 

125 

 

 

 

 

 

Berminat iklan di blog penulisan2u? hubungi kami di email : Bantuan@penulisan2u.net

      Tarikh Karya

 

Ikuti blog ini | Follow this blog

      Berita Hangat

Penulisan2u sedang berkerjasama dengan Penerbit Novel bagi memberi peluang kepada penulis-penulis berbakat dan karya yang menarik. Antara novel yang sudah di terbitkan

 

  Biarlah YM Berbicara

  Baju Pengantin Mak Andam

  Siapakah Di hatiku

  Hot Gimmick

  Pergilah Air Mata

  Sepupuku Suamiku

  Hadirmu Takdirku

  Cermin

  Tak Mungkin Kuhindar

  Bini Aku Tomboy Ke?

  Jodoh Atau Cinta

  Prince Charming

  AD + IZ 

 

Tunggu kemunculan novel-novel terbaru dari penulis penulisan2u setiap bulan di pasaran.

      Ingin Hadiah?

PERADUAN KUIZ . Tahniah kepada 10 Pemenang Kuiz, Hadiah ditaja oleh Syarikat Penerbitan Kaki novel Enterprise. Klik Disini untuk melihat Senarai pemenang.

 

UNTUK PENULIS. 5 Penulis terbaik pilihan pembaca setiap bulan. akan menerima hadiah sebuah novel. Blog pertama dan satunya2 blog yang memberi hadiah kepada penulis. Klik Disini untuk melihat senarai Penulis terbaik pilihan pembaca setiap bulan

 

UNTUK PENGULAS & PEMBACA?

2 Pengulas paling AKTIF dengan memberi komen yang ikhlas dan membina, pada setiap karya cerpen / novel  di penulisan2u akan menerima hadiah sebuah NOVEL.

 

      Bilik Sembang

Info
TAG

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita melayu

UCAPAN

1/1/2009:
Tahun baru misi baru, cerpen dan novel pun baru. semoga terhibur bersama blog kami

KATA HIKMAH

1) Cara yang pasti untuk terlepas dari berjaya ialah terlepas peluang

2)"Jika saya ingin memulakan kembali perniagaan saya, maka saya akan memilih perniagaan network (MLM)"DONALD TRUMPH

3) "ada menyebut, 9/10 daripada rezeki berpunca daripada perniagaan" HADIS

4)Dalam tempoh lima tahun akan datang hanya wujud 2 jenis perniagaan iaitu perniagaan yang menggunakan INTERNET sebagai platform ATAU perniagaan tanpa internet yang akan terkeluar dari persaingan dunia perniagaan.” Apabila ditanya kepada beliau, bagaimana awak boleh jadi di antara orang yang terkaya di dunia? Jawab beliau,“Saya berada ditempat yang betul tepat pada masanya, saya melihat VISI dan yang sangat penting. Saya melakukan TINDAKAN!!”. BILL GATES

5) "Daripada 40 orang terkaya yang berumur di bawah 40 tahun, separuh daripada mereka berjaya melalui INTERNET."  -MAJALAH FORTUNE-

6) Jika anda mahu melakukan sesuatu anda akan mencari jalan dan jika anda tidak mahu melakukan sesuatu anda akan mencari alasan

7) Siapa yang tidak pernah gagal, dia tidak akan menjadi kaya -charles h.spungeon-

8) Ingatlah Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu sendiri berusaha mengubahnya - al-Radu [13]: 11-

9) 99% kejayaan dibina dari kegagalan yang lalu, siapa yang mahu dan tidak bertindak, dia adalah haiwan perosak -willim blake-

9) Banyak hal yang kita sebut sebagai was-was untuk bertindak seringkali dapat diubah menjadi kejayaan dan keuntungan, hanya dengan mengubah sedikit sahaja sikap dalam diri seseorang daripada rasa takut bertukar untuk berjuang

10) semasa kita berhenti dari berfikir, kita biasanya terlepas satu peluang

11) Ilmu melalui bukunya, kemahiran melalui pengalamanya, kejayaan melalui usahanya


TAG

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita melayu

Inspirasi kejayaan yang cemerlang di
www.kerjaya.net
      Chit-Chat Corner

online
     Rakan Niaga

Rahsia dari 8 Jutawan Malaysia

Rahsia penjimatan elektrik

117 Idea Bisnes Luar Biasa

Webhosting Terbaik Malaysia

Video Tutorial Bisnes Internet

Peluang Bisnes SMS

Google Adsense jana Duit

Rahsia perniagaan digital

Business Internet

Cara Format PC

Perkakasan membina website

Cara membina Blog wordpress

Buat Duit dengan Ebook

Rahsia sistem merekrut MLM

Menjana pendapatan di EBAY

Tingkatkan Traffik ke website

Tiada duit untuk kahwin?

Rahsia Bisnes di Internet

Panduan asas membina blog

Jana wang dgn unit trust

Belajar design grafik

Bengkel website

10 Model Bisnes internet

Pakej bisnes internet

Belajar HTML website

Rahsia teknik bisnes di EBAY

      Novel pilihan

sinopsis klik pada gambar

   Diari Penulis

    • Aisya Sofea

    • Anis Ayuni

    • Bikash Nur Idris

    • Damya Hanna

    • Dhiya Zafira

    • Eny Ryhanna

    • Salina ibrahim

    Dina Najat

    • Ahadiat Akashah

    • Norhayati Berahim

    • Aina Emir

    • Hafirda Afiela

    • Hani Fazuha

    • Dewi Sukma

    • Sri Diah

    • Zn Isa

    • Lily Suraini

    • Lily Haslina

    • Nia Azalea

    • Rose Harissa

    • Norzailina Nordin

    • Aleya Aneesa

    • Liza Zahira

    • Ida Nardiel

    • Eka fahara

    Syima Syawal

    • Meen Zulaikha

    • Rose harissa

    • Aleya Aneesa

    • Lynn Dayana

    • Mersik Romoyu

         Ingin Menjadi Penulis?

Creative Enterprise Sdn. Bhd., sedang mencari manuskrip kanak-kanak atau remaja. Ini kerana pihak kami ingin memperluaskan dan memperbanyakkan bahan bacaan untuk kanak-kanak dan remaja. Di samping itu kami juga ingin memupuk minat membaca dalam kalangan kanak-kanak dan remaja. ( klik disini )

Karyaseni Enterprise ingin memaklumankan kepada anda yang berminat untuk menghantar manuskrip anda kepada KS untuk penilaian, sila email kan sinopsis dan tiga bab awal ke alamat email berikut: Manuskrip@karyaseni.my

KarnaDya Solutions Sdn Bhd. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan? hantarkan karya anda. Sebelum anda menghantarkan manuskrip anda, sila hantarkan butiran berikut terlebih dahulu melalui emel/pos. untuk maklumat lanjut ( klik disini )

NB Kara Sdn Bhd dengan berbesar hati menjemput mana-mana penulis yang merasakan diri mereka layak menjadi penulis yang versatil, menghantar manuskrip mereka kepada NB Kara Sdn Bhd. Tulisan anda terlebih dahulu akan dinilai oleh penulis prolifik Norhayati Berahim dan juga beberapa panel editor sebelum diluluskan untuk terbitan.
 ( klik disini )

Jemari Seni Publishing. Anda minat menulis? anda berbakat, anda ada cerita yang menarik, Anda Ada Karya Yang Ingin Diterbitkan? Untuk tujuan pengiriman manuskrip, JEMARI SENI telah menggariskan panduan kepada penulis-penulisnya. untuk maklumat lanjut ( klik disini )

 

Alaf 21 Sdn Bhd. Tahun 2008 bakal menjanjikan sinar kecemerlangan seandainya karya anda terpilih untuk diterbitkan oleh Alaf 21, penerbit novel tersohor di Malaysia. Jika anda mempunyai salah satu manuskrip tersebut, kami ingin menatap dan menilainya. Sekiranya sesuai, pihak kami ingin menerbitkannya di bawah jenama ALAF21. ( klik disini)

   Ahli Pelawat
      Novel Di Pasaran

Kenangan Terindah - Hezzy Azra

Serasi di hati - Nora Ismail

Nama aku N - Aina Emir

Bunga Syurga - Anita Aruszi

Episod cinta luka - Fateen Najwa

Sandaran kasih - Aini Marisha

Fitrah kasih - Ilani Mysara

Bukan yg pertama - Salina Ibrahim

Ternyata cinta - Damya Hanna

Selagi ada dia - Aisya Sofea

Kembalikan cintaku - Norhayati NB

Warna hati - Meen Zulaikha

Seribu kali sayang - Anis Ayuni

Menanti kasih - Norzailina nordin

Cahaya - Nura zulaikha

Dakapan cinta - Eny Ryhanna

Hanya kita berdua - Aina emir

Ku Utus Rindu - Intan Arnida

Usikan rindu - Qaira Qasidah

Segalanya untukmu - A.Anessa

 

Dapatkan dikedai berhampiran anda

      Bantuan Carian

Dua cara asas untuk memudahkan anda melayari laman blog penulisan2u pada masa akan datang. pastikan anda set laman penulisan2u sebagai  "homepage utama" atau dengan "add to favorite" di pelayar komputer anda. caranya dgn klik dibawah:-

 

      Web & Blog Terbaik

Koleksi cerpen & novel online terbaik dari Malaysia, Indonesia, SIngapore & Brunei. Layari di http://penulisan2u.net

Koleksi artikel isu semasa, artikel yang menarik dan hangat http://semasa2u.blogspot.com

tip kehidupan, zodiak, horoskop, petua, tip, puisi, pantun, sajak, dan pelbagai artikel menarik layari di http://istimewa2u.blogspot.com

Blog Berkaitan agama, topik-topik tazkirah, audio, video ceramah, mendengar 114 surah Al-quran secara online, radio-radio dakwah, layari di http://dakwah2u.blogspot.com

Blog Media, Tv streaming online, radio streaming online, surat khabar, rakaman drama, radio era, hot.fm, tv1, tv2,tv3 dan lain-lain. layari di http://mymedia2u.blogspot.com

Blog Koleksi cerita lawak, lucu, kelakar dan video lawak, lucu dan kelakar. layari di laman http://kelakar2u.blogspot.com

Laman web penerbit novel KarnaDya Penerbitan Karyaseni Syarikat penerbitan yang dimiliki oleh Penulisan2u. Novel-novel dari laman penulisan2u akan diterbitkan oleh Karyaseni http://www.karyaseni.my

Laman web syarikat penerbit novel Creative Enterprise Sdn Bhd (CESB). Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.cesb.net.my

Laman web syarikat penerbit Kaki Novel Enterprise. Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.kakinovel.com

Laman web syarikat penerbit NB kara Sdn Bhd. Dimiliki oleh penulis terkenal Norhayati Berahim, Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.nbkara.com.my

Laman web syarikat penerbit Buku Prima Sdn Bhd. Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.bukuprima.com.my

Laman web syarikat penerbit novel jemari Seni Publishing (JS Publishing). Untuk melihat novel-novel terbaru yang berada di pasaran, layari di http://www.jemariseni.com

Laman web syarikat penerbit novel Alaf21 Sdn Bhd (alaf21). Untuk melihat novel-novel terbaru dari Alaf21 layari di http://www.alaf21.com.my

Laman web syarikat penerbit novel Fajar Pakeer Sdn Bhd). Untuk melihat novel-novel terbaru  layari di laman http://www.fajarnovels.com.my

      Kata Kunci

koleksi novel, koleksi novel cinta, novel, novel online, novel melayu, novel malaysia, novel terbaik, novel cinta, novel masyarakat, cerpen, koleksi cerpen, koleksi cerpen cinta, koleksi cerpen cinta remaja, cerpen baru, koleksi cerpen terbaru, teratak cerpen, cerpen cinta, cerpen online, cerpen terbaik, cerpen melayu, koleksi cerpen cinta malaysia, cerpen malaysia, cerita seram, cerita, cerita cinta, cerita pendek, cerita melayu, cerita online

      Malaysia Group