Ahad, Oktober 11, 2009

Cerpen : Romantic

Nama Pena : Veazt Neza

ANYTHING FOR LOVE

Aku merasakan tubuhku melayang. Begitu ringan bagai kapas. Rambutku terurai tertiup angin. Aku melihat Mama. Ya, itu Mama. Dia sangat cantik. Dengan balutan busana putih dan penutup kepala berwarna senada. Dia tersenyum padaku. Membentangkan lengannya untukku. Aku akan berlari kepelukan Mama, tapi …..
"Airin ……..!!! sebuah suara menyetakku
"Itu Nando ! Ya Allah Nando ! Mengapa dia disini ?
Bukankah dia sakit? Apa dia sudah sadar dari koma? Kalau iya, syukurlah ! Aku hanya tersenyum padanya dan segera berlari menghampiri Mama.
Dan semakin lama …. Aku semakin jauh dari Nando. Dari kejauhan masih sempat kulihat dia. Dia duduk sambil menatapi lantai. Aku juga masih sempat melihatnya berteriak, tapi akau tak bias mendengar apa yang diteriakkannya.
* * * * *
Ada satu harapan tertambat di jiwa
Mengalun dalam dawai yang rapuh
Menggelayut dalam tiang yang tak tegak
Aku meraih mimpi dan bayangan
Namun terjatuh …….
Aku baru saja menulis sajak di diary bear kesanyanganku. Tiba-tiba sebuah message membuyarkan lamunanku.
Sender : Rach
Rin, buruan ! Gw dah nunggu lo mpe kering nih!
Aku menepuk jidatku yang tak ada nyamuknya.
" Ya Allah, aku kan ada janji untuk pergi ama anak-anak!" monologku.
Buru-buru aku mereply message dari Rachel.
To : Rachel
Ok! Tar dulu! Aku gi otw!
Aku bergegas mengguyur tubuhku. Dan memakai baju seadanya. Menaburkan bedak dan mengoleskan lip gloss. Lalu aku mengambil kunci mataku dan segera melesat.
" Guys, sory banget ya! Gue ...!" ucapkan ketika sama di depan mereka. Aku tak meneruskan ucapkanku karena mereka melotot padaku. Seakan-akan hendak menelanku bulat-bulat aku nyengir.
"Gu….gu….e…itu…anu…! "krena dingin meluncur
Mereka masih menatapku dengan bengisnya.
"Ah! Kalian! Gak lucu bercanda! Oya, yukz kita cap-cus! Ntar gak dapat tempat paling …!"
"AIRIN ………!!! "teriak mereka serentak
Jeduar !!! Matilah aku!
"Iya! Iya! Sory, tadi gue baru nulis diary! Truz lupa! Yeah, lo tau kan siapa subject di diary gue! Nando dong!"
" Makan itu Nando! " Rachel yang super tomboy menoyor kepalaku sembari berlalu menuju Satrianya.
" Isi otak lo Cuma Nando, ya? " Verin yang culuners ikut menimpali.
" Heluw! Nyonya stress! Nando itu penting ya?! " Mona yang centil gak kalah memojokkanku. Aku memonyongkan bibirku. Mengikuti mmereka. Menuju festival band di Amplas.
Ramai …..
Hanya kaya itu yang tepat untuk menggambarkan keadaan di Amplas sore itu. Mudha-mudhi tumplek-blek di tempat itu. Aku memperhatikan keadaan disekitarnya. Kebanyakan dari mereka pergi bersama kekasih mereka. Karena kebetulan hari ini adalah hari sabtu alias malam minggu.
Aku seperti mengenal salah satu dari mereka. Seorang cowok berperawakan tinggi gedhe bersama seorang cewek tampak sedang bercanda mesra.
Nando! Ya, cowok itu Nando! My Prince, My honey bunny sweaty, My Soulmate, My Love and everything! Dan cewek itu! Jangan-jangan ceweknya! Hu……hu…. Hancur hatiku bagai gelas yang tersepak angin.
Yeah, alhasil acara nantonya gagal total. Karena aku tak terlalu menikmati musik yang mengalun dari musisi-musisi local itu. Aku terus saja memelototi pasangan kekasih yang "sok" mesra itu. Hingga acara dinyatakan bubar!
* * * * *
Dan bayangan terus memenuhi ruang pikiranku
Menggerogoti satu persatu kebahagiaanku
Merampas satu jiwa yang tegak
Kini merapuh .. jatuh …dan …mati
Anganku melayang di nirwananya
Mengetuk gerbang cintanya
Namun tetap tertutup
Aku memandang sebuh pigura bermotif teddy-bear. Ada sesosok malaikat terbingkai dalam kayu berwarna merah marun itu. Malaikat hati. Dia tersenyum sambil memeluk bola Chicagonya. Dia terlihat tampan dengan seragam basket kebanggaannya .
Tadi malam, aku melihatnya dengan seorang cewek. Entah pacarnya yang keberapa. Sejak aku memutuskan untuk menambatkjan hatinya padanya, 4 tahun lalu, aku tak tau pasti berapa kali ia berganti pacar.
Dilihat dari wajahnya yang indo, perawakan tinggi gedhe motor sport yang senantiasa berada disampingnya dan statusnya sebagai atlet basket. Tak mengherankan kalu dia adalah most wonted di SMA ku. Jadi, banyak banget cewek yang antri jadi pacarnya. Termasuk aku! He…. Tapi sayangnya, diantara jutaan cewek itu. Hanya aku yang tak dihiraukannya. Entah karena dia tak tau perasaanku yang sudah terlalu lama terpendam ini atau karena dia tak akan pernah sudi dekat denganku. Aku yang tak cantik, tak menarik dan tak popular sepertinya.
Meskipun begitu, aku belum juga lelah untuk menantinya. Entah karena apa dan untuk apa aku mencintai dan menantinya. Padahal aku sadar, bahwa aku hanya bisa bermimpi untuk bersamanya. Namun, mencintainya adalah hal terindah dalam hidupku.
Semua sahabatku sudah muak dengan ceritaku tentang Nando. Mereka gak pernah mau untuk mendengarkan ceritaku tentang Nando. Jadi, aku mencurahkan perasaanku tentang Nando pada diary bear kesayanganku.
Dering handphoneku membuyarkan semua lamunanku. Aku menilik LCD. Tertera sebuah nama yang sangat ku kenal. Mona, dengan malas aku meraih handphoneku yang tergeletak di meja riasku dan mengangkatnya.
" Halo !"
" Rin, anter gue yukz !! "
" Kemana ?"
" Salon !"
" Gue males ah! Ajak yang laen aja deh!"
"Aduh! Rachel itu mau latihan taekwondo! Verin lagi les matematika! Lo gak mau ngapa-ngapain kan?"
" Gue…..mau……itu…..emm….! " aku tak memiliki ide untuk menolak.
" Gue gak mau tau! Pokoknya. Lo gue tunggu di taman komplek!"
Tut ….Tut….Tut….
Aku beranjak dengan malas. Mengganti baju rumahku dengan blus bunga-bunga hijau tosca dan rok lipit putih tulang. Lalu aku bergerak menuju taman komplek.
Mona sudah sampai di sana ketika datang. Dia segera menghampiriku. Dan kita menuju salon langganannya.
Aku memarkirkan mio putih kesayanganku didepan salon. Lalu mengikuti langkah sahabatku yang amat centil itu.
Aku tercengang ketika mendapati seseorang tengah duduk diruang tunggu. Aku menghampirinya. Lalu duduk disampingnya. Dia menoleh padaku dan tersenyum. Jantungku berdetak semakin kencang aliran darahku berdesir cepat.
" Rin! Ama siapa? "sapanya.
" Itu ama Mona! "jawabanku rada gugup.
" Ouw! "
" Kamu …eh, lo ama siapa?
" Cewek gue!
Jedduar !!!!!!
" O …..! "hanya itu kata yang keluar dari mulutku
Tak beberapa lama seorang cewek innocent menghampiri kami.
" Beibz, yuk!"
" Udah? " ucap Nando sembari berdiri.
" He-em! "ia mengapit lengan Nando. Nando melirikku
" Rin! Duluan ya!"
" Oh! Iya…iya !"
Lalu mereka menjauhiku. Nando masih sempet menoleh. Memandangiku beberapa saat lalu hilang di balik pintu.
* * * * *
Malam yang dingin. Sudah pukul 11 lewat namun aku belum juga memejamkan mata. Padahal biasanya jam segini aku sudah bermain-main di alam mimpi.
Aku mengambil handycameku. Melihat-lihat video yang kuambil saat Nando bertanding basket. Dia terlihat begitu sempurna. Aku tersenyum-senyum memandanginya. Aku tak terlalu ingat kapan tepatnya video-video itu ku ambil.
Paginya, setelah aku siap dengan seragam pramukaku, aku segera mengambil kunci matorku. Lalu segera terbang ke sekolah.
Aku melirik tempat di sebelahku. Ketika aku sampai di parkiran kosong. Aku melihat jam di tangan kiriku. Pukul 06.35. Jam segini biasanya Nando sudah datang. Tapi kali ini aku tak melihat motornya. Ah mungkin motornya lagi di bengkel.
Aku segera menuju kelasku. Sudah ramai. Kebanyakan dari mereka sibuk menyalin PR. Kebetulan aku sudah mengerjakannya di rumah, karena tadi malam aku sulit tidur.
Aku menyandarkan tubuhku di kursi yang kosong. Tadi aku melewati kelas Nando. Tapi aku tak menemukan sosoknya.
" Duer!" Mona mengagetku.
" Hey! Kaget tau!
" Abis lo bengong aja sih! Eh ya. Lo dah tau tentang Nando belum?
" Nando? Kenapa dia? "aku membenarkan posisi dudukku.
" Kemarin pas tanding basket! Dia pingsan! Trua gak sadar-sadar gitu! Sekarang lagi di RS! "ucap Mona yang emang biang gosip.
" Ya Allah! Trus keadaanya gimana?"
" Mana gue tau!"
* * * * *
Sesosok cowok tergeletak tak berdaya diruang ICU. Wajahnya pucat pasi. Aku tak kuat menahan airmataku. Aku keluar dari ruang itu. Mencopot baju luarku. Lalu mengampiri mama Nando yang terisak di kursi tunggu.
" Tante! Maaf, Nando sakit apa?" aku menjajari Mama Nando
" Dia…..gagal ginjal!"
" Gagal ginjal? Astaghfirullahal’adzim!" aku menutup mulut ku dengan kedua tanganku, tak percaya.
" Ya! Saat ini kami sedang menunggu pendonor ginjal untuknya! Ginjal kami tak ada yang cocok dengan ginjalnya!" Mama Nando semakin tersiak dipelukan papa Nando.
Terbesit sebuah pikiran konyol dalam benakku. Bagaimana kalau akau ikut periksa? Kalau ginjal coock maka aku akan menyelamatkan Nando. Aku ingin Nando sembuh. Agar SMA Bhayangkara tak hilang kapten basket terbaiknya. Agar cewek tak kehilangan idola mereka. Dan agar aku tak kehilangan malaikat hatiku.
Aku menatapkan hatiku. Aku harus mengikuti kata hatiku. Karena kata hatiku yang paling benar.
Aku bergegas menyampaikan niatku setelah aku duduk di depan dokter muda itu. Ia mengangguk-angguk. Lalu memanggil seorang perawat yang kemudian menggiringku menuju ruang serba putih. Aku berbaring disebuh tempat tidur mini bersepray putih.
Jantungku dag….dig….dug…
Dan selang beberapa menit. Aku disuruhnya ke ruang dokter muda itu lagi.
" Ok! Airin! Besok kami akan menguhungi anda untuk meberitahukan hasilnya!"
" Terima kasih, Dok!" aku menyalami dikter itu. Aku masih sempat memandang Nando dari balik pintu.
" Nando! Doain ya…semoga ginjal aku cocok ama ginjal kamu!"
* * * * *
Sebuah nada terdengar pilu
Merampas sinar-sinar itu
Kini mulai menghitam
Anganku terbang…..
Adakah jiwanya disana?
Ketika raganya semu
Saat matanya terpejam
Kumohon kembalilah…..
Aku harap-harap cemas menunggu kabar dari dokter. Sungguh diluar dugaan ginjal kami cocok, tanpa babibu lagi akupun meminta ijin Papa. Mulanya aku menceritakan tentang keadaan Nando pada Papa.
" Kasihan ya! Teman kamu itu!"
" Iya , pa! Makanya Airin mau bantu dia!"
" Bantu apa?"
" Airin mau ngasih satu ginjal Airin buat dia! Kebetulan ginjal Airin cocok sama ginjal Nando!"
" Jangan gila kamu!" Papa memelototiku.
" Kamu kira nyambung ginjal itu sama dengan nyumbang beras. Bahaya Airin!"
" Pa! Airin gak akan kenapa-napa!"
" Tidak Airin! Papa gak ngijinin!"
Papa besikeras tak mau mengijinkan. Aku semakin bingung.
Dua hari sudah berlalu, tapi papa tetap pada pendiriannya. Tapi aku tak berhenti menyakinkannya.
" Pa! Ijinkan Airin ya!"
" Tidak! Airin!"
" Pa, Airin gak akan kenapa-napa!"
" Airin, Papa Cuma punya kamu dan kakakmu! Mama kamu udah ninggalin kita! Papa gak mau kamu juga ninggalin Papa!"
" Pa, kalo Kak Ririn ada disini! Dia pasti setuju ama keputusan Airin! Percaya deh Pa, Airin akan baik-baik aja!"
Papa hanya mebisu. Dia menatapku lekat-lekat, seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu ia memelukku.
" Lakukan, Nak! Kalau itu memang keputusanmu!"
" Benar, Pa! Papa ijinin Airin?" Papa hanya mengangguk
" Makasih Pa!"
* * * * *
Aku berbaring di tempat tidur panjang. Disampingku sudah ada Papa, Kak Ririn dan ketiga best friendku.
" Rin. Lo tu jahat ya! Kok lo gak bilang ama kita kalau lo mau nglakuin hal senekat ini!" Rachel memelototiku.
" Sory! Teman-teman! Gue cuma gak pangen ngrepotin kalian aja!"
" Hey! Kita itu sahabat! Gak ada tuh repot0repotankan!" Mona menimpali. Mereka memelukku
" Kak Ririn! Lo udah balik dari Jakarta?"
" Ya, gue balik khusus buat lo!"
" Kak, jagain Papa ya!"
" Lo ngomong apa sih! Kita bakal jagain papa sama-sama!"
Aku hanya tersenyum. Aku juga masih sempat merasakan pelukan Papa dan kak Ririn. Lalu aku didorong ke ruang operasi. Disamping tergeletak tak berdaya seseorang yang amat kusayangi Nando. Aku menatapnya.
" Airin! Sudah siap!"
" Hitung Sampai 10 ya!"
Pada hutungan ke -8 aku sudah melayang-layang. Entah apa yang kerasakan. Tubuhku ringan. Semua yang kulihat berwarna hitam…..
Papa gelisah menunggu. Begitu juga kak Ririn, Rachel, Mona dan Verin.
Lampu dimatikan. Operasi dinyatakan selesai. Dokter muda itu keluar.
"Dok, bagaimana?" Papa langsung menyerbunya dengan pertanyaan. Dokter itu menghela napas.
" Pak, operasi berjalan lancar! Namun, kedua pasien masih kritis!"
" Ya Allah!" Papa terlihat begitu kalut.
Kedua pasien digiring keluar. Memasuki ruang ICU. Si cewek tersenyum. Wajahnya begitu pucat. Sang cowok pun pucat.
Papa menunggui putri bungsunya di ICU tanpa lelah. Mulutnya berkomat-kamit memejamkan doa.
Tiba-tiba detektor jantung diruang itu berbunyi datar. Papa begitu gelisah. Lalu ia memanggil dokter
" Sebaiknya Bapak tunggu di luar!"
Dokter segera menjalankan tugasnya. Sementara Papa dan yang lainnya menunggu dengan gelisah.
Selang beberapa saat, dokterpun keluar. Papa tak bisa menahan diri.
" Dokter, bagaimana Airin?"
Dokter muda itu hanya membisu. Ia menepuk bahu papa sambil menggeleng.
" AIRIN! Kenapa kamu ingkar janji! Kamu bilang kamu gak akan kenapa-napa kan?" Papa terduduk dilantai.
" Rin, lo tega ya! Biarin gue jagain papa sendiri!" Kak Ririn tersiak. Mona, Rachel, dan Verin berpelukan
" Airin!"
* * * * *






Sesosok cowok terisak disamping pusara. Dia memeluk nisan yang bertuliskan bidadari penolongnya. Hujan yang mengguyur tak ia hiraukan.
" Rin, kenapa lo gak biarin gue yang pergi? Rin, jawab…..Rin! kenapa lo lakuin ini semua buat gue!?"
" Karena Airin saya ama lo!" sambung suara dari belakang, cowok itupun menoleh. " Lo gak perlu ngrasa salah! Jangan buat pengorbanannya sia-sia karena rasa bersalah lo itu!"
Cewek itu lantas mengulurkan sebuah kotak pink.
" Lo yang lebih pantas menyimpan ini!"
Cowok itu membuka kotak pink itu. Ada handycame pink, diary bear, dan semua benda yang berhubungan dengannya.
" Rin, kenapa lo pergi secepat ini?! Kalau lo masih disini kita bisa mulai semuanya dari awal…"
Cewek itu lalu meninggalkannya sendiri! Namun, ia berhenti dan berbalik.
" Oya, ini puisinya yang terakhir!" Kak Ririn meyerahkan secarik kertas pada cowok itu.
Cowok itu bangkit, ia berteriak
"AIRIN!!! KENAPA LO LAKUIN SEMUA INI KE GUE??!! GUE GAK PANTES DAPETIN INI SEMUA!!!" Kak Ririn sempat menoleh pada cowok itu. Dan cowok itu membuka secarik kertas lusuh yang ada digenggamannya. Ia memandang nisan berwarna putih itu. Lalu ia mendekapnya. Erat. Erat sekali.
Ia kembali memandang kertas lusuh di genggamnannya.
Cinta hanyalah sebuah ilusi
Yang terbang bersama satu mimpi yang nyata
Bersandar dalam kesucian jiwa
Namun sebenarnya cinta adalah suatu pengorbanan yang nyata
Yang berakar dalam suatu hati
Dan tercipta untuk satu jiwa

72 ulasan:

  1. Penulis ni org indon ke?Aku x faham la cerita ni apa....Sorry...

    BalasPadam
  2. memg indon pun!!

    BalasPadam
  3. sme...
    tak paham jgaks...

    BalasPadam
  4. aku igtkan penulisan2u nih ntuk msian jek...haiyak...awl2 bce ok...pastuh dh merapu2...x phm...hadoiii

    BalasPadam
  5. untuk pengetahuan anda penulisan2u untuk rakayat,malaysia,indonesia,singapore...........

    BalasPadam
  6. dh le kat tv byk cite indon, x kan cni ni pun nak layan citer indon gak.... dah le ayat ssh nak fhm...
    blh x penulisan2u ni tapis dulu sblm siar kat cni.....

    BalasPadam
  7. ha...stujuk23...
    x paham ape dia ckp dowh...
    xkan smpai dlm ni indon???
    bkn diskriminasi, tp klo nk tulis, biar la org yg bace 2 paham...kt tv pun ada subtitle tau, bru boleh paham...
    to writer-bagus kerna anda berusaha untuk menulis, tp menulis biar semua faham..kesian sama pembaca yang xcited nk baca cerpen ni..

    BalasPadam
  8. sedihnya! tapi, biasanya kalau derma ginjal x akan affect penderma. unless ginjal penderma yang satu lagi dah rosak. anyway, good try.

    p/s: buat pembaca2 lain, cuba explore laman penulisan2u ni betul2. ada dinyatakan kat bawah ni: "koleksi cepen dan novel online terbaik dari malaysia, indonesia, singapura dan brunei." siap ada bendera negara masing2 lagi. jangan cepat melatah tanpa usul periksa ya.

    BalasPadam
  9. xfaham la bahasa ape ni?....

    BalasPadam
  10. cerpen yang baik... penulisnya lebih pndang ke hadapan berbanding penulis lain yang lebih kearah cerita yang stereotaip iaitu byk ke arah cinta yang happy ending dan kdg2 merapu... tetapi cerpen ini mempunyai penceritaan yang smooth.... bagus kerana anda berjaya membuat cerpen yang lain dari yang lain.. walaupun dlm bhasa indon tp hya orang y tahu akan memahaminya....

    BalasPadam
  11. ssh nk paham..
    mmg indo r..
    xbca abis pn..
    hehehe..

    BalasPadam
  12. tak fhm bhsa pe ntah...
    bru bace skit dh bosan..mls nk beratkn kepala...
    buat la cerpen yg santai utk dibace...
    anyway all the best

    BalasPadam
  13. awl2 bace xfaham...so stop jekla...sowi erk...

    BalasPadam
  14. peningla..x katam bhse indo g.

    BalasPadam
  15. Hye.,..mgg nak jemput pembaca setia nOvel jOin my blog and komen my first nOvel k ? :)

    BalasPadam
  16. x abis2 indon2... nyampah plak aq dgr bahasa dia... dlm tv banyak cter indon... nenek aq p0n da bole ckp bhasa indon... haiyah...

    BalasPadam
  17. asl kau x minat indon2...asl kau menyamah plak aku tngok kau nie...aku rse kau nie biadap ngan org tua...ske ati dia lah nk letak citer indon tpi klu lgu jngan bnyk2 sngt org malaysia x ske sngt...kau nie bia lah nenek kau ke ATUK kau ke nak ckp indon pun x kisah lah....gile btl lah kau nie ni biadap btl....tpi aku nk pesan ngan kau yg biadap nie TOLONG LAH JAGE PERCAKAPAN KAU NIE AKU PERCYE YG KAU NIE SUSAH NK JGE PERCKPAN OK...AKU HARAP KAU INGAT TU OK...ASSALAMULAIKUM.....

    BalasPadam
  18. tak romantic langsung

    BalasPadam
  19. ak x phm la wei!!! spoil btl.

    BalasPadam
  20. Tanpa Nama8/2/10 11:44 PG

    cam sengal je.. ayt bertrabur..xphm lgsg.. lain kalo nk ltk kt page, bg pmbace pahm.. nk bce pon wat sakit hati jer..sory kasar tp tu kyataan..

    BalasPadam
  21. Tanpa Nama21/2/10 4:29 PG

    hai,, penig ak tgok ayt die,,
    xslere nk bace abez,,
    lagi2 kalo de bkaitn ngn endon!!
    cite endon kat tb3 2 pn xpenah ku adap, nie kn plak nk bace cerpen base die,, xkuase ak..

    -anti endon!!

    BalasPadam
  22. Tanpa Nama21/2/10 9:39 PG

    ak blum abis pun dh boring,dh tu ngk ngerti dong
    kate romantik tp ngk loh...tajuk mesti sepadn
    dgn citenye ok..
    fro:bdak baek... punya

    BalasPadam
  23. apakebenda c cite macam ni? mcm orang tak betul je buat pening!TAK PAHAM! TAK PAHAM! TAK PAHAM!

    BalasPadam
  24. For Veazt Neza,,good sob,,gw suka bgt crpennya,,ntar buat versi malaysia nye za biar korang ngerti,,okayyyy???? :D

    BalasPadam
  25. dok phm stabuk aku....boring....

    BalasPadam
  26. x paham starang..wat cter nk suh org telan panadol ke..pening woo baca...awl2 cter pn da mmbsnkan..

    BalasPadam
  27. Tanpa Nama2/9/10 2:09 PTG

    kalau tak fhm.. tak pyh baca.. apalah susah2 nak peningkn kepala pula.. duh.. komen pun tak realistic..

    BalasPadam
  28. Tanpa Nama8/9/10 11:32 PG

    buat png0men2 kt ats, bi0rle 0wg laen nk k0men
    pape p0wn, tu hak dye0wg..jgnla plk nk k0men
    ape yg 0wg laen komenkn..ad0iyaiii...
    2 the writer, laen kaali, bisa nggak
    bikin cerpen yg bisa org laen ngertik..??
    ntar, org laen lbey nj0yy.. gimana pun, tr0skn
    usehe kamoo yaaa.. well done...!!!

    BalasPadam
  29. cita apa neyyyyy...eh3x.karand tul2x leh x?

    BalasPadam
  30. Tanpa Nama19/9/10 8:57 PG

    best jugak citer nih....tp lari tajuk la pulakss
    anywy...okla citer nih buley je paham...

    BalasPadam
  31. 2 writr....god job...cme tjuk xkena r...

    BalasPadam
  32. crita ny mg btol2 mnyntuh kalbu...mulia btol aty airin 2...

    BalasPadam
  33. tak paham lah woi!!!!!!

    BalasPadam
  34. ntah pe2...sape yang kata ok 2...mmg xpandai komen....

    BalasPadam
  35. blh thn lacte ni.....
    trskn mnlis k :)

    BalasPadam
  36. Tanpa Nama4/1/11 4:21 PTG

    aku mmg xphm ape2 yg dlm crpen nieh.. mule2 aku bce mmg okela cite diee. pastu dh xtntu arah daa. aku da boring da bce or tgok cite indon.

    BalasPadam
  37. hahaaha..... baca 2 ayat jer..... tak paham...

    BalasPadam
  38. alamk sya x pham lah.... x tau nk kta apa dh klau x phm hahaha

    BalasPadam
  39. Tanpa Nama23/1/11 1:29 PG

    pening aq..baca ayat die...xpaham lngsng

    BalasPadam
  40. Tanpa Nama2/2/11 2:03 PTG

    mintak maaf...tapi ceritanya kurang jelasss....harap dapat diimprove lagi.....tapi tak salah kalau mencuba....MENCUBA ITU LAGI BERMAKNA...belum cuba belum tahu........

    BalasPadam
  41. surely ,aq ckp yg aq mmg btol2 xfhm .
    sory 2 say .
    ~@~afie

    BalasPadam
  42. Tanpa Nama26/3/11 2:30 PG

    well..klu susah nak faham tak payah baca la....
    aku rasa aku faham pun walaupun aku orang malaysia...by the way...jgn kutuk aja lo...best of luck to the writer..great story!!!!

    BalasPadam
  43. bleh kata ..god job lah....but tjuk citer dgn citer dy kureng sikit..lg2 bhasa yg digunakan membuatkan sesetgh pembaca kurang paham

    BalasPadam
  44. Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.

    BalasPadam
  45. apelah satu habuk pun x faham!

    BalasPadam
  46. tak pahammm ! -.-

    BalasPadam
  47. Tanpa Nama4/6/11 5:44 PTG

    nice story anyway. keep it up. :)

    BalasPadam
  48. minat banget seh...

    BalasPadam
  49. benci aku baca ..tak faham!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasPadam
  50. tak paham betul selok-belok citer ni!!!!!!!!!!

    BalasPadam
  51. sdih nya cte nie....wlaupn dlm bhsa indon tp aQ blh fham juak mang sdih 0wh....huhuhu

    BalasPadam
  52. best nyer novel nye...

    BalasPadam
  53. ak x fhm la c'te ni....sowy 2 say....x rmntik lngsng....

    BalasPadam
  54. apa ni???
    first2 sy bc, x faham...sy teruskn bc jgk...sy ingtkn watak prmpuan tu yg indon...rupa2nya keseluruhan cerita ni pakai b.indonesia...Haiyooo...x faham!

    BalasPadam
  55. apekehal nye nerhhh.... mmg kat sini arnn openn... owang malay.. indon.. singapore.. lerh antor karya at sinii... lau korunk nak yang malay sangatt... apsal korunk masok sinii? masok arh at penulisan2u.my... trase taw haty dowangg... kite sesamer seagama... x baek bergadoh..

    buat penulis:- citer yang agak sedih lorr bro.. se baek aq x tangkap leleh...

    BalasPadam
  56. airin nabila16/3/12 10:12 PG

    huhu..best2..
    wat arh lgy cter gniey...
    sgt best!best!mudah faham..

    BalasPadam
  57. waduh2,,,romantik bangat deh... bagus amat nihh.. hehe

    BalasPadam
  58. bagus bgt.. sungguh menyentuh..
    :)

    tetap semangat berkarya ya..

    :D

    BalasPadam
  59. best lar cite ni..
    sedih stry ni..
    trskn usha k
    bt pngomen yg hnya pndai beri komen
    jgn hnya nak cri kslhan org..
    ntah2 klu korg bt crta lg lar bt org x fhm

    BalasPadam
  60. banyak reader yang tidak mengerti ceritanya karena disampaikan dalam bahasa Indonesia yang 'gaul' atau 'slank'
    padahal pembacanya dari Malaysia. AKu juga heran. Mungkin kalau bahasanya standard tidak masalah

    Boleh tidak aku undang para pembaca ke blog ku di http://www.young-adult-fiction-romance.com
    Semoga di blog ku para pembaca bisa memahami
    thanks

    BalasPadam
  61. Tanpa Nama9/7/12 9:37 PG

    sy mmng x pham ...dlm tv sy pham ckp dowg p lau tliz ssah nk pham....crt ni lri dri tjuk ar..soe k

    BalasPadam
  62. sya x fham la ap dia tlis..sory
    x abes pun sya bca hehehe

    BalasPadam
  63. keren!!mantep!!aku ngrasa kalo Airin itu..cintny bner2 tulus buat Nando..smoga aja..cintaku buat Ary stulus cintany Airin..walaupun dia ngga ngebalas cinta aku kayak NAndo ngga ngbalas cintany Airin..aku ttp bakalan cinta ama dia..cewek dr MALAYSIA naksir ama cowok INDONESIA..ngga salah kan??sama2 manusia..sama aja di sisi Tuhan..

    BalasPadam
  64. X fham la..sya bca pun x sempat hbis..

    BalasPadam
  65. Endingya ky gth g seru

    BalasPadam
  66. best lh ne crita, tpi sye tak terlalu minat crta sed ending

    BalasPadam
  67. Tanpa Nama9/11/13 8:52 PG

    walaupun x fhm namun tq gna nama saya... walaupun mninggal di akhirnya

    BalasPadam
  68. Ini cerita dari mana? Indonesia atau malaysia? Malahan komenya aneh lagi bahasanya

    BalasPadam

TINGGALKAN ULASAN DAN KOMEN, PADA SETIAP KARYA YANG ANDA BACA Penulis memerlukan ulasan dan komen, bagi memperbaiki penulisan dan memperbetulkan kesilapan. Komen dan ulasan anda akan memberi satu semangat kepada penulis, untuk terus menulis karya dan seterusnya menghasilkan karya yang menarik. Kerjasama & sokongan daripada pembaca amat kami hargai. Sebab itulah kami menyediakan HADIAH, sebagai penghargaan kepada penulis dan juga kepada pembaca yang aktif memberi komen & ulasan